INDOPOSCO.ID – PT Patra Drilling Contractor (PDC) terus mempercepat transformasi digital perusahaan dengan mengintegrasikan lebih dari 50 ribu data operasional ke dalam sistem terpusat. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat tata kelola data sekaligus meningkatkan efektivitas proses bisnis melalui pemanfaatan informasi yang lebih akurat, konsisten, dan mudah diakses.
Integrasi tersebut dilakukan melalui migrasi 36.837 data AP Tracking, 13.816 data AR Tracking, serta 371 data UMK Online ke sistem baru yang telah disesuaikan dengan standar perusahaan. Seluruh proses merupakan implementasi konsep Single Source of Truth (SSOT), yakni sistem pengelolaan data yang memastikan seluruh unit kerja menggunakan satu sumber informasi yang sama dalam menjalankan aktivitas bisnis.
Manager ICT PDC, Harmeiya Habonaran Harahap, mengatakan transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan teknologi terbaru, tetapi juga bagaimana perusahaan membangun tata kelola informasi yang mampu mendukung proses bisnis secara menyeluruh.
“Transformasi digital bukan sekadar menghadirkan aplikasi baru, tetapi memastikan seluruh fungsi di perusahaan menggunakan data yang sama sebagai dasar dalam menjalankan proses bisnis. Dengan data yang terintegrasi, koordinasi menjadi lebih efektif, proses pengambilan keputusan lebih cepat, dan potensi perbedaan informasi antar fungsi dapat diminimalkan,” ujarnya, dikutip Sabtu )(18/7/2026).
Harmeiya menjelaskan, seluruh data yang dimigrasikan mencakup histori transaksi dari ketiga aplikasi sehingga tetap dapat dimanfaatkan tanpa mengurangi integritas, akurasi, maupun keterlacakan informasi. Dengan sistem yang terintegrasi, PDC juga memiliki fondasi data yang lebih adaptif untuk mendukung kebutuhan operasional serta pengembangan bisnis perusahaan di masa mendatang.
Tak hanya berfokus pada migrasi data, PDC juga menyelaraskan pengembangan aplikasi dengan kebutuhan pengguna di berbagai fungsi perusahaan. Penyempurnaan dilakukan melalui diskusi intensif bersama pengguna agar fitur dan alur kerja yang dikembangkan mampu mendukung aktivitas operasional secara lebih efektif.
Sebelum diterapkan secara penuh, sistem tersebut melewati tahapan User Acceptance Test (UAT) untuk memastikan seluruh fitur telah sesuai dengan kebutuhan pengguna. Proses ini menjadi bagian penting dalam menghadirkan aplikasi yang andal, mudah digunakan, serta mampu meningkatkan produktivitas kerja di seluruh unit bisnis.
Harmeiya menambahkan, penerapan sistem terintegrasi merupakan salah satu fondasi utama dalam perjalanan transformasi digital PDC. Dengan tata kelola data yang semakin kuat, perusahaan optimistis mampu mempercepat proses pengambilan keputusan berbasis data, meningkatkan kolaborasi antar fungsi, serta menciptakan operasional yang lebih efisien dan adaptif terhadap dinamika bisnis.
Melalui implementasi Single Source of Truth, PDC menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat digitalisasi perusahaan sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Integrasi data yang terpusat diharapkan mampu mendukung peningkatan produktivitas, memperkuat tata kelola perusahaan, serta menciptakan proses bisnis yang lebih unggul, transparan, dan berkelanjutan. (srv)

















