INDOPOSCO.ID – Artificial Intelligence (AI) memberikan kemudahan dalam pembelajaran. Dan hanya Universitas Terbuka (UT) satu-satunya perguruan tinggi yang menawarkan tempat ujian dimana saja sejak pendaftaran calon mahasiswa.
Pernyataan tersebut diungkapkan Direktur Universitas Terbuka (UT) Jakarta Moh Muzzammil kepada indoposco.id ditemui usai Orientasi Studi Mahasiswa Baru di kampus UT, Sabtu (1/8/2026).
Ia mengungkapkan, jumlah mahasiswa baru UT Jakarta untuk tahun ini meningkat. Dengan sejumlah program studi (Prodi) menjadi primadona mahasiswa baru.
“Tahun ini UT Jakarta menerima lebih dari 100 ribu mahasiswa baru. Dan jelas menyumbang angka partisipasi kasar (APK) perguruan tinggi,” ujarnya.
Ia menyebut, prodi manajemen, prodi hukum disusul program studi PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) paling banyak diminati mahasiswa baru.
“Rasa-rasanya tidak ada satu kecamatan tidak ada alumni UT,” kelakarnya.
Lebih jauh ia menuturkan, di era perkembangan AI, UT terus melakukan transformasi mulai dari pengembangan program pembelajaran hingga tahapan ujian mahasiswa. “Itu optimalisasi UT memanfaatkan teknologi, jadi mahasiswa bisa melakukan ujian di rumah. Tapi jangan coba-coba nyontek, pasti terdeteksi ,” ucapnya.
Hal yang sama diungkapkan Wakil Rektor (Warek) Bidang Keuangan, Sumber Daya dan Umum, Universitas Terbuka (UT) Adrian Sutawijaya. Ia mengungkapkan, jumlah mahasiswa baru di Prodi hukum lebih dari 100 ribu.
Menurut Adrian, transformasi UT juga menyasar layanan-layanan yang mendukung perkuliahan. Seperti penggunaan AI pada tutorial.
“Tapi itu tidak menggantikan manusia, karena AI tidak bisa melakukan inovasi,” ungkapnya.
Untuk itu, dikatakan dia, mahasiswa dituntut untuk terus meningkatkan soft skill atau kemampuan non-teknis. Terutama pada pemanfaatan teknologi AI.
“Jadi tidak hanya kemampuan akademik, kami juga tuntut mahasiswa tingkatkan soft skill terutama pada pemanfaatan AI,” ujarnya.
“Jadi kreativitas itu semua ada pada manusia, AI hanya pendukung saja, bukan utama,” imbuhnya.(nas)


















