• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Kelapa Sawit Jadi Pilar Strategis Ketahanan Pangan Nasional dan Global

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:05
in Ekonomi
Petani memanen tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di salah satu perkebunan sawit di Indonesia. Foto: Dokumen BPDP

Petani memanen tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di salah satu perkebunan sawit di Indonesia. Foto: Dokumen BPDP

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Industri kelapa sawit dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menopang kebutuhan minyak nabati dunia. Selain mampu menjamin ketersediaan pasokan dan menjaga keterjangkauan harga, komoditas ini juga dinilai memiliki produktivitas tinggi sehingga menjadi solusi di tengah keterbatasan lahan pertanian global.

Kepala Pusat South East Asia Food and Agriculture Science & Technology (SEAFAST) Center IPB University, Puspo Edi Giriwono, mengatakan Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia memiliki kapasitas produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sekitar 53 juta ton per tahun. Volume tersebut tidak hanya mencukupi seluruh kebutuhan minyak nabati domestik, tetapi juga menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemasok utama kebutuhan minyak nabati dunia.

BacaJuga:

Mendag: IP-CEPA Jadi Pintu Strategis Ekspor RI Tembus Amerika Latin

Gapoktan Gunungkidul Sulap Limbah Ternak Jadi 14 Ton Pupuk Organik, Raup Nilai Ekonomi Rp15,4 Juta

Elnusa Petrofin Tambah Armada dan Personel, Distribusi BBM Sumatera Utara Kembali Normal

“Minyak sawit Indonesia mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri hingga 100 persen, bahkan surplus sehingga dapat memenuhi kebutuhan minyak nabati global,” ujar Puspo di Jakarta, dikutip Sabtu (18/7/2026).

Menurutnya, posisi strategis kelapa sawit akan makin penting seiring meningkatnya jumlah penduduk dunia. Pada 2050, populasi global diperkirakan mencapai 10 hingga 11 miliar jiwa dengan kebutuhan minyak nabati sekitar 250 juta ton per tahun. Dalam kondisi lahan yang semakin terbatas, peningkatan produktivitas kelapa sawit dinilai menjadi solusi paling efektif untuk memenuhi kebutuhan tersebut tanpa mendorong pembukaan hutan baru.

“Komoditas yang mampu menghasilkan produktivitas tinggi di tengah keterbatasan lahan adalah kelapa sawit. Inilah yang dapat menjawab kebutuhan minyak nabati bagi populasi dunia di masa depan,” katanya.

Tak hanya unggul dari sisi produktivitas, Puspo juga menilai Indonesia perlu mempercepat pengembangan industri hilir berbasis sawit agar tidak hanya menjadi eksportir bahan baku, tetapi juga produsen berbagai produk pangan bernilai tambah tinggi. Saat ini minyak sawit telah menjadi bahan baku utama berbagai produk seperti minyak goreng, margarin, cokelat, hingga beragam makanan olahan.

Menurut dia, peluang pengembangan produk turunan sawit di dalam negeri masih sangat besar. Sejumlah negara bahkan mampu mengolah bahan baku sawit hingga berbagai tahapan lanjutan sehingga menghasilkan produk pangan spesialis dengan nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi.

“Semua yang Anda makan itu ada minyak sawit. Karena minyak sawit sangat fleksibel dan memiliki harga yang terjangkau,” ujarnya.

Upaya memperkuat hilirisasi tersebut juga didukung pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) yang menjalankan Program Pangan dan Hilirisasi. Program ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah industri sawit melalui pendanaan riset, pembangunan infrastruktur, serta penguatan kemitraan industri agar Indonesia menjadi pusat industri pangan berbasis sawit yang berkelanjutan dan inovatif.

Puspo menilai salah satu fokus yang perlu diperkuat adalah pengembangan minyak sawit merah (red palm oil). Produk ini memiliki kandungan antioksidan, beta-karoten, dan vitamin E yang tinggi sehingga berpotensi memberikan manfaat kesehatan sekaligus menjadi produk hilir bernilai ekonomi tinggi.

“Minyak sawit merah memiliki kandungan antioksidan yang sangat tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan. Potensi ini perlu terus dioptimalkan,” katanya.

Ia menjelaskan, minyak sawit merah berpotensi dimanfaatkan untuk meningkatkan fungsi kognitif, menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, hingga mendukung program pemerintah dalam penanganan stunting melalui peningkatan kualitas gizi masyarakat.

“Minyak sawit merah dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan kognitif sekaligus membantu mengatasi persoalan stunting melalui perbaikan gizi anak-anak Indonesia,” pungkasnya. (rmn)

Tags: BPDPIndustri Kelapa SawitMinyak SawitPuspo Edi GiriwonoSEAFAST Center IPB University

Berita Terkait.

Mendag: IP-CEPA Jadi Pintu Strategis Ekspor RI Tembus Amerika Latin
Ekonomi

Mendag: IP-CEPA Jadi Pintu Strategis Ekspor RI Tembus Amerika Latin

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:33
pasir
Ekonomi

Gapoktan Gunungkidul Sulap Limbah Ternak Jadi 14 Ton Pupuk Organik, Raup Nilai Ekonomi Rp15,4 Juta

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:07
elnusa
Ekonomi

Elnusa Petrofin Tambah Armada dan Personel, Distribusi BBM Sumatera Utara Kembali Normal

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:06
foto
Ekonomi

PDC Integrasikan Lebih dari 50 Ribu Data Operasional, Percepat Transformasi Digital Perusahaan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:15
bag
Ekonomi

Perkuat Keselamatan Pelayaran, PT BAg Upgrade Sistem Navigasi Armada

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:04
pgn
Ekonomi

PGN Area Bogor Gaet Pelanggan Industri Baru, Perkuat Transisi Energi Sektor Manufaktur

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:13

BERITA POPULER

  • messi

    Piala Dunia: Jelang Semifinal Kontra Inggris, Messi Pamitan dari Markas Argentina di Kansas

    12518 shares
    Share 5007 Tweet 3130
  • Suzuki Fronx Kuasai 35 Persen Pasar SUV Kompak di Indonesia

    2836 shares
    Share 1134 Tweet 709
  • Piala Dunia 2026: Wasit Kontroversial AS Pimpin Semifinal Argentina vs Inggris

    1277 shares
    Share 511 Tweet 319
  • Sah Jadi WNI, Mitchell Baker Bawa Postur Tinggi dan Insting Gol Mumpuni

    1074 shares
    Share 430 Tweet 269
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1066 shares
    Share 426 Tweet 267
Final Piala Dunia 2026: Scaloni Hadapi Dilema Personal Lawan Spanyol
Olahraga

Final Piala Dunia 2026: Scaloni Hadapi Dilema Personal Lawan Spanyol

Editor Juni Armanto
Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:16

INDOPOSCO.ID - Pelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni berada di ambang sejarah besar untuk merengkuh trofi Piala Dunia keduanya. Namun, laga...

SelengkapnyaDetails
Alasan Takhayul, Angel Di Maria Ogah Tonton Langsung Final Piala Dunia 2026

Alasan Takhayul, Angel Di Maria Ogah Tonton Langsung Final Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 22:49
Timnas-Argentina

FIFA Mulai Investigasi Soal Pembentangan Spanduk Las Malvinas

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:14
Timnas-Argentina

Pemain Argentina Bentangkan Spanduk Klaim Falkland, Inggris Desak FIFA Turun Tangan

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:31
Kane

Hasil Piala Dunia: Inggris Ditekuk Argentina, Harry Kane Sesali Strategi Parkir Bus yang Berujung Petaka

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:30
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.