• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Gapoktan Gunungkidul Sulap Limbah Ternak Jadi 14 Ton Pupuk Organik, Raup Nilai Ekonomi Rp15,4 Juta

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:07
in Ekonomi
pasir

Suasana proses bongkar muat pupuk organik yang akan didistribusikan kepada petani. Foto: Dokumen PLN EPI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Program Desa Berdaya Energi yang dikembangkan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) kembali menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui pemanfaatan limbah peternakan menjadi pupuk organik, kelompok tani di Kalurahan Gombang dan Kalurahan Karangasem, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta berhasil memproduksi sekitar 14 ton pupuk organik hingga pertengahan 2026.

Produksi pupuk tersebut menghasilkan nilai ekonomi sekitar Rp15,4 juta, memberikan tambahan pendapatan masing-masing kelompok tani sebesar Rp7,7 juta, sekaligus menciptakan potensi penghematan biaya pembelian pupuk hingga Rp75,6 juta bagi masyarakat. Capaian ini menjadi bukti bahwa limbah peternakan dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus mendukung penerapan ekonomi sirkular di tingkat desa.

BacaJuga:

Mendag: IP-CEPA Jadi Pintu Strategis Ekspor RI Tembus Amerika Latin

Elnusa Petrofin Tambah Armada dan Personel, Distribusi BBM Sumatera Utara Kembali Normal

PDC Integrasikan Lebih dari 50 Ribu Data Operasional, Percepat Transformasi Digital Perusahaan

Keberhasilan tersebut merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Energi yang dijalankan PLN EPI sejak 2024. Program ini mengintegrasikan sektor peternakan, pertanian, pengolahan pupuk organik, pengembangan tanaman hijauan pakan ternak, hingga biomassa dalam satu ekosistem pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Salah satu implementasi utamanya adalah pemanfaatan kotoran kambing Peranakan Etawa (PE) dan sapi sebagai bahan baku pupuk organik. Hingga saat ini, sekitar 350 kilogram kotoran ternak telah dimanfaatkan sebagai campuran produksi pupuk. Selama hampir dua tahun pelaksanaan program, total limbah ternak yang dihasilkan diperkirakan mencapai 23 ton di Kalurahan Gombang dan 15 ton di Kalurahan Karangasem, yang seluruhnya dimanfaatkan untuk mendukung sistem pertanian terpadu.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, mengatakan pengembangan pupuk organik merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam membangun desa yang mandiri melalui pemanfaatan potensi lokal dan penerapan prinsip keberlanjutan.

“Melalui Program Desa Berdaya Energi, PLN EPI mendorong masyarakat untuk mengubah limbah menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat praktik ekonomi sirkular yang menjaga keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan,” ujar Mamit, dikutip Sabtu (18/7/2026).

Menurutnya, seluruh aktivitas dalam program dirancang saling terhubung dalam satu siklus yang berkelanjutan. Limbah peternakan diolah menjadi pupuk organik, pupuk dimanfaatkan untuk membudidayakan tanaman multifungsi seperti Indigofera, Kaliandra, dan Jatiputih, sementara daun tanaman tersebut kembali digunakan sebagai pakan ternak. Pola tersebut menciptakan sistem yang efisien, minim limbah, sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian dan peternakan.

Selain menghasilkan pendapatan baru, penggunaan pupuk organik juga memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi petani. Apabila kebutuhan 14 ton pupuk dipenuhi menggunakan pupuk urea, masyarakat diperkirakan harus mengeluarkan biaya sekitar Rp91 juta. Dengan memanfaatkan pupuk organik hasil produksi kelompok, biaya tersebut dapat ditekan sehingga tercipta potensi penghematan hingga Rp75,6 juta.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Asem Mulya, Sunarto, menyatakan pendampingan PLN EPI telah mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah peternakan.

“Sebelumnya kotoran ternak hanya dianggap sebagai limbah. Sekarang kami mampu mengolahnya menjadi pupuk organik yang bermanfaat untuk lahan pertanian dan memiliki nilai jual. Program ini membuat kami semakin memahami pentingnya memanfaatkan potensi yang ada di desa untuk meningkatkan pendapatan kelompok sekaligus menjaga lingkungan,” kata Sunarto.

Ia berharap pendampingan dari PLN EPI dapat terus berlanjut agar kapasitas kelompok semakin meningkat, baik dari sisi produksi, peningkatan kualitas produk, maupun perluasan pasar pupuk organik.

Sementara itu, Mamit menegaskan PLN EPI akan terus memperkuat kapasitas masyarakat melalui pendampingan teknis, pengembangan kelembagaan, serta peningkatan kualitas produk agar Program Desa Berdaya Energi dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.

“Kami berharap keberhasilan kelompok masyarakat di Gunungkidul ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain. Ketika limbah dapat diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi, maka masyarakat tidak hanya memperoleh tambahan pendapatan, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi sirkular yang mampu menjaga keberlanjutan lingkungan,” jelas Mamit. (srv)

Tags: ekonomi sirkularGapoktan Gunungkidulpln epiProgram Desa Berdaya Energiprogram TJSLPupuk Organik

Berita Terkait.

Mendag: IP-CEPA Jadi Pintu Strategis Ekspor RI Tembus Amerika Latin
Ekonomi

Mendag: IP-CEPA Jadi Pintu Strategis Ekspor RI Tembus Amerika Latin

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:33
elnusa
Ekonomi

Elnusa Petrofin Tambah Armada dan Personel, Distribusi BBM Sumatera Utara Kembali Normal

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:06
foto
Ekonomi

PDC Integrasikan Lebih dari 50 Ribu Data Operasional, Percepat Transformasi Digital Perusahaan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:15
bag
Ekonomi

Perkuat Keselamatan Pelayaran, PT BAg Upgrade Sistem Navigasi Armada

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:04
pgn
Ekonomi

PGN Area Bogor Gaet Pelanggan Industri Baru, Perkuat Transisi Energi Sektor Manufaktur

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:13
Mobil Tangki
Ekonomi

Pertamina Patra Niaga Percepat Normalisasi Distribusi BBM di Sumut, Operasikan Fuel Terminal dan SPBU 24 Jam

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:30

BERITA POPULER

  • messi

    Piala Dunia: Jelang Semifinal Kontra Inggris, Messi Pamitan dari Markas Argentina di Kansas

    12513 shares
    Share 5005 Tweet 3128
  • Suzuki Fronx Kuasai 35 Persen Pasar SUV Kompak di Indonesia

    2833 shares
    Share 1133 Tweet 708
  • Piala Dunia 2026: Wasit Kontroversial AS Pimpin Semifinal Argentina vs Inggris

    1277 shares
    Share 511 Tweet 319
  • Sah Jadi WNI, Mitchell Baker Bawa Postur Tinggi dan Insting Gol Mumpuni

    1074 shares
    Share 430 Tweet 269
  • Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka

    1193 shares
    Share 477 Tweet 298
Final Piala Dunia 2026: Scaloni Hadapi Dilema Personal Lawan Spanyol
Olahraga

Final Piala Dunia 2026: Scaloni Hadapi Dilema Personal Lawan Spanyol

Editor Juni Armanto
Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:16

INDOPOSCO.ID - Pelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni berada di ambang sejarah besar untuk merengkuh trofi Piala Dunia keduanya. Namun, laga...

SelengkapnyaDetails
Alasan Takhayul, Angel Di Maria Ogah Tonton Langsung Final Piala Dunia 2026

Alasan Takhayul, Angel Di Maria Ogah Tonton Langsung Final Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 22:49
Timnas-Argentina

FIFA Mulai Investigasi Soal Pembentangan Spanduk Las Malvinas

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:14
Timnas-Argentina

Pemain Argentina Bentangkan Spanduk Klaim Falkland, Inggris Desak FIFA Turun Tangan

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:31
Kane

Hasil Piala Dunia: Inggris Ditekuk Argentina, Harry Kane Sesali Strategi Parkir Bus yang Berujung Petaka

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:30
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.