INDOPOSCO.ID – Komitmen PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) dalam menghadirkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang inovatif dan berdampak nyata bagi masyarakat mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (Pemkab PPU). Perusahaan menerima Piagam Penghargaan atas kontribusinya melalui berbagai program Pengembangan dan Pelibatan Masyarakat (PPM) yang mendukung peningkatan ekonomi warga, ketahanan pangan, hingga pelestarian lingkungan.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor kepada Head of Communication, Relations & CID PHKT Elis Fauziyah dalam Rapat Koordinasi Forum CSR Tahun 2026 di Kantor Bupati PPU, Selasa (14/7/2026). Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas konsistensi PHKT dalam menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang sejalan dengan prioritas pembangunan daerah.
Sejumlah program unggulan PHKT yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di antaranya Semur Cendawan (Semai Jamur dengan Cerdas dan Berwawasan Pangan), GERBANG INSAN MAPAN (Gerakan Pembangunan Integrasi Perikanan dan Pertanian Menuju Kemandirian Pangan), serta PUSAKA (Pemanfaatan Ulang Sabut Kelapa). Ketiga program tersebut tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga mendorong pemanfaatan potensi lokal dan penerapan ekonomi sirkular.
Dalam sambutannya, Bupati PPU Mudyat Noor menegaskan bahwa pelaksanaan CSR bukan sekadar bentuk kedermawanan perusahaan, melainkan bagian dari tanggung jawab yang harus dirancang secara terukur agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, di tengah keterbatasan fiskal daerah, sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha menjadi faktor penting dalam mempercepat pembangunan. Ia juga mendorong agar penyusunan program CSR dilakukan bersama pemerintah desa, kecamatan, dan perusahaan sejak tahap perencanaan sehingga lebih tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.
“Kalau program CSR tepat sasaran, masyarakat akan merasakan langsung manfaat kehadiran perusahaan. Ini juga akan memperkuat dukungan masyarakat terhadap kelancaran operasional perusahaan itu sendiri,” ujar Mudyat.
Forum CSR 2026 yang mengusung tema “Sinergi dan Kolaborasi Pemerintah Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Badan Usaha dalam Pembangunan Daerah” turut dihadiri Wakil Bupati Abdul Waris Muin, Sekretaris Daerah Tohar, jajaran perangkat daerah, perwakilan 37 perusahaan anggota Forum CSR, akademisi, hingga unsur Lembaga Anti Korupsi Indonesia (LAKI).
Sekretaris Daerah PPU Tohar menilai CSR seharusnya dipandang sebagai investasi jangka panjang perusahaan. Program yang dirancang secara berkelanjutan dinilai mampu memperkuat hubungan perusahaan dengan masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan operasional perusahaan.
Head of Communication, Relations & CID PHKT Elis Fauziyah mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus menghadirkan program CSR yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.
“Bagi kami, penghargaan ini menjadi energi positif untuk terus mengembangkan program-program yang mampu meningkatkan kapasitas masyarakat, melahirkan inovasi lokal, memperkuat ekonomi inklusif, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Elis.
Ia menjelaskan, PHKT memandang CSR sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat. Karena itu, seluruh program dikembangkan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan agar benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.
Salah satu program unggulan, Semur Cendawan di Kelurahan Waru, mendorong masyarakat membudidayakan jamur tiram sebagai sumber pangan sekaligus tambahan pendapatan keluarga. Sementara GERBANG INSAN MAPAN mengembangkan konsep pertanian terpadu melalui budidaya hortikultura, mina padi, perikanan terpadu, hingga pemanfaatan Black Soldier Fly (BSF) sebagai pakan ternak.
Di bidang lingkungan, PHKT mengembangkan Program PUSAKA di Kelurahan Saloloang dengan mengolah limbah sabut kelapa menjadi produk bernilai ekonomi seperti cocofiber, cocopeat, cocopot, dan cocomesh. Program ini dilengkapi fasilitas mesin pengurai serta pelatihan bagi kelompok perempuan dan ibu rumah tangga sehingga mampu mengurangi pencemaran akibat pembakaran limbah sekaligus membuka peluang usaha berbasis ekonomi sirkular.
Manager Communication Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Dony Indrawan mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perusahaan dan pemerintah daerah mampu menghasilkan program pemberdayaan yang berkelanjutan.
“Di PHI, kami percaya bahwa hubungan yang harmonis dengan masyarakat yang berdaya dan mandiri serta lingkungan yang lestari akan mendukung keberlanjutan produksi migas perusahaan untuk puluhan tahun ke depan. Karena itu, kami terus mengembangkan program PPM bersama pemerintah daerah guna memperkuat kemandirian masyarakat dan menjaga keberlanjutan lingkungan,” kata Dony.
Menurutnya, PHI bersama seluruh anak perusahaannya, termasuk PHKT, akan terus mendukung program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai inisiatif pemberdayaan di sekitar wilayah operasi perusahaan. (srv)

















