• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Ratusan Flora Terancam Punah, BRIN: Indonesia Masih Minim Koleksi Cadangan di Kebun Raya

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 11:33
in Nasional
Kebun-Raya-Cibodas

Ilustrasi kebun raya. Foto: Dok BRIN

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencatat masih banyak tumbuhan langka Indonesia yang belum memiliki koleksi cadangan di jaringan kebun raya. Kondisi ini dinilai berisiko terhadap upaya pelestarian apabila terjadi bencana atau serangan penyakit di lokasi penyimpanan koleksi.

Peneliti BRIN, Lutfi, mengungkapkan Indonesia memiliki kekayaan flora yang sangat besar. Sekitar 8,4 persen flora vaskular dunia berasal dari Indonesia, meski luas daratan Indonesia hanya sekitar 1,3 persen dari total daratan dunia.

BacaJuga:

P2G: RUU Sisdiknas Belum Futuristik, Kesejahteraan Guru dan Dosen Belum Terjamin

Wamenkop: Gakoptindo Perlu Perkuat Rantai Pasok Tempe dan Tahu

Manajemen Talenta Segera Diterapkan, Menag: Jabatan ASN Kemenag Berdasarkan Kompetensi

“Angka tersebut menunjukkan betapa pentingnya peran Indonesia dalam menjaga keanekaragaman hayati dunia,” ujar Lutfi dalam keterangan, Selasa (21/7/2026).

Ia menjelaskan kajian dilakukan terhadap empat kategori tumbuhan berdasarkan Daftar Merah IUCN, yakni Extinct in the Wild (punah di alam liar), Critically Endangered (kritis), Endangered (genting), dan Vulnerable (rentan).

Hasil analisis menunjukkan kelompok Endangered dan Vulnerable mendominasi hingga sekitar 88,4 persen dari seluruh spesies yang dikaji. Artinya, sebagian besar tumbuhan tersebut masih ditemukan di habitat aslinya, tetapi populasinya terus mengalami penurunan sehingga memerlukan langkah konservasi yang lebih serius.

“Dari total 361 spesies tumbuhan yang masuk kategori terancam punah, sebanyak 214 spesies atau sekitar 59,3 persen merupakan flora asli Indonesia. Dan 63 spesies merupakan tumbuhan endemik yang hanya hidup di wilayah Indonesia,” ungkapnya.

Lutfi menegaskan, kepunahan spesies endemik akan menjadi kehilangan permanen bagi dunia karena tumbuhan tersebut tidak ditemukan di negara lain.
Salah satu contoh spesies yang telah berstatus Extinct in the Wild ialah mangga kasturi (Mangifera casturi).

“Saat ini keberadaannya di alam telah hilang dan hanya dapat dipertahankan melalui koleksi di kebun raya,” ucapnya.

Ia juga menuturkan, BRIN menemukan persoalan lain, yakni sebanyak 260 dari 361 spesies yang dikaji hanya tersimpan di satu kebun raya. Kondisi tersebut dinilai berisiko tinggi karena apabila kebun raya mengalami bencana atau wabah penyakit, tidak tersedia koleksi pengganti.

“Dari spesies yang hanya tersimpan di satu lokasi tersebut, terdapat 29 spesies berstatus kritis (Critically Endangered) serta 111 spesies yang masuk kategori tunggal ganda kritis,” terangnya.

Untuk mengurangi risiko tersebut, menurutnya, BRIN akan melakukan verifikasi kondisi koleksi di lapangan, mengaudit asal-usul koleksi, mengevaluasi kemampuan perbanyakan tanaman, serta memperbanyak spesies prioritas sebagai koleksi cadangan di kebun raya lainnya.

Menurut Lutfi, lima Kebun Raya BRIN bersama 44 kebun raya binaan perlu dikelola sebagai satu jaringan konservasi nasional yang saling mendukung. Pengembangannya juga harus disesuaikan dengan tiga kawasan fitogeografi Indonesia, yakni Sunda Shelf, Wallacea, dan Sahul Shelf.

Ia menambahkan, keberhasilan konservasi tumbuhan tidak hanya bergantung pada banyaknya koleksi yang dimiliki, tetapi juga pada sistem pengelolaan yang memastikan setiap spesies tetap hidup. Selain itu juga memiliki identitas yang valid, asal-usulnya terdokumentasi dengan baik, dan menjadi bagian dari jaringan konservasi nasional yang terintegrasi.(nas)

Tags: BRINkebun rayaTumbuhan Langka

Berita Terkait.

guru
Nasional

P2G: RUU Sisdiknas Belum Futuristik, Kesejahteraan Guru dan Dosen Belum Terjamin

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:27
kemenkop
Nasional

Wamenkop: Gakoptindo Perlu Perkuat Rantai Pasok Tempe dan Tahu

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:07
menag
Nasional

Manajemen Talenta Segera Diterapkan, Menag: Jabatan ASN Kemenag Berdasarkan Kompetensi

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:37
sutan
Nasional

DPD RI Kawal Program Perumahan agar Tepat Sasaran, Sultan: Rumah Layak Hak Rakyat

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:17
brin
Nasional

Indonesia Perkuat Kebijakan Konservasi Lewat Empat Dokumen Status Keanekaragaman Hayati

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:16
Karhutla
Nasional

Karhutla Meluas di Sejumlah Daerah, BNPB Ingatkan Risiko Meningkat Akibat Cuaca Kering

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:44

BERITA POPULER

  • messi

    Piala Dunia: Jelang Semifinal Kontra Inggris, Messi Pamitan dari Markas Argentina di Kansas

    12556 shares
    Share 5022 Tweet 3139
  • Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3176 shares
    Share 1270 Tweet 794
  • Suzuki Fronx Kuasai 35 Persen Pasar SUV Kompak di Indonesia

    2882 shares
    Share 1153 Tweet 721
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1413 shares
    Share 565 Tweet 353
  • Sah Jadi WNI, Mitchell Baker Bawa Postur Tinggi dan Insting Gol Mumpuni

    1083 shares
    Share 433 Tweet 271
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.