INDOPOSCO.ID – Upaya pemerintah menjaga keterjangkauan harga pangan terus diperkuat melalui perluasan jaringan Kios Pangan di berbagai daerah. Program yang digagas Badan Pangan Nasional (Bapanas) ini tidak hanya menjadi saluran distribusi bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha kecil di tingkat masyarakat.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, mengatakan Kios Pangan dirancang sebagai salah satu instrumen penting dalam memperkuat distribusi pangan sekaligus menjaga kestabilan harga di tingkat konsumen melalui skema SPHP.
“Kios Pangan dikembangkan untuk memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang wajar, kualitas yang baik, dan pasokan yang tersedia,” ujar Maino dalam keterangannya, Senin (13/7/2026).
Untuk memperluas jangkauan program tersebut, Bapanas menggandeng berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemasok komoditas pangan dan nonpangan hingga Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) guna mendukung akses pembiayaan bagi pengelola kios.
“Karena itu kami terus melakukan pengembangan dengan mengajak stakeholders terkait baik pemasok pangan non pangan dan Himbara dalam mendukung permodalan agar program ini berjalan optimal dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ungkapnya.
Selain memberikan pilihan belanja yang lebih hemat bagi masyarakat, keberadaan Kios Pangan juga dinilai mampu memperkuat rantai pasok bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk pemilik warung yang membutuhkan pasokan bahan pokok dengan harga yang lebih kompetitif.
“Keberadaan Kios Pangan tidak hanya memberikan alternatif belanja dengan harga lebih terjangkau, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan pemilik warung yang membutuhkan pasokan pangan dengan harga yang kompetitif,” terangnya.
Data Bapanas mencatat hingga Juli 2026 terdapat 2.987 Kios Pangan yang telah beroperasi di 35 provinsi dan 160 kabupaten/kota. Jumlah tersebut masih akan terus bertambah sebagai bagian dari strategi pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap pangan yang aman, berkualitas, dan terjangkau.
Menurut Maino, pengembangan Kios Pangan menjadi bagian dari rangkaian kebijakan stabilisasi pangan nasional yang dijalankan pemerintah bersama berbagai program lainnya.
“Program tersebut merupakan salah satu instrumen stabilisasi pangan pemerintah, selain GPM (Gerakan Pangan Murah), FDP (Fasilitasi Distribusi Pangan), penyaluran beras SPHP, serta bantuan pangan,” tutur Maino.
Penguatan program ini juga ditopang kondisi cadangan pangan nasional yang dinilai semakin solid. Saat ini, pemerintah memiliki Cadangan Beras Pemerintah (CBP) lebih dari 5,2 juta ton, yang menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Dengan stok yang besar tersebut, pemerintah memiliki kapasitas lebih kuat untuk melakukan intervensi apabila terjadi gejolak pasokan maupun harga di berbagai wilayah.
“Dengan cadangan pangan yang kokoh tersebut, pemerintah memiliki ruang intervensi yang semakin besar dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di berbagai daerah,” tambahnya. (her)


















