INDOPOSCO.ID – Upaya memadamkan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten mulai menunjukkan hasil. Memasuki hari ketujuh penanganan, Selasa (7/7/2026) kemarin, progres pemadaman telah mencapai 49 persen dan operasi kini difokuskan pada tahap pendinginan.
Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Brigadir Jenderal (Brigjen) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Djohan Darmawan mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang melibatkan BNPB, kementerian terkait, pemerintah daerah, TNI, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) hingga pihak swasta.
“Kolaborasi dari seluruh instansi yang ada ini ada kemajuan-kemajuan. Saat ini sudah mencapai 49 persen dan kita terus fokuskan untuk pendinginan,” ujar Djohan dalam keterangannya, Rabu (8/7/2026).
Untuk mempercepat pemadaman, lanjutnya, BNPB mengerahkan 4 helikopter water bombing guna menjangkau titik api yang tidak bisa dicapai petugas dari darat.
“Kendala-kendala kita sudah mendatangkan empat helikopter water bombing untuk menanggulangi sektor-sektor yang tidak bisa disentuh oleh pemadam kebakaran. Jadi kita siram melalui udara,” kata Djohan.
Sementara di darat, sambungnya, tim gabungan membuka akses jalan di sisi utara dan selatan TPA agar mobil pemadam lebih mudah bergerak. Petugas membuat embung penampungan air, menggelar 6 hingga 8 jalur selang pemadam dan menyuntikkan cairan kimia khusus untuk mempercepat pemadaman bara di dalam timbunan sampah.
Menurut Djohan, kombinasi serangan dari udara dan darat menjadi strategi efektif untuk mengepung titik api.
“Dari bawah ini kita berjalan, dari atas pun disiram juga untuk pendinginan mematikan api ini,” tuturnya.
Meski api di permukaan kini nyaris tidak terlihat, tantangan baru muncul dari kepulan asap tebal yang keluar dari dalam gunungan sampah. Berdasarkan hasil pemantauan menggunakan alat geotermal, masih terdapat sumber panas di dalam timbunan sampah yang menghasilkan gas sehingga berpotensi memicu bara api kembali.
“Saat ini api itu di permukaan tidak kelihatan, namun adanya asap yang keluar dari dalam tumpukan sampah. Dimungkinkan di dalamnya itu ada sumber panas karena mengandung gas,” jelasnya.
“Tim gabungan terus melakukan penyiraman secara intensif ke bagian dalam tumpukan sampah untuk memastikan proses pendinginan berjalan optimal,” imbuhnya.(nas)


















