INDOPOSCO.ID – Pemerintah memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau dan potensi dampak fenomena El Nino dengan memastikan ketersediaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan bahwa stok yang dipersiapkan tidak hanya mencakup beras, tetapi juga berbagai komoditas pangan strategis lainnya guna menjaga stabilitas pasokan dan harga.
Kepala Bapanas yang juga menjabat Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan bahwa fokus terhadap beras bukan tanpa alasan. Menurutnya, komoditas tersebut masih menjadi konsumsi utama masyarakat Indonesia sehingga keberhasilan mencapai swasembada beras menjadi indikator penting ketahanan pangan nasional.
“Swasembada itu artinya manakala suatu negara impor maksimal 10 persen dari kebutuhan. Negara kita ini tidak impor beras medium berarti telah swasembada sempurna,” kata Amran dalam keterangannya, dikutip pada Jumat (10/7/2026).
Ia menambahkan, keberhasilan sektor pangan Indonesia tidak hanya tercermin dari beras. Sejumlah komoditas strategis lain juga telah menunjukkan capaian yang positif.
“Kenapa beras? Karena lebih dari 50 persen itu persentase beras kalau setiap kita makan. Tambah telur, juga sudah swasembada. Tambah daging ayam, sudah swasembada. Jagung pakan, bawang merah, dan cabai juga. Minyak goreng kita suplai dunia. Presiden kita hebat. Capaian hari ini, pangan kita aman,” jelas Amran.
Data Pola Pangan Harapan (PPH) Indonesia tahun 2025 yang disusun Bapanas turut memperlihatkan dominasi konsumsi beras dalam pola makan masyarakat. Kelompok padi-padian menyumbang lebih dari separuh total konsumsi pangan nasional.
Sementara itu, konsumsi pangan hewani tercatat sebesar 12,7 persen, disusul minyak dan lemak 12,4 persen. Adapun konsumsi sayur dan buah mencapai 6,8 persen, gula 4 persen, sedangkan sisanya berasal dari kelompok kacang-kacangan, umbi-umbian, buah atau biji berminyak, serta komoditas pangan lainnya.
Mengacu pada pengalaman menghadapi El Nino pada 2023, pemerintah mengaku telah menyiapkan berbagai langkah sejak jauh hari agar dampak musim kering terhadap ketersediaan pangan dapat ditekan.
“Kami memang sudah siapkan jauh hari sebelumnya menghadapi El Nino. Dulu pengalaman kita (El Nino) tahun 2023, alhamdulillah kita lolos. Kalau bulan Agustus sampai September, memang musim kering. Juni itu awal musim kering. (Lalu) Juli dan Agustus. Insya Allah pangan kita aman, terutama beras,” tambah Amran.
Berdasarkan data Bapanas, stok Cadangan Pangan Pemerintah dalam bentuk beras yang dikelola Perum Bulog mencapai sekitar 5,2 juta ton per 8 Juli 2026. Di tingkat daerah, Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) provinsi tercatat sebanyak 7,34 ribu ton hingga akhir Juni, sementara cadangan di tingkat kabupaten dan kota mencapai 13,15 ribu ton yang tersebar di 323 daerah.
Selain menjaga ketersediaan beras, pemerintah juga terus memperkuat cadangan berbagai komoditas pangan strategis lainnya. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi mitigasi untuk memastikan pasokan pangan nasional tetap terjaga sepanjang musim kemarau dan menghadapi potensi gangguan iklim. (her)


















