INDOPOSCO.ID – Presiden Prabowo Subianto melontarkan kelakar yang langsung menghangatkan suasana saat meresmikan program nasional Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) di Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).
Di hadapan jajaran menteri Kabinet Merah Putih, Prabowo mengingatkan bahwa jabatan di pemerintahan bukanlah tempat untuk bekerja setengah hati. Ia bahkan menyebut banyak pihak yang siap menggantikan mereka yang tidak mampu menjalankan tugas.
“Yang tidak sanggup boleh minggir, banyak yang ingin menggantikan saudara,” kata Prabowo seraya tertawa.
Ucapan tersebut disampaikan Prabowo ketika menggambarkan padatnya ritme kerja pemerintahannya. Menurut dia, menjadi bagian dari Kabinet Merah Putih berarti siap mengorbankan waktu, termasuk ketika kalender menunjukkan hari libur nasional.
Prabowo mencontohkan peresmian program PLTS 100 GWp yang digelar bertepatan dengan libur nasional dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Hari ini hari penting, walupun libur, walaupun Maulid Nabi kita berjuang untuk rakyat kita,” tegas Prabowo.
“Memang di Kabinet Merah Putih mungkin hampir tidak ada tanggal merah dan itu risiko, risiko pengabdian ya,” tambahnya.
Nada bercanda itu sekaligus menjadi pesan tegas. Prabowo ingin jajaran pemerintahnya memahami bahwa amanah jabatan datang bersama tuntutan kerja dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo secara resmi meluncurkan program PLTS 100 GWp yang diawali dengan pembangunan 14 PLTS di enam provinsi. Proyek tahap awal itu memiliki total kapasitas 5,3 GWp dan tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, serta Kepulauan Riau.
“Pada sore hari ini, Selasa, 25 Agustus 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia dengan ini secara resmi saya luncurkan program pembangkit listrik tenaga surya 100 gigawatt peak diawali dengan 14 PLTS di 6 Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau berkapasitas total 5,3 gigawatt peak,” ujar Prabowo dalam pernyataannya saat peresmian.
Tak berhenti pada seremoni peluncuran, Prabowo menegaskan pemerintah memiliki target besar untuk mengembangkan energi surya nasional. Kapasitas 100 GWp ditargetkan dapat dibangun dalam waktu tiga tahun.
“Kita akan membangun 100 gigawatt. Kita tidak main-main, target kita adalah 100 gigawatt dalam 3 tahun,” tegasnya. (her)





















