• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Guru Besar IPDN: Bila Bencana Lampaui Kapasitas Daerah, Pusat Jangan Tunggu Status

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 26 Agustus 2026 - 09:31
in Nasional
Djohermansyah-Djohan

Guru besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Prof Djohermansyah Djohan. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Djohermansyah Djohan mendorong perubahan sistem penanggulangan bencana di Indonesia dari status driven menjadi capacity driven. Artinya, bantuan pusat harus segera turun ketika kapasitas daerah terlampaui, bukan menunggu penetapan status “bencana nasional”.

“Ketika bencana terjadi, pemerintah daerah jadi pihak pertama yang bergerak. Tapi kedekatan geografis tidak selalu berarti kecukupan kapasitas. Personel terbatas, peralatan minim, anggaran sempit,” kata Djohermansyah kepada INDOPOSCO , Rabu (26/8/2026).

BacaJuga:

Resmi Beroperasi, KDKMP Sorowako Bangun Kemandirian Ekonomi Warga

YLKI Ingatkan Aplikator Ojol Tak Akali Batas Potongan 8 Persen, Konsumen Jangan Jadi Korban

Mendagri Tito Teken SEB, Dukung Digitalisasi Layanan Jemaah Haji Berbasis Data Kependudukan

Ia menegaskan prinsipnya sederhana, yang dekat bergerak duluan, yang kuat segera memperkuat. Jika kabupaten/kota kewalahan, provinsi masuk. Jika provinsi juga tidak mampu, pusat harus segera turun tangan.

Menurutnya, UU 24/2007 dan PP 21/2008 memang memberi kewenangan Presiden menetapkan status darurat nasional. Namun bantuan tidak boleh tertahan karena menunggu label itu.

“Yang dibutuhkan rakyat saat darurat adalah air, makanan, obat, tenda, dan alat berat. Bukan nomenklatur,” tegasnya.

Djohermansyah juga menyoroti lemahnya BPBD yang masih dianggap sebagai “pemadam kebakaran”.

Ia meminta BPBD diperkuat jauh sebelum bencana, dengan DAK Fisik Kebencanaan untuk mitigasi, sistem peringatan dini, dan logistik.

Selain itu, BNPB harus jadi orkestrator nasional sejak dini. Bantuan internasional juga jangan dipersulit jika kapasitas nasional tidak cukup.

“Kedaulatan justru berarti negara mampu mengatur pertolongan agar sampai ke rakyat,” ujarnya.

Ia mengusulkan 7 pembenahan, mulai dari eskalasi otomatis berbasis kapasitas, sistem bantuan antardaerah, hingga fokus pembiayaan ke rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Rakyat tidak bertanya ini kewenangan siapa. Rakyat hanya bertanya: ‘Siapa yang akan menyelamatkan kami?’ Di situlah negara diuji,” tutupnya.(yas)

Tags: Bencana NasionalbnpbBPBDDjohermansyah Djohan

Berita Terkait.

Ferry
Nasional

Resmi Beroperasi, KDKMP Sorowako Bangun Kemandirian Ekonomi Warga

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:19
Ojol
Nasional

YLKI Ingatkan Aplikator Ojol Tak Akali Batas Potongan 8 Persen, Konsumen Jangan Jadi Korban

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:38
MOU
Nasional

Mendagri Tito Teken SEB, Dukung Digitalisasi Layanan Jemaah Haji Berbasis Data Kependudukan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:18
Djohermansyah-Djohan
Nasional

Jangan Khianati Yogyakarta ! Guru Besar IPDN Ingatkan Jakarta Soal Danais

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:07
sril
Nasional

Pemerintah Siapkan Pulau Kosong Jadi Tempat Rehabilitasi Napi Narkoba

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:15
anis
Nasional

Komnas HAM Terima 42 Aduan Pelanggaran di Lapas, Ada Kekerasan hingga Pungli

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:03

OLAHRAGA

Hadi-Tj
Olahraga

Hadi Tjahjanto Sebut Negara Eropa Jadi Pesaing Terberat Karateka Indonesia di Polandia

Editor Juni Armanto
Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:48

INDOPOSCO.ID - Ketua Umum Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Hadi Tjahjanto menyebut negara-negara di Eropa sebagai pesaing terberat kontingen karate...

SelengkapnyaDetails
forki

Bekal Juara di Vietnam, Hadi Tjahjanto Optimistis Timnas Karate Bidik 6 Emas di Polandia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:09
PB FORKI Berangkatkan 11 Atlet Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia di Polandia

PB FORKI Berangkatkan 11 Atlet Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia di Polandia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07
bri

Jelang MotoGP Mandalika, BRI Latih 500 Volunteer Kelola Sampah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:19
Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid

Sentuhan Magis Pertamina di Bandara Lombok: Antarkan Semarak MotoGP Langsung Saat Mendarat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:23

BERITA POPULER

  • Todotua

    Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2715 shares
    Share 1086 Tweet 679
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1212 shares
    Share 485 Tweet 303
  • Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1039 shares
    Share 416 Tweet 260
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    981 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    977 shares
    Share 391 Tweet 244
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.