INDOPOSCO.ID – Bencana kekeringan yang melanda sejumlah daerah di Indonesia terus meluas. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatin), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kekeringan kini telah berdampak pada 21.504 kepala keluarga (KK) atau 69.889 jiwa. Dan kekeringan di Kabupaten Bogor yang terjadi sejak 1 Juli 2026 masih berlangsung.
Selain Jawa Barat, dikatakan dia, kekeringan juga masih melanda sejumlah kabupaten di Jawa Tengah. “Di Kabupaten Banjarnegara, bencana yang terjadi sejak 22 Juni 2026 telah berdampak pada 3.805 KK atau 11.920 jiwa,” kata Muhari dalam keterangan, Rabu (29/7/2026).
Ia menyebut, hingga Selasa (28/7/2026) kemarin, BPBD setempat telah mendistribusikan 120.000 liter air bersih menggunakan 20 mobil tangki dan 16 trip kendaraan bak terbuka.
“Di Kabupaten Grobogan, kekeringan yang berlangsung sejak 1 Mei 2026 masih memengaruhi 1.434 KK,” ungkapnya.
“BPBD Kabupaten Grobogan telah menyalurkan 30.000 liter air bersih menggunakan dua unit mobil tangki,” imbuhnya.
Sementara, masih ujar Muhari, di Kabupaten Demak, kekeringan sejak 1 Juni 2026 berdampak pada 850 KK atau 2.490 jiwa. BPBD mendistribusikan 25.000 liter air bersih kepada warga Desa Undaan Kidul, Kecamatan Karanganyar.
“Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Banyumas. Kekeringan yang berlangsung sejak awal Juli 2026 kini berdampak pada 5.512 KK atau 17.692 jiwa,” ujarnya.
Sementara di Kabupaten Pemalang, menurutnya, kekeringan yang terjadi sejak 1 Juni 2026 berdampak pada 6.109 KK. Bantuan air bersih telah menjangkau 1.095 KK melalui BPBD, 420 KK melalui PMI, 487 KK melalui Baznas, serta 40 KK melalui Sabawana.
“Di Kabupaten Pekalongan, kekeringan yang terjadi sejak Juli 2026 berdampak pada 259 KK atau 458 jiwa. BPBD kembali menyalurkan 8.000 liter air bersih sehingga total bantuan yang telah didistribusikan mencapai 100.000 liter atau setara 25 tangki,” ungkapnya. (nas)


















