• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Pajak Lebih Transparan, DJP dan Pertamina Bangun Sistem Kepatuhan Berbasis Kepercayaan

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Senin, 13 Juli 2026 - 20:12
in Ekonomi
Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto (tiga dari kiri) memberikan keterangan pers di sela uji coba Co-operative Compliance bersama PT Pertamina (Persero) di Kantor Pusat DJP, Jakarta, Senin (13/7/2026). Foto: Dok. Kemenkeu

Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto (tiga dari kiri) memberikan keterangan pers di sela uji coba Co-operative Compliance bersama PT Pertamina (Persero) di Kantor Pusat DJP, Jakarta, Senin (13/7/2026). Foto: Dok. Kemenkeu

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mulai mengubah pendekatan dalam membangun kepatuhan perpajakan. Jika selama ini potensi persoalan pajak umumnya dibahas setelah transaksi berlangsung, kini DJP mendorong penyelesaiannya sejak tahap awal melalui pendekatan kolaboratif.

Langkah tersebut ditandai dengan dimulainya uji coba Co-operative Compliance bersama PT Pertamina (Persero) di Kantor Pusat DJP, Jakarta, Senin (13/7/2026). Program ini mengedepankan penerapan Tax Control Framework (TCF) dan integrasi data perpajakan agar potensi risiko dapat diidentifikasi lebih dini sehingga memberikan kepastian hukum bagi Wajib Pajak.

BacaJuga:

GIIAS 2026 Hadirkan Pengalaman Otomotif Paling Lengkap dengan Lebih dari 65 Merek

Kubedistik Tampil di Forum Nasional, Pertamina EP Dorong UMKM Disabilitas Naik Kelas

Halal Dikebut, Indonesia-Australia Sepakat Buka Jalan Ekspor-Impor Produk Bersertifikat

Pelaksanaan uji coba tersebut turut disaksikan perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Pengelola (BP) BUMN, PT Pertamina (Persero), serta jajaran pimpinan BUMN strategis. Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan menjadi sinyal kuat adanya komitmen bersama untuk memperkuat tata kelola dan kepatuhan perpajakan melalui kolaborasi.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak, Bimo Wijayanto, mengatakan pendekatan Co-operative Compliance menghadirkan pola hubungan baru antara otoritas pajak dan Wajib Pajak yang lebih terbuka, transparan, dan berbasis kepercayaan. Menurutnya, pembahasan mengenai risiko perpajakan dilakukan sejak awal dengan dukungan integrasi data, bukan lagi setelah transaksi selesai.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Pertamina atas komitmen dan keterbukaannya menjadi mitra pertama dalam uji coba ini. Dengan dukungan Tax Control Framework dan integrasi data, risiko perpajakan dapat diidentifikasi lebih dini sehingga memberikan kepastian hukum, menekan biaya kepatuhan, dan meminimalkan potensi sengketa,” ujar Bimo.

Sebagai mitra perdana, PT Pertamina (Persero) akan mengikuti pelaksanaan uji coba Co-operative Compliance untuk Masa Pajak Januari hingga Desember 2026. Cakupan program meliputi PPh Pasal 4 ayat (2), PPh Pasal 15, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23, dan PPh Pasal 26.

Selama periode tersebut, Pertamina akan melakukan self-assessment Tax Control Framework, menyusun compliance arrangement bersama DJP, serta menjalani evaluasi bersama sebagai bahan penyempurnaan skema sebelum diterapkan lebih luas.

Model kepatuhan kolaboratif ini bukan konsep baru di tingkat internasional. DJP mengembangkannya dengan mengacu pada praktik yang telah diterapkan di sejumlah negara, seperti Belanda, Malaysia, Singapura, dan Australia.

Ke depan, DJP juga berencana memperluas uji coba kepada PT Pelabuhan Indonesia (Persero) dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan implementasi Co-operative Compliance secara bertahap kepada lebih banyak Wajib Pajak strategis.

“Kami berharap pendekatan ini menjadi fondasi bagi sistem kepatuhan perpajakan yang lebih modern, transparan, dan berbasis kepercayaan. Kolaborasi yang semakin erat antara DJP dan Wajib Pajak diharapkan mampu memperkuat kepatuhan sukarela sekaligus mendukung penerimaan negara secara berkelanjutan,” tutupnya. (her)

Tags: Co-operative CompliancedjpPT Pertamina

Berita Terkait.

Pajak Lebih Transparan, DJP dan Pertamina Bangun Sistem Kepatuhan Berbasis Kepercayaan
Ekonomi

GIIAS 2026 Hadirkan Pengalaman Otomotif Paling Lengkap dengan Lebih dari 65 Merek

Senin, 13 Juli 2026 - 20:32
Kubedistik Tampil di Forum Nasional, Pertamina EP Dorong UMKM Disabilitas Naik Kelas
Ekonomi

Kubedistik Tampil di Forum Nasional, Pertamina EP Dorong UMKM Disabilitas Naik Kelas

Senin, 13 Juli 2026 - 19:50
halal
Ekonomi

Halal Dikebut, Indonesia-Australia Sepakat Buka Jalan Ekspor-Impor Produk Bersertifikat

Senin, 13 Juli 2026 - 19:39
telur
Ekonomi

Kios Pangan Jadi Andalan Bapanas Tekan Gejolak Harga Bahan Pokok

Senin, 13 Juli 2026 - 16:06
Petugas-BC
Ekonomi

Bea Cukai Percepat Pemeriksaan Kontainer Jalur Merah, Arus Impor di Tanjung Priok Makin Efisien

Senin, 13 Juli 2026 - 12:54
Opera-Batak
Ekonomi

Kolaborasi Budaya dan UMKM, Opera Batak Tona Sian Huta Hidupkan Ekonomi Kawasan Danau Toba

Senin, 13 Juli 2026 - 11:23

BERITA POPULER

  • Kondisi Terkini Mbappe Usai Cedera di Laga Prancis vs Maroko

    Kondisi Terkini Mbappe Usai Cedera di Laga Prancis vs Maroko

    1518 shares
    Share 607 Tweet 380
  • Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka

    1116 shares
    Share 446 Tweet 279
  • 3 Polisi Gugur saat Gerebek Narkoba di Katingan, DPR Desak Pengusutan Tanpa Ampun

    914 shares
    Share 366 Tweet 229
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2471 shares
    Share 988 Tweet 618
  • Rayakan Usia Lima Tahun, SeaBank Gulirkan Promo Spesial Selama Lima Hari

    830 shares
    Share 332 Tweet 208
Julian-Alvarez
Olahraga

Jelang Laga Semifinal Kontra Inggris, Argentina Fokus Pemulihan Fisik

Editor Ali Rachman
Senin, 13 Juli 2026 - 11:03

INDOPOSCO.ID - Tim nasional (Timnas) Argentina fokus melakukan pemulihan fisik jelang laga semifinal Piala Dunia 2026 melawan Timnas Inggris yang...

SelengkapnyaDetails
Halland

Usai Norwegia Dikalahkan Inggris, Haalad: Kami Punya Generasi yang Luar Biasa

Senin, 13 Juli 2026 - 10:02
Alvarez

Hasil Piala Dunia: Bekuk Swiss, Argentina Tantang Inggris di Semifinal

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:24
Bellingham

Hasil Piala Dunia: Tumbangkan Norwegia via Extra Time, Inggris ke Semifinal

Minggu, 12 Juli 2026 - 08:09
Kane

Piala Dunia: Jelang Inggris vs Norwegia, Harry Kane Berharap Haaland Kehilangan Taji

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:34
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.