• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Cegah TPA Terbakar, BRIN: Jangan Andalkan Satu Teknologi untuk Semua Sampah

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Kamis, 9 Juli 2026 - 16:15
in Nasional
Ilustrasi- Tim gabungan melakukan pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin. Foto: Dok BNPB

Ilustrasi- Tim gabungan melakukan pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin. Foto: Dok BNPB

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kebakaran tempat pemrosesan akhir (TPA) seperti yang terjadi di TPA Jatiwaringin menjadi peringatan bahwa pengelolaan sampah tidak bisa mengandalkan satu teknologi untuk semua kondisi.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Teknologi Lingkungan dan Teknologi Bersih, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wahyu Purwanta, menegaskan pemilihan teknologi harus disesuaikan dengan karakteristik sampah dan kondisi setiap daerah.

BacaJuga:

Tak Lagi Sekadar Tempat Simpan Buku, Perpustakaan Disulap Jadi Rumah Pendidikan

RUU Sisdiknas Siap Dirombak, DPR Dorong Wajib Belajar 13 Tahun

Berorientasi Daratan, Ketimpangan Pembangunan Kepulauan Disorot

Menurut Wahyu, tidak ada teknologi yang cocok diterapkan untuk seluruh jenis sampah maupun wilayah. Pemilihan teknologi harus mempertimbangkan karakteristik sampah, volume timbulan, kondisi wilayah, kesiapan infrastruktur, pasar produk hasil olahan, hingga kemampuan pembiayaan dan pengoperasian jangka panjang.

“Teknologi bukan sekadar membeli peralatan. Keberhasilannya sangat bergantung pada kesesuaian teknologi dengan karakteristik sampah, kualitas operasi dan pemeliharaan, kompetensi operator, sistem pemantauan, serta kepastian pengelolaan produk dan residunya,” ujar Wahyu.

Dia menjelaskan, sampah organik sebaiknya diolah melalui pengomposan, biodigester atau anaerobic digestion, maupun teknologi biokonversi. Sementara material yang masih memiliki nilai ekonomi harus dipilah dan dikembalikan ke rantai daur ulang.

Ia menambahkan, fraksi sampah yang mudah terbakar dan memiliki nilai kalor memadai dapat dimanfaatkan menjadi refuse-derived fuel (RDF) atau diolah menggunakan teknologi termal dan waste-to-energy yang memenuhi persyaratan teknis dan lingkungan.

“Hanya residu yang benar-benar tidak dapat dimanfaatkan lagi yang berakhir di TPA,” katanya.

Wahyu juga menekankan pentingnya penerapan teknologi untuk mencegah kebakaran di fasilitas akhir, seperti pemantauan temperatur, kamera dan drone termal, sensor gas, pengelolaan gas landfill, hingga sistem peringatan dini berbasis data timbunan sampah dan cuaca.

Menurutnya, setiap TPA memiliki risiko kebakaran sehingga pengelola harus melakukan perbaikan operasi, memantau kondisi timbunan, mengelola gas landfill, mendeteksi titik panas (hotspot), mengawasi sumber api, serta meningkatkan kesiapsiagaan terutama saat musim kemarau.

Secara ilmiah, kata Wahyu, kebakaran terjadi ketika tiga unsur bertemu, yakni bahan bakar, oksigen, dan sumber panas. Di TPA, bahan bakar tersedia melimpah dari sampah mudah terbakar seperti plastik, kertas, tekstil, kayu, karet, hingga material organik yang mengering.

“Gas metana dari landfill bisa menjadi bahan bakar pada kondisi tertentu,” ucapnya.

Meski demikian, dia mengingatkan penyebab pasti suatu kebakaran tidak boleh disimpulkan tanpa investigasi. Termasuk pada kasus kebakaran TPA Jatiwaringin yang masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut.

“Untuk pencegahan kami sarankan pembatasan area kerja aktif, pemadatan dan penutupan sampah secara berkala, pengelolaan gas landfill, pengawasan terhadap sumber api, serta kesiapsiagaan khusus selama musim kemarau,” terangnya.

Selain itu, dikatakan dia, pendekatan berbasis sains melalui pemantauan temperatur, konsentrasi gas, kelembapan, hari tanpa hujan, serta arah dan kecepatan angin dinilai mampu mendeteksi titik panas lebih dini.

“Berbagai parameter itu ke depan bisa diintegrasikan menjadi sistem peringatan dini atau indeks risiko kebakaran TPA yang disesuaikan dengan karakteristik sampah dan iklim Indonesia,” ujarnya.

Wahyu menegaskan, solusi jangka panjang tetap harus dimulai dari pengurangan sampah yang masuk ke TPA.

“Pengurangan, pemilahan, daur ulang, pengolahan sampah organik, dan pemanfaatan fraksi yang masih memiliki nilai harus diperkuat. Sehingga fasilitas akhir pada akhirnya lebih banyak menerima residu dan dioperasikan secara lebih terkontrol,” katanya. (nas)

Tags: BRINpengelolaan sampahTPA Jatiwaringin

Berita Terkait.

Polri Rahasiakan Pemilik Rumah di Sentul Lokasi Sitaan Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M
Nasional

Tak Lagi Sekadar Tempat Simpan Buku, Perpustakaan Disulap Jadi Rumah Pendidikan

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:45
RUU Sisdiknas Siap Dirombak, DPR Dorong Wajib Belajar 13 Tahun
Nasional

RUU Sisdiknas Siap Dirombak, DPR Dorong Wajib Belajar 13 Tahun

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:31
Berorientasi Daratan, Ketimpangan Pembangunan Kepulauan Disorot
Nasional

Berorientasi Daratan, Ketimpangan Pembangunan Kepulauan Disorot

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:01
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Pemda Perkuat Ekosistem Pendidikan
Nasional

Wujudkan Swasembada Pangan, Sekjen Kemendagri: Rangkul Penyuluh Pertanian

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:33
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Pemda Perkuat Ekosistem Pendidikan
Nasional

Wamendagri Ribka Haluk Dorong Pemda Perkuat Ekosistem Pendidikan

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:23
Bawaslu Kaji Pemisahan Fungsi Pengawasan dan Adjudikasi jelang Pemilu 2029
Nasional

DPR: Masukan Bawaslu Jadi Pertimbangan Penting dalam Revisi UU Pemilu

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:11

BERITA POPULER

  • brace

    Hasil Piala Dunia: Brace Haaland Antar Norwegia Singkirkan Brasil dan Cetak Sejarah

    919 shares
    Share 368 Tweet 230
  • Cuaca di Jakarta Didominasi Cerah, Sebagian Wilayah Jaksel dan Jakbar Berpotensi Hujan

    879 shares
    Share 352 Tweet 220
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2345 shares
    Share 938 Tweet 586
  • Rayakan Usia Lima Tahun, SeaBank Gulirkan Promo Spesial Selama Lima Hari

    798 shares
    Share 319 Tweet 200
  • Jadwal Perempatfinal Piala Dunia: Dibuka Prancis vs Maroko, Ditutup Argentina Kontra Swiss

    790 shares
    Share 316 Tweet 198
Prancis vs Maroko: Penyesuaian Teknis dan Taktis Jadi Fokus Singa Atlas 
Olahraga

Prancis vs Maroko: Penyesuaian Teknis dan Taktis Jadi Fokus Singa Atlas 

Editor Laurens Dami
Kamis, 9 Juli 2026 - 18:52

INDOPOSCO.ID – Maroko kembali berhadapan dengan lawan yang pernah menghentikan langkah terbaik mereka di panggung Piala Dunia. Setelah empat tahun...

SelengkapnyaDetails
Messi

Argentina Comeback Dramatis, Messi: Tim Ini Tidak Pernah Menyerah!

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:13
Hossam-Hassan

Kalah Kontroversial dari Argentina, Pelatih Mesir: Kami Telah Ditipu!

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:31
Trophy

Jadwal Perempatfinal Piala Dunia: Dibuka Prancis vs Maroko, Ditutup Argentina Kontra Swiss

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:21
Swiss

Hasil Piala Dunia: Swiss ke 8 Besar Usai Taklukkan Kolombia via Tos-tosan

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:40
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.