INDOPOSCO.ID – Sebanyak 46 profesor dan dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama Dr. (Cand.) Billy Mambrasar turun langsung ke wilayah pedalaman Kabupaten Mappi, Papua Selatan, untuk melatih sekitar 1.000 kepala sekolah, guru, dan pengawas sekolah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di daerah terpencil.
Program bertajuk Pelatihan Penguatan Kapasitas dan Kompetensi Kepala Sekolah, Guru, dan Pengawas Sekolah Kabupaten Mappi Tahun 2026 ini berlangsung pada 6–10 Juli 2026. Kegiatan merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Mappi dan Universitas Negeri Jakarta dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.
Pelatihan dilaksanakan secara terpusat maupun berbasis klaster di Distrik Kepi, Edera, Assue, dan Citak Mitak agar menjangkau para pendidik hingga ke wilayah yang sulit diakses. Untuk mencapai lokasi pelatihan, para fasilitator harus menempuh perjalanan darat dan sungai selama berjam-jam, melewati rawa hingga medan berlumpur.
Di Distrik Citak Mitak, perjalanan menuju lokasi memakan waktu hingga enam jam. Sementara itu, tim yang bertugas di Distrik Assue harus menempuh perjalanan sekitar 220 kilometer melalui jalur yang hanya dapat dilalui pada musim tertentu.

Kegiatan ini dihadiri jajaran pimpinan Universitas Negeri Jakarta, Wakil Rektor UNJ, Wakil Bupati Mappi, Ketua DPRK Kabupaten Mappi, pimpinan perangkat daerah, serta 46 profesor dan dosen yang bertindak sebagai narasumber dan fasilitator.
Selama lima hari pelatihan, peserta memperoleh penguatan kompetensi pada berbagai bidang strategis, mulai dari kepemimpinan kepala sekolah, kompetensi pedagogik dan profesional guru, strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, implementasi kurikulum, asesmen pembelajaran, pemanfaatan teknologi digital, penguatan budaya mutu sekolah, hingga penyusunan rencana tindak lanjut yang dapat langsung diterapkan di satuan pendidikan masing-masing.
Billy Mambrasar menegaskan bahwa pembangunan Papua tidak akan berhasil apabila hanya berfokus pada pembangunan fisik. Menurutnya, investasi terbesar harus diarahkan kepada peningkatan kapasitas guru sebagai aktor utama dalam membentuk kualitas generasi masa depan.
“Kalau kita ingin membangun Papua yang maju, maka kita harus mulai dari membangun kualitas gurunya. Guru adalah fondasi pembangunan sumber daya manusia. Ketika seribu guru memperoleh peningkatan kompetensi, maka sesungguhnya kita sedang membuka masa depan bagi puluhan ribu anak Papua yang akan mereka didik selama bertahun-tahun ke depan,” ujar Billy.
Billy menilai kehadiran 46 profesor dan dosen Universitas Negeri Jakarta di wilayah pedalaman Mappi menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah mampu menghadirkan pemerataan pendidikan hingga ke daerah yang paling sulit dijangkau.
“Saya memberikan apresiasi kepada Universitas Negeri Jakarta yang tidak hanya berbicara tentang pemerataan pendidikan, tetapi membuktikannya dengan menghadirkan para profesor dan dosen langsung ke Kepi, Edera, Assue, dan Citak Mitak. Mereka menembus rawa, sungai, dan medan yang berat demi memastikan guru-guru di pedalaman memperoleh akses terhadap ilmu pengetahuan dan praktik pendidikan terbaik. Inilah wajah nyata Indonesia yang membangun dari pinggiran,” katanya.
Ia menambahkan, peningkatan kompetensi guru memiliki efek berlipat (multiplier effect). Satu guru yang memperoleh pembaruan pengetahuan dan keterampilan akan mentransformasikan pembelajaran kepada ratusan peserta didik sepanjang masa pengabdiannya. Karena itu, investasi pada guru menjadi salah satu strategi pembangunan yang paling efektif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua.
Urgensi program tersebut sejalan dengan kondisi pembangunan manusia di Papua Selatan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Papua Selatan masih berada di kisaran 61, sementara rata-rata nasional telah melampaui angka 75. Kesenjangan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan, khususnya melalui penguatan kapasitas guru dan kepala sekolah, menjadi agenda strategis untuk mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah selatan Papua.
Melalui pelatihan yang menjangkau empat distrik dan melibatkan sekitar 1.000 kepala sekolah, guru, serta pengawas sekolah, Pemerintah Kabupaten Mappi bersama Universitas Negeri Jakarta berharap dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang semakin profesional, adaptif, dan berkualitas. Program ini juga diharapkan menjadi model kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam menghadirkan layanan peningkatan kompetensi pendidik hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal, sehingga tidak ada lagi kesenjangan mutu pendidikan yang ditentukan oleh kondisi geografis. (ibs)


















