INDOPOSCO.ID – Transformasi yang digulirkan Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mulai memunculkan sinyal kuat di tubuh BUMN. Sejumlah perusahaan pelat merah mencatat lonjakan kinerja sepanjang tahun buku 2025, bahkan beberapa di antaranya berhasil keluar dari tekanan kerugian dan kembali membukukan laba.
Perubahan itu dinilai bukan sekadar perbaikan angka di laporan keuangan, melainkan cerminan dari arah baru pengelolaan investasi negara yang lebih terukur dan berorientasi hasil.
Wakil Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Rusdi Ali Hanafia, menyebut capaian tersebut sebagai indikator bahwa strategi transformasi, penguatan tata kelola, dan restrukturisasi yang dijalankan Danantara mulai bekerja efektif di bawah kepemimpinan CEO Rosan P. Roeslani.
“Kami melihat Danantara di bawah kepemimpinan Bapak Rosan P. Roeslani telah menunjukkan arah yang jelas dalam memperkuat investasi nasional dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Ini patut diapresiasi karena hasilnya mulai terlihat nyata,” ujar Rusdi dalam keterangannya, Selasa (30/6/2026).
“Peningkatan kinerja sejumlah BUMN menunjukkan bahwa pengelolaan aset negara dilakukan secara lebih profesional, efisien, dan berorientasi pada penciptaan nilai tambah bagi bangsa,” sambungnya.
Menurut Rusdi, keberhasilan sejumlah BUMN mencetak kinerja lebih baik menunjukkan bahwa transformasi yang dijalankan Danantara berjalan semakin terukur, transparan, dan berorientasi pada hasil nyata.
“Keberhasilan ini bukan sekadar angka dalam laporan keuangan, tetapi menunjukkan bahwa transformasi yang dijalankan Danantara mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta daya saing BUMN. Pada akhirnya, manfaatnya akan dirasakan masyarakat melalui meningkatnya investasi, terbukanya lapangan kerja, dan bertambahnya kontribusi BUMN terhadap penerimaan negara,” ungkap Rusdi.
Pria yang juga menjabat Ketua Umum Seknas Indonesia Maju itu mengatakan, kepemimpinan Rosan Roeslani menghadirkan energi baru dalam pengelolaan investasi negara dengan menempatkan profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas sebagai fondasi utama.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kata Rusdi, sinergi antara pemerintah, BUMN, dan Danantara menjadi kunci untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional.
“BUMN yang sehat dan mencetak laba besar bukan hanya menjadi kebanggaan negara, tetapi juga menjadi bukti bahwa strategi investasi, efisiensi, dan transformasi kelembagaan yang dilakukan sudah berada di jalur yang tepat,” tegasnya.
Rusdi juga menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam momentum pertumbuhan ekonomi yang sedang terbentuk.
“Anak muda harus masuk dalam arus besar pembangunan ekonomi. Jangan hanya menjadi penonton. Kita harus menjadi bagian dari perubahan dan pertumbuhan bangsa,” tutur Rusdi.
Sebagai tokoh pemuda nasional, ia berharap Danantara dan BUMN mampu menjaga tren positif tersebut secara berkelanjutan dengan tetap mengedepankan profesionalisme, transparansi, dan kepentingan rakyat.
“Jika BUMN kuat, investasi kuat, dan anak muda ikut bergerak, maka cita-cita Indonesia menjadi negara maju dan berdaulat bukan lagi sekadar wacana, tetapi keniscayaan,” tutupnya. (her)


















