INDOPOSCO.ID – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan perguruan tinggi harus menjadi motor penggerak lahirnya industri-industri kreatif baru berbasis sains dan teknologi.
Karena itu, menurutnya, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) untuk membangun ekosistem ekonomi dan industri kreatif melalui pendidikan tinggi, riset, dan pengembangan talenta.
Brian menilai sektor ekonomi kreatif merupakan bidang yang paling dekat dengan ekosistem perguruan tinggi. Karena itu, kampus dinilai memiliki peluang besar menjadi pusat lahirnya inovasi sekaligus industri baru yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kami berharap kampus bisa mendorong lahirnya industri-industri baru. Industri kreatif menjadi sektor yang paling dekat dan paling mungkin didorong serta dikelola oleh perguruan tinggi,” ujar Brian dalam keterangan, Rabu (22/7/2026).
“Kami berharap akan lahir banyak pusat ekonomi baru melalui kampus,” sambung Brian.
Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya memaparkan implementasi Peraturan Presiden Nomor 37 Tahun 2026 tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045 sebagai dasar penguatan sinergi kedua kementerian.
Ia menyebut ada 4 fokus kerja sama, yakni pengembangan riset, penguatan pendidikan, fasilitasi hak kekayaan intelektual (HKI), serta program pendukung lainnya seperti kuota beasiswa ekonomi kreatif, Program ECHOES (Pengarusutamaan Ekonomi Kreatif di Kampus), dan penguatan Konsorsium Pendidikan Tinggi Ekonomi Kreatif.
“Kami juga membuka peluang kolaborasi dalam pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis pendidikan tinggi,” ujarnya.
Menjawab hal itu, Brian mengungkapkan Kemendiktisaintek tengah menyiapkan sekitar 50 Center of Excellence (CoE) di berbagai bidang strategis yang mengintegrasikan riset, pendidikan magister dan doktor, serta kemitraan dengan industri.
Menurutnya, ekonomi kreatif berpotensi menjadi salah satu bidang unggulan yang dikembangkan melalui skema tersebut sehingga mampu melahirkan startup berbasis riset dan inovasi dari lingkungan kampus.
“Kami sedang mendirikan sekitar 50 Center of Excellence yang fokus pada bidang tertentu. Kami melihat satu hingga tiga CoE dapat difokuskan pada ekonomi kreatif,” kata Brian.(nas)


















