• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Politik

Kecelakaan Kapal Jadi Alarm, Pemerintah Perketat Sistem Keselamatan

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:50
in Politik
Dudy-Purwagandhi

Menhub Dudy Purwagandhi (tengah) menegaskan komitmen Kemenhub untuk terus mengevaluasi dan memperkuat sistem keselamatan pelayaran dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026). Foto: Dok. Kemenhub

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Keselamatan pelayaran tidak boleh baru menjadi perhatian ketika kecelakaan terjadi. Pemerintah kini mendorong pembenahan menyeluruh agar setiap kapal benar-benar memenuhi standar keselamatan sejak meninggalkan pelabuhan hingga tiba di tujuan.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan komitmen Kementerian Perhubungan untuk terus mengevaluasi dan memperkuat sistem keselamatan pelayaran. Penegasan itu disampaikan dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026), saat pemerintah memberikan penjelasan terkait sejumlah kecelakaan kapal.

BacaJuga:

RUU Ketenagakerjaan Harus Beri Pelindungan Pekerja Gig, DPR RI: Jangan Ada yang Tertinggal

Bedah Buku Tata Kelola Pemilu, KPU Jakarta Perkuat Literasi dan Integritas Penyelenggaraan Pemilu

Pilkada Tanpa Wakil, Akankah Politik ‘Bagi-Bagi Peran’ Berakhir?

“Keselamatan tidak boleh hanya menjadi perhatian setelah kecelakaan terjadi, harus dipastikan sejak sebelum kapal berangkat, selama kapal berlayar, hingga seluruh penumpang tiba dengan selamat di tujuan,” kata Dudy.

Dalam rapat tersebut, pemerintah mengevaluasi empat kejadian yang menjadi perhatian, yakni KMP Mutiara Sentosa II, KMP Putri Yasmin, KLM Nurul Salsa 01, dan KM Prince Soya. Dudy kembali menyampaikan belasungkawa kepada korban dan keluarga korban sekaligus menegaskan bahwa pemerintah bertanggung jawab melakukan evaluasi dan perbaikan.

“Kehadiran kami merupakan bentuk pertanggungjawaban pemerintah untuk menyampaikan penanganan yang telah dilakukan serta langkah-langkah evaluasi dan perbaikan yang sedang dan akan dijalankan,” ujarnya.

Menurut Dudy, pembenahan tidak boleh berhenti pada pemeriksaan dokumen. Yang lebih penting adalah memastikan sistem keselamatan benar-benar bekerja ketika menghadapi situasi darurat.

“Dokumen yang lengkap tidak membuat kita berhenti pada aspek administratif. Kejadian ini justru menjadi dasar bagi kami untuk mengevaluasi lebih dalam efektivitas implementasi sistem keselamatan di atas kapal, khususnya sistem proteksi kebakaran, kesiapsiagaan awak, kondisi kendaraan dan muatan, serta kemampuan merespons keadaan darurat,” urainya.

Evaluasi mencakup keandalan sistem proteksi kebakaran, akses survival craft, emergency response, kesiapan awak, pengawasan kapal tradisional, akurasi manifest, kapasitas angkut, alat keselamatan, hingga pengawasan keberangkatan.

Perhatian juga diarahkan pada pelaksanaan hot work permit, identifikasi material berbahaya, fire watch, serta pengawasan pekerjaan maintenance di atas kapal.

Untuk mencegah kecelakaan, Kemenhub memperkuat pengawasan secara berlapis, mulai dari regulasi, pemeriksaan mandiri, penyaringan kendaraan dan muatan, uji petik, hingga keputusan akhir sebelum Surat Persetujuan Berlayar (SPB) diterbitkan.

Pengawasan dilanjutkan melalui audit, inspeksi, ramp check, pemeriksaan operasional dan kelaiklautan kapal, pemeriksaan kecelakaan, tindakan terhadap pelanggaran, hingga penegakan hukum.

“Setiap temuan harus ditindaklanjuti. Apabila ditemukan major deficiency, maka keberangkatan harus ditunda, atau kapal tidak boleh berlayar,” tegas Dudy.

Salah satu pembenahan penting menyasar akurasi manifest penumpang dan kendaraan. Kemenhub mendorong integrasi manifest, ticketing, dan boarding menuju single data system, sehingga jumlah penumpang, kendaraan, serta muatan yang tercatat sesuai dengan kondisi sebenarnya dan dapat divalidasi secara real-time.

“Ke depan, prinsipnya harus tegas, SPB tidak diterbitkan apabila data belum tervalidasi. Dalam keselamatan, lebih baik tidak berangkat, daripada berangkat tetapi tidak selamat sampai tujuan,” tutur Dudy.

Pengendalian over loading dan over dimension, stabilitas kapal, muatan berbahaya, serta random inspection sebelum keberangkatan juga diperkuat untuk menemukan potensi risiko sebelum kapal meninggalkan pelabuhan.

Dudy menegaskan keselamatan membutuhkan konsistensi seluruh pihak, mulai pemerintah, operator, awak kapal, masyarakat, hingga pemangku kepentingan lainnya. Tidak boleh ada kompromi terhadap keselamatan hanya demi memastikan sebuah kapal tetap berangkat.

“Kementerian Perhubungan akan terus melakukan evaluasi. Namun, kami juga membutuhkan dukungan Komisi V DPR RI dan seluruh stakeholder, agar penguatan sistem keselamatan ini dapat dilaksanakan secara konsisten dan menyeluruh. Karena dalam keselamatan, satu jiwa pun sudah terlalu banyak,” ujar Dudy.

Ia memastikan pemerintah tidak menggunakan penjelasan atas kecelakaan tersebut sebagai pembenaran. Pemerintah mengakui masih terdapat kekurangan dan celah yang harus diperbaiki sembari menunggu hasil investigasi masing-masing kejadian.

“Kami tidak bermaksud menjadikan penjelasan ini sebagai pembenaran. Masih terdapat kekurangan dan celah dalam penyelenggaraan maupun pengawasan keselamatan pelayaran yang harus kami perbaiki dengan sungguh-sungguh. Langkah evaluasi dan pembenahan tetap akan kami kerjakan,” tambahnya.(her)

Tags: kapalkecelakaankeselamatanpelabuhanPelayaran

Berita Terkait.

RUU Ketenagakerjaan Harus Beri Pelindungan Pekerja Gig, DPR RI: Jangan Ada yang Tertinggal
Politik

RUU Ketenagakerjaan Harus Beri Pelindungan Pekerja Gig, DPR RI: Jangan Ada yang Tertinggal

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:37
KPU DKI Jakarta
Politik

Bedah Buku Tata Kelola Pemilu, KPU Jakarta Perkuat Literasi dan Integritas Penyelenggaraan Pemilu

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:36
Surat-Suara
Politik

Pilkada Tanpa Wakil, Akankah Politik ‘Bagi-Bagi Peran’ Berakhir?

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:43
Gerindra
Politik

Gerindra Puncaki Elektabilitas, PDIP dan Golkar Terus Membuntuti

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:05
Ekonomi Syariah Dinilai Masih ‘Main di Lapangan Ping-pong’, PKS Siapkan Terobosan
Politik

Ekonomi Syariah Dinilai Masih ‘Main di Lapangan Ping-pong’, PKS Siapkan Terobosan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:16
Mengakhiri “Pecah Kongsi” Pimpinan Daerah, Pakar: Sebaiknya Pilkada Tidak Pilih Wakil
Politik

Mengakhiri “Pecah Kongsi” Pimpinan Daerah, Pakar: Sebaiknya Pilkada Tidak Pilih Wakil

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:31

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.