• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Soroti Dugaan Pembakaran Santri, DPR Minta Evaluasi Sistem Perlindungan Anak di Pesantren

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Kamis, 16 Juli 2026 - 19:33
in Nasional
Ilustrasi - Kehidupan para santri di pesantren. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Ilustrasi - Kehidupan para santri di pesantren. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dugaan pembakaran terhadap seorang santri di Pondok Pesantren Rosyidatussaulatiyyah Al-Ibrahimi NW, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PKS, Rofik Hananto. Ia menilai peristiwa tersebut tidak hanya harus diusut secara menyeluruh, tetapi juga menjadi alarm bagi seluruh lembaga pendidikan untuk memperkuat sistem perlindungan anak.

Rofik menyampaikan belasungkawa dan keprihatinannya atas peristiwa yang menimpa korban. Menurutnya, kekerasan yang terjadi di lingkungan pendidikan merupakan persoalan serius karena sekolah maupun pesantren seharusnya menjadi tempat yang memberikan rasa aman bagi peserta didik.

BacaJuga:

Memuliakan Tiap Murid, MPLS Jadi Awal Membangun Sekolah

Dipantau Langsung Ketua PN Jakpus, Pengosongan Aset Hotel Sultan Berjalan Lancar

Yusril: Hukum Saja Tak Cukup, Bangsa Butuh Etika Peradaban

“Saya menyampaikan keprihatinan yang sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa korban. Doa terbaik untuk kesembuhan, pemulihan fisik maupun trauma psikologis korban, serta ketabahan bagi pihak keluarga,” ujar Rofik dalam laman resmi DPR RI, Kamis (16/7/2026).

“Tragedi ini mengoyak rasa kemanusiaan kita dan tidak boleh dipandang sebagai kenakalan remaja biasa. Ini adalah tindak pidana murni yang membutuhkan penanganan serius,” lanjutnya.

Ia menegaskan, aparat penegak hukum harus mengusut kasus tersebut secara profesional, transparan, dan menyeluruh. Menurutnya, kepolisian perlu mengungkap secara jelas rangkaian peristiwa, penyebab, hingga pihak-pihak yang bertanggung jawab, tanpa mengabaikan prinsip-prinsip hukum yang berlaku.

“Kami mendesak aparat kepolisian untuk melakukan investigasi menyeluruh dengan tetap berpegang teguh pada asas praduga tak bersalah. Semua pihak yang terlibat atau terbukti melakukan pembiaran kelalaian (omission) harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Rofik.

“Tentu, karena ini berpotensi melibatkan anak berhadapan dengan hukum, penerapan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) harus dijalankan secara cermat, tanpa sedikit pun mengesampingkan keadilan yang menjadi hak mutlak korban,” sambungnya.

Lebih jauh, Rofik memandang insiden tersebut harus menjadi momentum evaluasi terhadap mekanisme perlindungan anak di lingkungan pesantren. Ia menilai pengawasan di asrama dan sistem pencegahan kekerasan perlu diperkuat agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

Menurutnya, Kementerian Agama bersama instansi terkait perlu melakukan evaluasi terhadap standar operasional pengawasan di lingkungan pondok pesantren, termasuk efektivitas pengawasan selama 24 jam di area asrama.

“Pondok pesantren adalah Baitullah kecil tempat generasi muda kita ditempa. Jangan biarkan marwah pesantren tercoreng oleh oknum yang melanggengkan budaya senioritas yang menyimpang atau perundungan. Kementerian Agama dan instansi terkait harus turun tangan mengevaluasi standar operasional prosedur (SOP) pengawasan asrama 24 jam. Sistem perlindungan anak di lembaga pendidikan agama harus diperkuat secara institusional, bukan lagi sebatas imbauan moral,” tutur Rofik.

Rofik juga mengajak seluruh unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan di pesantren, mulai dari pengasuh, tenaga pendidik, tokoh agama, hingga masyarakat, untuk bersama-sama membangun lingkungan belajar yang bebas dari kekerasan. Ia berharap pengelola pondok pesantren bersikap terbuka dan kooperatif selama proses penyelidikan berlangsung sehingga fakta-fakta dapat terungkap secara utuh.

Di akhir pernyataannya, Rofik menekankan bahwa negara memiliki tanggung jawab memastikan setiap anak memperoleh perlindungan, termasuk ketika menempuh pendidikan di lingkungan pesantren.

“Negara harus hadir memberikan jaminan bahwa orang tua yang menitipkan anaknya ke pesantren tidak perlu merasa was-was. Keadilan harus ditegakkan hari ini, agar tidak ada lagi nyawa dan masa depan anak bangsa yang menjadi korban di kemudian hari,” tambahnya. (her)

Tags: Lombok TengahPembakaran Santriperlindungan anakRofik Hananto

Berita Terkait.

Memuliakan Tiap Murid, MPLS Jadi Awal Membangun Sekolah
Nasional

Memuliakan Tiap Murid, MPLS Jadi Awal Membangun Sekolah

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:31
Dipantau Langsung Ketua PN Jakpus, Pengosongan Aset Hotel Sultan Berjalan Lancar
Nasional

Dipantau Langsung Ketua PN Jakpus, Pengosongan Aset Hotel Sultan Berjalan Lancar

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:11
Yusril: Hukum Saja Tak Cukup, Bangsa Butuh Etika Peradaban
Nasional

Yusril: Hukum Saja Tak Cukup, Bangsa Butuh Etika Peradaban

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:01
aher
Nasional

Apresiasi Imbauan BKN soal TPP ASN, Komisi II: Kesejahteraan Harus Berbanding Lurus dengan Kinerja

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:08
arya
Nasional

Buka Raker APPSI, Wamendagri Bima Minta Gubernur Perkuat Koordinasi, Integritas, dan Kepemimpinan Daerah

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:47
haluk
Nasional

Wamendagri Ribka Haluk Tegaskan Perbaikan Tata Kelola Dana Otsus Papua Jadi Prioritas

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:37

BERITA POPULER

  • messi

    Piala Dunia: Jelang Semifinal Kontra Inggris, Messi Pamitan dari Markas Argentina di Kansas

    12406 shares
    Share 4962 Tweet 3102
  • Suzuki Fronx Kuasai 35 Persen Pasar SUV Kompak di Indonesia

    2749 shares
    Share 1100 Tweet 687
  • Kondisi Terkini Mbappe Usai Cedera di Laga Prancis vs Maroko

    1527 shares
    Share 611 Tweet 382
  • Piala Dunia 2026: Wasit Kontroversial AS Pimpin Semifinal Argentina vs Inggris

    1272 shares
    Share 509 Tweet 318
  • Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka

    1183 shares
    Share 473 Tweet 296
Kane
Olahraga

Hasil Piala Dunia: Inggris Ditekuk Argentina, Harry Kane Sesali Strategi Parkir Bus yang Berujung Petaka

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 16 Juli 2026 - 08:30

INDOPOSCO.ID - Kapten Timnas Inggris Harry Kane mengakui, bahwa strategi mempertahankan keunggulan 1-0 di babak final Piala Dunia 2026 justru...

SelengkapnyaDetails
Enzo

Hasil Piala Dunia: Comeback Dramatis! Argentina Bekuk Inggris, Tantang Spanyol di Final

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:17
Mbapee

Curhat Mbappe Setelah Prancis Ditekuk Spanyol, Singgung Kegagalan Taktik di Semifinal

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:24
Pemberantasan Korupsi Tak Cukup dengan Dukungan Politik, Pengamat Tekankan Konsistensi

Resep Spanyol ke Final Piala Dunia 2026: Setia pada Fondasi dan Regenerasi

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:42
Piala Dunia 2026: Deschamps Akui Prancis Tampil di Bawah Standar Usai Ditekuk Spanyol

Piala Dunia 2026: Deschamps Akui Prancis Tampil di Bawah Standar Usai Ditekuk Spanyol

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:12
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.