• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Bumi Hangus

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 20 Juli 2026 - 08:00
in Disway
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Dahlan Iskan

INDOPOSCO.ID – Saya amati apa yang terjadi dua hari terakhir ini: mulai ada arus balik.

BacaJuga:

Durian Jonathan

Debat Muktamar

Taruna Kelapa

Mulai ada yang membela Febrie Adriansyah.

Sudah ada dua tokoh yang muncul ke permukaan: pengacaranya yang hot, Hotman Paris dan aktivis pembela rakyat tertindas Said Didu.

Hotman mempersoalkan keabsahan status tersangka Febrie. Status itu dikenakan saat Febrie masih menjabat jaksa agung muda tindak pidana khusus –instansi pemberantas korupsi tertinggi di republik ini.

Harusnya, kata Hotman, polisi minta izin presiden dulu. Mengapa sekadar konsultasi pun tidak. Padahal Febrie orang yang jadi andalan presiden.

Said Didu lebih dalam lagi: menganggap langkah memperkarakan Febrie itu sebagai serangan balik atas ketegasan Febrie dalam melawan oligarki. Termasuk dalam melakukan menyitaan lahan dan kebun sawit yang dikuasai mereka: 4,1 juta hektare.

Pernyataan Hotman itu telah menimbulkan kemarahan publik yang sangat luas. Tapi karena ia menempatkan diri sebagai pengacara Febrie maka anggap saja itu bagian dari taktiknya dalam melakukan pembelaan: agar timbul kesan Febrie itu sangat dekat dengan Presiden Prabowo. Kesan yang diharapkan berikutnya: mengganggu Febrie sama dengan mengganggu program presiden.

Febrie pun mulai mengeluarkan kartu-kartunya. Tidak secara langsung tapi bisa dibaca dengan jelas.

Misalnya yang dibuka lewat pengacara Don Ritto, Handika Honggowoso. “Uang dan emas yang ditemukan saat penggeledahan itu adalah milik Idon,” kata Handika.

Idon adalah panggilan Don Ritto.

Rumah yang di Sentul itu pun, katanya, awalnya memang milik Febrie tapi sudah dalam penguasaan Idon. Yakni untuk kegiatan sebuah yayasan keluarga. Sejak 2023. Artinya, Febrie tidak tahu-menahu soal ditemukannnya uang ratusan miliar di situ.

Berarti sudah ada strategi yang disepakati: strategi bumi hangus. Yang dihanguskan buminya Don Ritto.

Rupanya sudah ada kesepakatan internal: timpakan seluruh kesalahan pada Don Ritto. Bersihkan nama Febrie. Don Ritto-lah yang kotor. Febrie itu bersih.

Kita lihat saja seberapa lihai Handika menyelamatkan Febrie lewat bumi hangus Idon.

Nama Handika memang sesekali muncul dalam perkara korupsi besar. Ia ikut dalam tim pembela Anas Urbaningrum dalam perkara Hambalang. Ia juga ikut tampil dalam perkara Jiwasraya. Pun dalam perkara mantan Gubernur Jambi Zumi Zola. Termasuk juga dalam perkara e-KTP.

Handika orang Solo: alumnus fakultas hukum Universitas Negeri Sebelas Maret, UNS. Saat mahasiswa ia sering ikut demo. Di masa itu teman-temannya memanggilnya Acong.

Seniornya di Solo mengatakan nama asli pengacara itu awalnya hanya satu kata: Handika. Setelah jadi pengacara ia pergi ke pengadilan untuk mendaftarkan nama baru: Handika Honggowoso. Terbaca lebih keren dan ningrat.

Zaman itu mahasiawa radikal UNS kalah radikal dengan mahasiswa UMS –Universitas Muhammadiyah Solo. Kalau pendemo dari UNS dengar akan dikejar aparat mereka bersembunyi di UMS.

Kini Handika berada di pusaran perkara sangat besar. Bukan sebagai anggota tim melainkan sebagai leader.

Si hot Hotman memang pengacara resmi Febrie, tapi yang akan menyelamatkan Febrie adalah pengacara Idon.

Don Ritto sendiri masih dalam tahanan polisi. Idon orang Jambi sebagaimana Febrie. Idon juga sesama alumnus fakultas hukum Universitas Jambi. Awalnya Idon mendirikan kantor pengacara di Jambi, tapi pindah ke Bandung setelah istri dan anaknya meninggal.

Di Bandung, Idon pun menjadi sangat dekat dengan Febrie. Begitu Febrie menjadi pejabat teras di kejaksaan agung Idon mendirikan banyak perusahaan. Awalnya saya mengira seluruh harta yang ditemukan polisi itu akan ”diakui” sebagai harta perusahaan Idon. Ternyata saya salah prediksi: harta itu diakui milik Idon.

Saya tidak tahu mana yang lebih membuat polisi sulit mengungkap: diakui sebagai milik pribadi Idon atau sebagai milik perusahaan Idon.

Perkara Don Ritto sendiri kini masih di tangan polisi. Belum ikut yang dilimpahkan ke kejaksaan. Berarti polisi masih punya kendali atas nasib Febrie lewat pendalaman perkara Idon.

Idon memang akan membakar diri. Tapi apinya dipegang polisi. (Dahlan Iskan)

Tags: disway

Berita Terkait.

disway
Disway

Durian Jonathan

Minggu, 27 September 2026 - 08:00
Debat Muktamar
Disway

Debat Muktamar

Sabtu, 26 September 2026 - 07:43
disway
Disway

Taruna Kelapa

Kamis, 24 September 2026 - 08:00
Disway

ArtSubs Rambat

Rabu, 23 September 2026 - 08:00
disway
Disway

Palung Langit

Selasa, 22 September 2026 - 08:00
disway
Disway

Doa Mahjong

Minggu, 20 September 2026 - 08:00

OLAHRAGA

Rahmat-Erwin-Abdullah
Olahraga

Pecahkan Rekor Dunia, Rahmat Erwin Sumbang Emas Kedua Indonesia di Asian Games 2026

Editor Nelly Marinda Situmorang
Minggu, 27 September 2026 - 09:41

​INDOPOSCO.ID - Cabang olahraga (cabor) angkat besi kembali mengharumkan nama bangsa di panggung olahraga bergengsi se-Asia. Lifter andalan Indonesia, Rahmat...

SelengkapnyaDetails
Karate

FORTIS Series-II 2026 Siapkan 231 Kelas, Bidik 1.750 Atlet Karate

Sabtu, 26 September 2026 - 22:12
Jadi Tersangka Korupsi, Aset Miliaran Rupiah Bupati Gowa Disita Polri

Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

Sabtu, 26 September 2026 - 13:09
Analis: MK Dihadapkan 2 Lapis Persoalan dalam Gugatan Gibran

Reaksi Ole Romeny Usai Indonesia Tekuk Singapura di FIFA ASEAN Cup

Sabtu, 26 September 2026 - 11:10
laga

Laga Pembuka FIFA ASEAN Cup 2026, 3.582 Personel Gabungan Dikerahkan

Jumat, 25 September 2026 - 17:36

BERITA POPULER

  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3895 shares
    Share 1558 Tweet 974
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1030 shares
    Share 412 Tweet 258
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1016 shares
    Share 406 Tweet 254
  • Soal Klaster Mewah di Lapas Cibinong, Pakar Hukum Minta Menteri Imipas Terima Sanksi

    1007 shares
    Share 403 Tweet 252
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    996 shares
    Share 398 Tweet 249
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.