• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Investasi S&P 500 dan Nasdaq Kini Bisa Mulai Rp11 Ribu, Kenalan dengan Tokenized ETF

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Senin, 3 Agustus 2026 - 11:03
in Ekonomi
Tokenisasi
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pasar saham Amerika Serikat (AS), khususnya indeks S&P 500 dan Nasdaq, masih menjadi salah satu tujuan utama investor global. Namun, bagi sebagian masyarakat Indonesia, berinvestasi di pasar AS kerap terkendala proses pembukaan rekening broker luar negeri yang cukup rumit, kebutuhan modal awal yang besar, hingga perbedaan jam perdagangan yang berlangsung pada tengah malam waktu Indonesia.

Kini, hambatan tersebut mulai teratasi melalui tokenized ETF, inovasi yang memungkinkan investor membeli representasi ETF global secara digital melalui teknologi blockchain dengan modal yang jauh lebih terjangkau.

BacaJuga:

Dari Tengah Rig, Pertamina Drilling Kobarkan Semangat Kemerdekaan dan Jaga Energi Indonesia

Bea Cukai Dorong Investasi dan Ekspor PT Kimia Jiuding Indonesia lewat Pemberian Fasilitas Kawasan Berikat

Hilirisasi Butuh SDM Unggul, Menaker: Industrialisasi Tak Bisa Jalan Sendiri

Mengutip Pintu Academy, platform edukasi milik aplikasi PINTU, tokenized ETF merupakan ETF yang kepemilikannya direpresentasikan dalam bentuk token di jaringan blockchain seperti Ethereum atau Solana. Aset yang menjadi dasar token tetap berupa ETF konvensional, seperti SPY yang melacak indeks S&P 500 atau QQQ yang mengikuti Nasdaq-100. Dengan demikian, ketika harga ETF acuan naik, nilai token yang merepresentasikannya juga akan meningkat.

Perkembangan industri ini terbilang pesat. Hingga Juni 2026, kapitalisasi pasar tokenized ETF telah mencapai sekitar US$150 juta atau meningkat hampir 400 persen dibandingkan September 2025.

Secara umum, terdapat dua model tokenized ETF. Pertama, synthetic, yang hanya melacak pergerakan harga melalui instrumen derivatif tanpa memiliki aset asli. Kedua, regulated/native, di mana token benar-benar mewakili kepemilikan atas ETF yang disimpan oleh kustodian resmi.

Cara Kerja Tokenized ETF

Dalam skema ini, manajer aset membeli ETF di pasar konvensional dan menyimpannya melalui kustodian. Selanjutnya, token dengan nilai yang setara diterbitkan di blockchain. Setiap perpindahan token dapat diverifikasi melalui smart contract yang sekaligus menjalankan proses kepatuhan seperti KYC dan AML secara otomatis.

Keunggulan utama tokenized ETF terletak pada proses penyelesaian transaksi (settlement). Jika ETF konvensional umumnya menggunakan sistem T+2, tokenized ETF memanfaatkan atomic settlement, yaitu perpindahan aset dan pembayaran berlangsung secara bersamaan dalam satu transaksi blockchain sehingga risiko gagal bayar dapat ditekan.

Apa Bedanya dengan ETF Konvensional?

Dibandingkan ETF biasa, tokenized ETF menawarkan sejumlah keunggulan. Investor dapat bertransaksi selama 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu di sebagian besar platform, memiliki akses kepemilikan fraksional tanpa harus membeli satu unit penuh, serta dapat berinvestasi melalui wallet crypto tanpa perlu membuka rekening broker asing.

Selain itu, proses settlement berlangsung jauh lebih cepat dibanding ETF konvensional. Meski demikian, dari sisi regulasi masih terdapat perbedaan. ETF biasa berada di bawah pengawasan otoritas pasar modal, sedangkan regulasi tokenized ETF di berbagai negara, termasuk Indonesia, masih terus berkembang.

Tetap Ada Risiko

Di balik kemudahannya, tokenized ETF juga memiliki sejumlah risiko yang perlu dipahami investor.

Sebagian besar tokenized ETF tidak memberikan kepemilikan langsung atas saham atau ETF yang menjadi aset dasar. Investor umumnya hanya memiliki klaim kontraktual terhadap kustodian atau special purpose vehicle (SPV) yang menyimpan aset tersebut.

Selain itu, likuiditas dapat terpecah karena aset yang sama diperdagangkan di berbagai blockchain maupun platform dengan harga yang berpotensi berbeda. Risiko lainnya berasal dari smart contract. Jika terdapat celah keamanan atau bug pada kode, dana investor berpotensi hilang tanpa mekanisme pemulihan sebagaimana di sistem keuangan tradisional. Karena itu, investor disarankan memilih platform yang telah melalui audit keamanan.

Sejumlah Pemain Besar Mulai Meramaikan Pasar

Sejumlah perusahaan global telah mengembangkan layanan tokenized ETF.

Ondo Finance, misalnya, menawarkan lebih dari 400 saham dan ETF yang telah ditokenisasi dengan total value locked (TVL) lebih dari US$899 juta dan volume transaksi kumulatif melampaui US$9 miliar sejak September 2025.

Sementara itu, xStocks yang dikembangkan Backed menyediakan lebih dari 100 saham dan ETF tokenized dengan volume transaksi sekitar US$25 miliar sejak Juni 2025.

Di segmen institusi, BlackRock melalui produk BUIDL yang diterbitkan bersama Securitize mengelola aset Treasury yang telah ditokenisasi dengan nilai lebih dari US$4 miliar. Produk ini saat ini ditujukan bagi investor institusional dengan investasi minimum US$5 juta.

Bisa Mulai Investasi dari Rp11 Ribu

Melalui fitur tokenisasi aset di aplikasi PINTU, masyarakat kini dapat membeli berbagai ETF global dengan modal mulai Rp11.000. Beberapa pilihan yang tersedia antara lain SPX (S&P 500), QQQx (Nasdaq), hingga VTIX (Vanguard ETF).

Untuk mulai berinvestasi, pengguna cukup menyelesaikan proses verifikasi identitas (KYC), melakukan deposit, kemudian membuka menu Market, memilih kategori ETF, menentukan aset yang diinginkan, dan memasukkan nominal investasi.

Tokenized ETF menawarkan alternatif baru bagi investor yang ingin mendiversifikasi portofolio ke pasar global dengan modal terjangkau dan akses perdagangan yang lebih fleksibel. Namun, sebelum berinvestasi, masyarakat tetap perlu memahami mekanisme, risiko, serta perkembangan regulasi agar dapat mengambil keputusan investasi secara bijak.(srv)

Tags: investasiinvestorNasdaqsahamTokenized ETF

Berita Terkait.

Dari Tengah Rig, Pertamina Drilling Kobarkan Semangat Kemerdekaan dan Jaga Energi Indonesia
Ekonomi

Dari Tengah Rig, Pertamina Drilling Kobarkan Semangat Kemerdekaan dan Jaga Energi Indonesia

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:21
Bea Cukai Dorong Investasi dan Ekspor PT Kimia Jiuding Indonesia lewat Pemberian Fasilitas Kawasan Berikat
Ekonomi

Bea Cukai Dorong Investasi dan Ekspor PT Kimia Jiuding Indonesia lewat Pemberian Fasilitas Kawasan Berikat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:37
pekerja
Ekonomi

Hilirisasi Butuh SDM Unggul, Menaker: Industrialisasi Tak Bisa Jalan Sendiri

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:13
rupiah
Ekonomi

Rupiah di Jalur Penguatan, Dua Agenda Besar Jadi Penentu Langkah Berikutnya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:21
kilang
Ekonomi

Semester I 2026, Penjualan EMP Tumbuh 19 Persen dan Laba Bersih Naik 27 Persen

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:55
nre
Ekonomi

Energi Surya Terangi Upacara Kemerdekaan Perdana Warga Pulau Sembur

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:46

BERITA POPULER

  • antam

    Harga Emas Pekan Depan Bakal Berayun, Selisih Proyeksi Capai Rp300 Ribu

    3227 shares
    Share 1291 Tweet 807
  • METOO Dorong Kesadaran Kesehatan Mulut Lewat Inovasi Perfume Toothpaste

    921 shares
    Share 368 Tweet 230
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3871 shares
    Share 1548 Tweet 968
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    874 shares
    Share 350 Tweet 219
  • FBR Kutuk Newport terkait Tantangan Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

    780 shares
    Share 312 Tweet 195
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.