INDOPOSCO.ID – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong percepatan hilirisasi teknologi bidang air melalui Forum BRIN Goes to Industry (BGTI) 6. Forum tersebut mempertemukan para periset BRIN dengan dunia usaha, industri, pemerintah, dan pemangku kepentingan untuk memastikan hasil riset tak berhenti di laboratorium.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, air merupakan sumber daya strategis yang berkaitan erat dengan kebutuhan dasar masyarakat, ketahanan pangan, kesehatan, pertumbuhan ekonomi, hingga keberlanjutan pembangunan nasional.
“Ketahanan air tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan sumber daya alam. Kita membutuhkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi agar air dapat dikelola secara lebih efisien, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan Indonesia. Di sinilah riset dan inovasi harus hadir memberikan solusi,” ujar Arif dalam keterangan, Rabu (26/8/2026).
Menurut dia, Indonesia perlu menguasai teknologi di seluruh rantai pengelolaan air. Mulai pemantauan dan pengelolaan sumber daya air, konservasi, penyediaan serta pengolahan air baku, air bersih dan air minum, pengolahan air limbah, hingga pemanfaatan kembali air.
BRIN, lanjut dia, telah mengembangkan berbagai hasil riset dan inovasi yang dinilai berpotensi menjawab kebutuhan tersebut. Namun, tantangan berikutnya adalah membawa hasil penelitian hingga benar-benar siap digunakan oleh industri dan masyarakat.
Proses hilirisasi itu, kata Arif, mencakup peningkatan kesiapan teknologi, pengujian dan standardisasi, perlindungan kekayaan intelektual, pengembangan model bisnis, hingga adopsi teknologi.
“Ukuran keberhasilan riset pada akhirnya bukan hanya pada ditemukannya teknologi, tetapi sejauh mana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan dan memberikan dampak,” tegasnya.
“Dalam BGTI 6, BRIN membawa sejumlah teknologi yang berkaitan dengan penguatan ketahanan air nasional. Salah satunya Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dapat mendukung pengelolaan sumber daya air,” imbuhnya. (nas)





















