• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Keren, Peneliti BRIN Temukan Spesies Baru Ikan Gobi Udang di Banyuwangi

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 21 Juli 2026 - 06:06
in Nasional
ikan

Ilustrasi - Ikan. Foto: Dok INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kekayaan hayati laut Indonesia kembali bertambah. Tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mengidentifikasi spesies baru ikan hias laut gobi udang dari genus Tomiyamichthys yang ditemukan di perairan Banyuwangi, Jawa Timur. Spesies tersebut diberi nama Tomiyamichthys oriens (T. oriens).

Penemuan spesies baru ikan gobi ini merupakan hasil penelitian Kunto Wibowo, Hilda M. Pratiwi, Anik B. Dharmayanthi, Agus Priyadi, dan Ruby V. Kusumah dari BRIN yang berkolaborasi dengan Djohan Tjiptadi serta Wiwi Tarmini dari CV Cahaya Baru.

BacaJuga:

Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

Cegah Penyalahgunaan, Menkum Dorong Percepatan E-Notary dan Perkuat Integritas Notaris

Kajian dilakukan terhadap dua individu ikan gobi udang yang dikoleksi dari perairan Banyuwangi. Tim peneliti kemudian melakukan identifikasi menggunakan pendekatan morfologi serta analisis DNA mitokondria cytochrome c oxidase subunit I (COI).

Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi, BRIN, Kunto Wibowo menjelaskan, bahwa penetapan spesies baru dilakukan melalui pendekatan taksonomi integratif, sehingga tidak hanya mengandalkan satu metode identifikasi.

“Kami mengombinasikan karakter morfologi dengan analisis DNA untuk memperoleh bukti yang lebih komprehensif. Hasilnya menunjukkan T. oriens memiliki karakter yang konsisten dan berbeda dari spesies terdekatnya sehingga layak ditetapkan sebagai spesies baru,” ujar Kunto dalam keterangan, Senin (20/7/2026).

Hasil penelitian menunjukkan T. oriens memiliki kemiripan dengan Tomiyamichthys hyacinthinus yang berasal dari Jepang. Namun, setelah dilakukan pengamatan lebih rinci ditemukan sejumlah perbedaan mendasar, mulai dari jumlah jari-jari sirip, jumlah sisik, jumlah jari-jari insang, pola warna tubuh, hingga karakter genetiknya.

Analisis DNA juga memperlihatkan adanya perbedaan genetik sebesar 3,1 persen dibandingkan T. hyacinthinus. Selain itu, spesies baru ini memiliki ciri khas berupa lima bercak jingga terang besar di sepanjang tubuh, bercak kuning kecil pada bagian kepala, serta dua filamen memanjang pada sirip punggung pertama ikan jantan.

Kunto mengatakan, nama oriens berasal dari bahasa Latin yang berarti “timur” atau “matahari terbit”. Nama tersebut dipilih karena terinspirasi warna jingga cerah pada tubuh ikan sekaligus merujuk pada Banyuwangi yang dikenal sebagai The Sunrise of Java.

“Penamaan spesies ini juga menjadi bentuk pengakuan terhadap lokasi penemuannya. Kami berharap temuan ini dapat menjadi pemicu penelitian lanjutan untuk mengungkap kekayaan biodiversitas laut Indonesia yang masih sangat besar,” katanya.

Hingga kini, T. oriens baru diketahui menghuni kawasan pesisir Banyuwangi dengan habitat dasar berpasir. Berdasarkan informasi nelayan setempat, ikan tersebut ditemukan di perairan dangkal. Meski demikian, hubungan ekologisnya dengan udang, yang umumnya menjadi pasangan hidup ikan gobi, masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Penemuan T. oriens sekaligus menambah daftar spesies ikan yang berhasil dideskripsikan dari perairan Indonesia. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa kawasan pesisir Nusantara masih menyimpan potensi biodiversitas yang sangat besar dan belum sepenuhnya terdokumentasi. (nas)

Tags: BanyuwangiBRINIkan Gobi Udang

Berita Terkait.

Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan
Nasional

Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 23:20
Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon
Nasional

Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:57
Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan
Nasional

Cegah Penyalahgunaan, Menkum Dorong Percepatan E-Notary dan Perkuat Integritas Notaris

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:23
Pemilihan Ketua Umum IKA FH Trisakti Diwarnai Keberatan Peserta
Nasional

Pemilihan Ketua Umum IKA FH Trisakti Diwarnai Keberatan Peserta

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:04
Tinjau Karhutla Way Kambas, Kepala BNPB Sebut 40 Hektare Lahan Belum Padam
Nasional

Kemendagri Dorong Penguatan Peran Karang Taruna sebagai Penggerak Pembangunan Nasional

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:06
Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan
Nasional

Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:51

OLAHRAGA

NOC Indonesia
Olahraga

Menuju Dakar 2026, NOC Indonesia Resmi Lepas 12 Atlet Muda Terbaik

Editor Folber Siallagan
Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:22

INDOPOSCO.ID – Sebanyak 12 atlet muda Indonesia bersiap membawa Merah Putih ke panggung dunia melalui Youth Olympic Games (YOG) Dakar...

SelengkapnyaDetails
champion

Hasil Liga Champions: MU Dipermak Como, Bayern Gagal Menang Atas Arsenal

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:10
persija

Persija vs Arema: Shin Tae-yong Siapkan Strategi Redam Singo Edan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:51
Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:16
Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:31

BERITA POPULER

  • Inovasi Hijau Garuda-EIGER, Material Bekas Pesawat Disulap Jadi Tas Fungsional

    Bea Cukai Gagalkan Pengangkutan 1,6 Juta Batang Rokok Ilegal di Tol Ciperna

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    898 shares
    Share 359 Tweet 225
  • Napoleon Bonaparte Tutup Usia, Dokter Tifa: Pertemuan Minggu Lalu Jadi Kenangan Terakhir

    875 shares
    Share 350 Tweet 219
  • Timnas Futsal Indonesia Gagal Bersinar di Brasil, FFI Soroti Pembenahan Tim dan Tata Kelola

    769 shares
    Share 308 Tweet 192
  • Pernyataan Menkes Soal ‘Adaptasi’ Karhutla Tuai Polemik, Kemenkes Klaim Tak Pasrah

    756 shares
    Share 302 Tweet 189
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.