INDOPOSCO.ID – Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatin), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengungkapkan, kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Troketon di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, berdampak pada sedikitnya 1.485 jiwa atau 473 kepala keluarga (KK).
Menurutnya, akibat kebakaran TPA Troketon, menyebabkan asap tebal menyelimuti permukiman warga di sekitar lokasi. “Api melahap timbunan sampah seluas sekitar 1.000 meter persegi dengan ketinggian mencapai 10 meter yang memiliki struktur terasering,” ujar Muhari dalam keterangan, Senin (3/8/2026).
“Peristiwa tersebut berdampak pada warga di Desa Kaligawe dan Desa Kalangan karena asap tebal menyebar hingga ke permukiman,” sambung Muhari.
Merespons kejadian tersebut, dikatakan dia, BPBD Kabupaten Klaten bersama Dinas Pemadam Kebakaran Klaten dan Sukoharjo, TNI, Polri, Dinas Lingkungan Hidup, PMI, serta berbagai organisasi relawan langsung melakukan kaji cepat dan upaya pemadaman secara intensif.
“Berkat kerja sama seluruh unsur di lapangan, api berhasil dipadamkan,” ucapnya.
“Penanganan dampak pascakebakaran masih terus dilakukan, terutama untuk mengurangi dampak paparan asap terhadap masyarakat,” imbuhnya.
Ia mencatat kebutuhan mendesak saat ini berupa distribusi masker bagi warga terdampak serta dukungan logistik untuk personel yang terlibat dalam proses pemadaman.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang berlaku hingga 31 Desember 2026.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi angin kencang,” ucapnya. (nas)


















