INDOPOSCO.ID – Autoridade Nacional do Petróleo (ANP) Timor Leste melakukan kunjungan kehormatan (courtesy visit) ke Indonesia Drilling Training Center (IDTC) milik PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) di Kabupaten Indramayu, Provinis Jawa Barat, Selasa (21/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor pengeboran minyak dan gas antara Indonesia dan Timor Leste.
Delegasi ANP dipimpin langsung oleh President of ANP Timor Leste Gualdino do Carmo da Silva dan disambut jajaran manajemen Pertamina Drilling, yakni Vice President Rig Services Operation Komedi, Vice President Non Rig Services Ryan Aditya Surya Wijaya, Manager Indonesia Drilling Training Center Chair Rony, Commercial Manager RM Dhimas, serta Manager Strategic Alliances & Partnership Eka Mardayanti.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau berbagai fasilitas pelatihan yang dimiliki IDTC, mulai dari drilling simulator, well control simulator, training rig, hingga berbagai sarana pendukung lainnya yang digunakan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja di industri hulu migas.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang telah disepakati antara Pertamina Drilling dan ANP Timor Leste. Kolaborasi tersebut mencakup penyelenggaraan pelatihan pengeboran minyak dan gas, program secondment, kunjungan lapangan ke anjungan pengeboran, hingga pengembangan kapasitas SDM di bidang pengeboran migas.
President of ANP Timor Leste, Gualdino do Carmo da Silva, mengapresiasi sambutan yang diberikan Pertamina Drilling dan menilai fasilitas pelatihan di IDTC telah memenuhi standar yang dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja migas Timor Leste.
Menurutnya, keberadaan simulator pengeboran, rig pelatihan, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya semakin memperkuat keyakinan bahwa IDTC merupakan tempat yang tepat untuk mencetak tenaga profesional di sektor pengeboran.
“Inilah pusat pelatihan yang kami harapkan untuk mengirim para profesional muda ANP agar belajar lebih banyak. Harapannya, ke depan mereka dapat kembali dan mengembangkan kompetensi tenaga kerja migas di Timor Leste sekaligus mempererat hubungan kedua negara,” ujar Gualdino.
Vice President Non Rig Services Pertamina Drilling, Ryan Aditya Surya Wijaya, mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperluas ruang kolaborasi antara Pertamina Drilling dan ANP Timor Leste.
“Kunjungan ini diharapkan menambah wawasan baru bagi tim ANP Timor Leste dalam membuka kesempatan kerja sama lainnya, tidak hanya dalam kerangka peningkatan kapasitas SDM migas di Timor Leste, tetapi juga mencakup berbagai studi strategis yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” kata Ryan.
Ia menambahkan, melalui Indonesia Drilling Training Center, Pertamina Drilling berkomitmen menghadirkan program pelatihan berstandar internasional yang mampu meningkatkan kompetensi tenaga kerja migas sekaligus menjadi wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan para mitra regional.
Menurut Ryan, pengembangan SDM menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung keberlanjutan industri energi, sehingga kerja sama lintas negara di bidang pelatihan dan transfer teknologi perlu terus diperkuat.
Sementara itu, Gualdino berharap kunjungan tersebut menjadi awal dari kerja sama jangka panjang, termasuk pengiriman angkatan pertama peserta pelatihan dari Timor Leste ke Indonesia.
“Kami berharap kunjungan ini bukan sekadar kunjungan kerja, tetapi menjadi awal dari kelompok pertama peserta dari Timor Leste yang mengikuti program pelatihan di sini. Terima kasih atas seluruh dukungan dan kehangatan yang kami terima,” tuturnya.
Selain Gualdino do Carmo da Silva, delegasi ANP Timor Leste juga dihadiri Executive Director of Exploration and Development Francelino Antonio Xavier Conceicao serta General Manager Human Resources Development (HRD) Zulficar Pires.
Melalui kerja sama ini, Pertamina Drilling dan ANP Timor Leste diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam mencetak tenaga profesional yang kompeten di bidang pengeboran migas, sekaligus mendukung pengembangan industri energi yang berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara. (rmn)


















