INDOPOSCO.ID – PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), distributor resmi Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation (MFTBC) di Indonesia, menyerahkan satu unit truk listrik eCanter kepada PT Fastana Logistik Indonesia (FLI) di Booth Mitsubishi Fuso pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Selasa (4/8). Penyerahan tersebut menjadi bagian dari upaya Mitsubishi Fuso memperkuat ekosistem kendaraan niaga listrik sekaligus mendorong penerapan logistik rendah emisi di Indonesia.
Bagi PT Fastana Logistik Indonesia, penggunaan eCanter bukan sekadar mendukung target keberlanjutan perusahaan. Berdasarkan hasil perhitungan internal, kendaraan niaga listrik tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan efisiensi operasional dengan potensi penghematan biaya konsumsi energi hingga sekitar 41 persen per unit.
Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, Aji Jaya, mengatakan Mitsubishi Fuso tidak hanya menghadirkan kendaraan niaga listrik, tetapi juga membangun ekosistem pendukung agar operasional pelanggan berjalan optimal.
“Fuso eCanter menjadi pelopor truk listrik pertama di Indonesia sejak tahun 2024. Sejak itu, KTB memastikan ekosistem yang mendukung operasional mulai dari kesiapan EV Mobile Charger hingga layanan purna jual untuk memberikan ketenangan konsumen dalam operasional kendaraan listrik,” ujar Aji Jaya.
Direktur PT Fastana Logistik Indonesia, Subagyo Raharjo, mengatakan keputusan perusahaan mengadopsi eCanter didasarkan pada empat pertimbangan utama, yakni efisiensi biaya operasional, komitmen terhadap keberlanjutan, keandalan teknologi kendaraan, serta dukungan layanan purna jual Mitsubishi Fuso.
“Kami memilih eCanter karena empat pertimbangan utama, yaitu efisiensi biaya operasional, komitmen terhadap sustainability, keandalan teknologi kendaraan, serta kuatnya layanan after sales Mitsubishi Fuso. Dari perhitungan internal, penggunaan eCanter berpotensi menghemat biaya operasional hingga sekitar 41 persen dari sisi konsumsi energi,” kata Subagyo.
Menurut dia, eCanter akan digunakan untuk mendukung distribusi di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat dengan pusat operasional di distribution center (DC) perusahaan di Karawang. Rute tersebut dipilih karena sesuai dengan kemampuan jelajah kendaraan yang mencapai sekitar 140 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Subagyo menambahkan, potensi efisiensi 41 persen tersebut baru dihitung dari sisi konsumsi energi. Perusahaan juga memperkirakan biaya perawatan kendaraan listrik akan lebih rendah dibandingkan armada konvensional.
“Perhitungan 41 persen itu baru dari sisi konsumsi energi. Kami juga meyakini biaya perawatan kendaraan listrik akan lebih rendah dibandingkan truk konvensional,” ujarnya.
Saat ini PT Fastana Logistik Indonesia baru mengoperasikan satu unit eCanter sebagai tahap awal. Jika hasil evaluasi operasional sesuai harapan, perusahaan membuka peluang menambah armada kendaraan listrik di masa mendatang.
“Ini menjadi proses pembelajaran bagi Kapal Api Group. Jika implementasinya berhasil di Fastana Logistik Indonesia, kami berharap perusahaan-perusahaan lain di dalam grup juga dapat mengadopsi kendaraan listrik,” tutur Subagyo.
Fuso eCanter yang diserahkan menggunakan baterai berkapasitas 83 kWh dengan jarak tempuh hingga 140 kilometer dalam sekali pengisian daya dan Gross Vehicle Weight (GVW) sebesar 6 ton. Truk listrik ini juga dibekali teknologi eAxle yang mengintegrasikan gardan, motor listrik, gear, dan inverter sehingga membuat proses perawatan lebih sederhana dan efisien.
Untuk mendukung operasional kendaraan listrik, Mitsubishi Fuso telah menyiapkan layanan purna jual melalui tiga dealer resmi di wilayah JABODETABEK. Fasilitas tersebut dilengkapi teknologi pemeriksaan baterai Xentry, EV Mobile Charger berkapasitas 65 kWh dengan kecepatan pengisian hingga 60 kW, serta mekanik bersertifikasi kendaraan listrik guna mendukung layanan Zero Down Time.
Subagyo menambahkan, proses pengadaan eCanter berlangsung relatif cepat. Setelah menerima presentasi dari Mitsubishi Fuso pada April 2026, perusahaan melakukan analisis internal dan uji coba kendaraan. Hasil evaluasi yang menunjukkan potensi efisiensi operasional mendorong perusahaan menerbitkan purchase order (PO) pada Juni 2026 atau sekitar dua bulan setelah proses kajian dimulai.
Implementasi eCanter di PT Fastana Logistik Indonesia menjadi langkah awal perusahaan dalam mengadopsi kendaraan niaga listrik untuk mendukung distribusi yang lebih efisien dan rendah emisi. Keberhasilan tahap awal ini akan menjadi dasar bagi perusahaan untuk mengevaluasi peluang penambahan armada listrik di masa mendatang, termasuk di lingkungan Kapal Api Group.(ibs)


















