• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Yusril: Hukum Saja Tak Cukup, Bangsa Butuh Etika Peradaban

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Kamis, 16 Juli 2026 - 20:01
in Nasional
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra (tengah) bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar (kanan) dan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Asep Saepudin Jahar (kiri). Foto: Nasuha/ INDOPOSCO

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra (tengah) bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar (kanan) dan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Asep Saepudin Jahar (kiri). Foto: Nasuha/ INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa keberhasilan penegakan hukum tidak hanya ditentukan oleh aturan yang kuat, tetapi juga ditopang etika peradaban bangsa.

Menurutnya, berbagai instrumen hukum telah tersedia untuk memberantas korupsi, namun hasilnya belum maksimal karena lemahnya landasan moral dalam kehidupan berbangsa.

BacaJuga:

Tahun 2026 Kementerian ATR/BPN Kembali Peroleh Predikat WTP dari BPK RI

Gudang Amunisi TNI AD di Madiun Meledak, 1 Prajurit Meninggal dan 6 Luka-Luka

Memuliakan Tiap Murid, MPLS Jadi Awal Membangun Sekolah

Pernyataan itu disampaikan Yusril saat menjadi pembicara pada peluncuran dan bedah buku seri pemikiran Menteri Agama Nasaruddin Umar di Auditorium Harun Nasution, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Yusril mengulas pemikiran Nasaruddin Umar dan menghubungkannya dengan kondisi ketatanegaraan serta penegakan hukum di Indonesia.

Ia mengenang pengalamannya saat menjabat Menteri Kehakiman dengan melakukan berbagai pembaruan regulasi antikorupsi. Menurutnya, negara telah memiliki perangkat hukum yang memadai untuk memerangi kejahatan luar biasa tersebut.

“Saya sudah mengubah Undang-Undang (UU) Korupsi menjadi sangat keras, memasukkan pasal gratifikasi, hingga mengajukan rancangan pembentukan KPK dan Pengadilan Tipikor. Namun, mengapa bangsa ini masih begini-begini saja? Jawabannya adalah karena etika peradaban bangsa kita belum hidup,” ujar Yusril.

Mengutip pandangan tokoh nasional Mohammad Natsir, Yusril menilai negara tidak cukup dibangun hanya dengan konstitusi, undang-undang, maupun teori demokrasi. Menurutnya, demokrasi dan sistem hukum membutuhkan fondasi moral yang bersumber dari nilai-nilai agama agar penyelenggaraan negara berjalan dengan baik.

Pada kesempatan yang sama, Yusril juga menyampaikan apresiasinya atas peluncuran tiga buku karya Menteri Agama Nasaruddin Umar berjudul Pikiran yang Memerdekakan, Simpul Pemikiran, serta Artikel & Opini. Ia menilai latar belakang akademik Nasaruddin menjadi modal penting dalam merespons berbagai persoalan sosial secara dinamis.

Karena itu, Yusril berharap Kementerian Agama di bawah kepemimpinan Nasaruddin Umar dapat mengambil peran lebih strategis dalam menanamkan etika bangsa ke dalam penyelenggaraan negara, tidak sekadar berkutat pada urusan administratif.

Di tempat yang sama, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Asep Saepudin Jahar, mengatakan kehadiran sejumlah tokoh nasional di lingkungan kampus merupakan bagian dari upaya menjaga tradisi pembaruan pemikiran Islam yang selama ini berkembang di UIN Jakarta.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan bedah buku yang menghadirkan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Amin Suyitno, Rektor UIN Sumatera Utara Nurhayati, pengajar Islamologi STF Driyarkara Budhy Munawar Rachman, serta penulis Rahmat Taufik Sipahutar, dipandu Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Jakarta Alimun Hanif. (nas)

Tags: etika bangsaNasaruddin UmarPenegakan HukumYusril Ihza Mahendra

Berita Terkait.

Tahun 2026 Kementerian ATR/BPN Kembali Peroleh Predikat WTP dari BPK RI
Nasional

Tahun 2026 Kementerian ATR/BPN Kembali Peroleh Predikat WTP dari BPK RI

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:03
Gudang Amunisi TNI AD di Madiun Meledak, 1 Prajurit Meninggal dan 6 Luka-Luka
Nasional

Gudang Amunisi TNI AD di Madiun Meledak, 1 Prajurit Meninggal dan 6 Luka-Luka

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:42
Memuliakan Tiap Murid, MPLS Jadi Awal Membangun Sekolah
Nasional

Memuliakan Tiap Murid, MPLS Jadi Awal Membangun Sekolah

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:31
Dipantau Langsung Ketua PN Jakpus, Pengosongan Aset Hotel Sultan Berjalan Lancar
Nasional

Dipantau Langsung Ketua PN Jakpus, Pengosongan Aset Hotel Sultan Berjalan Lancar

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:11
Soroti Dugaan Pembakaran Santri, DPR Minta Evaluasi Sistem Perlindungan Anak di Pesantren
Nasional

Soroti Dugaan Pembakaran Santri, DPR Minta Evaluasi Sistem Perlindungan Anak di Pesantren

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:33
aher
Nasional

Apresiasi Imbauan BKN soal TPP ASN, Komisi II: Kesejahteraan Harus Berbanding Lurus dengan Kinerja

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:08

BERITA POPULER

  • messi

    Piala Dunia: Jelang Semifinal Kontra Inggris, Messi Pamitan dari Markas Argentina di Kansas

    12412 shares
    Share 4965 Tweet 3103
  • Suzuki Fronx Kuasai 35 Persen Pasar SUV Kompak di Indonesia

    2754 shares
    Share 1102 Tweet 689
  • Kondisi Terkini Mbappe Usai Cedera di Laga Prancis vs Maroko

    1527 shares
    Share 611 Tweet 382
  • Piala Dunia 2026: Wasit Kontroversial AS Pimpin Semifinal Argentina vs Inggris

    1272 shares
    Share 509 Tweet 318
  • Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka

    1183 shares
    Share 473 Tweet 296
Kane
Olahraga

Hasil Piala Dunia: Inggris Ditekuk Argentina, Harry Kane Sesali Strategi Parkir Bus yang Berujung Petaka

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 16 Juli 2026 - 08:30

INDOPOSCO.ID - Kapten Timnas Inggris Harry Kane mengakui, bahwa strategi mempertahankan keunggulan 1-0 di babak final Piala Dunia 2026 justru...

SelengkapnyaDetails
Enzo

Hasil Piala Dunia: Comeback Dramatis! Argentina Bekuk Inggris, Tantang Spanyol di Final

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:17
Mbapee

Curhat Mbappe Setelah Prancis Ditekuk Spanyol, Singgung Kegagalan Taktik di Semifinal

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:24
Pemberantasan Korupsi Tak Cukup dengan Dukungan Politik, Pengamat Tekankan Konsistensi

Resep Spanyol ke Final Piala Dunia 2026: Setia pada Fondasi dan Regenerasi

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:42
Piala Dunia 2026: Deschamps Akui Prancis Tampil di Bawah Standar Usai Ditekuk Spanyol

Piala Dunia 2026: Deschamps Akui Prancis Tampil di Bawah Standar Usai Ditekuk Spanyol

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:12
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.