• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Transformasi Jadi Kunci, Bank Jakarta dan BEI Ungkap Tantangan Baru Industri Keuangan

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Selasa, 30 Juni 2026 - 22:41
in Ekonomi
Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo (tengah) dan Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffry Hendrik (kedua dari kiri) bersama narasumber lainnya usai diskusi "Shaping the Next Era of Indonesia's Capital Market" pada Investor Day 2026 di BEI, Jakarta, Selasa (30/6/2026). Foto: Dokumen Bank Jakarta

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo (tengah) dan Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffry Hendrik (kedua dari kiri) bersama narasumber lainnya usai diskusi "Shaping the Next Era of Indonesia's Capital Market" pada Investor Day 2026 di BEI, Jakarta, Selasa (30/6/2026). Foto: Dokumen Bank Jakarta

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah tekanan ekonomi global yang belum mereda, industri keuangan nasional dinilai masih berdiri di atas fondasi yang kuat. Namun, perubahan pola bisnis, perkembangan teknologi, hingga dinamika perilaku pasar memaksa pelaku industri meninggalkan cara lama dan mempercepat transformasi agar tetap kompetitif.

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo menegaskan, secara fundamental sektor perbankan Indonesia masih berada dalam kondisi sehat. Pertumbuhan kredit tetap positif, permodalan kuat, likuiditas terjaga, dan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) masih relatif rendah.

BacaJuga:

Tak Banyak yang Tahu, Pencairan JHT saat Pensiun hingga Rp50 Juta Dikenai Pajak 0 Persen

Kemitraan Strategis RGI dan NNA Hadirkan Peluang Baru bagi Industri SKT

PDC Perkuat Kolaborasi dengan Prabumulih, SDM Lokal Jadi Prioritas Pengembangan

“Persoalannya sebenarnya bukan di fundamentalnya, tetapi medan permainannya berubah,” ujar Agus dalam bincang-bincang Shaping the Next Era of Indonesia’s Capital Market pada Investor Day 2026 di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Menurutnya, beberapa tahun terakhir menjadi periode yang penuh ketidakpastian bagi industri perbankan. Pandemi Covid-19, konflik geopolitik, hingga perubahan kebijakan perdagangan global membuat bank tidak lagi bisa mengandalkan strategi bisnis secara business as usual.

Di saat yang sama, industri juga menghadapi tekanan biaya dana. Agus mengungkapkan bunga deposito dalam lelang dana antarbank sempat mencapai 11,5 persen, mencerminkan meningkatnya biaya penghimpunan dana di sektor perbankan.

Menjawab tantangan tersebut, Bank Jakarta mempercepat transformasi di berbagai lini, mulai dari penyempurnaan model bisnis, digitalisasi layanan, penguatan manajemen risiko, hingga pembentukan budaya kerja yang lebih adaptif.

Sebagai bank yang mayoritas sahamnya dimiliki Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, perseroan juga memperkuat pengembangan ekosistem layanan pemerintah daerah. Menurut Agus, besarnya perputaran anggaran di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi peluang strategis untuk menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Transformasi digital turut menjadi fokus utama melalui modernisasi infrastruktur teknologi, pengembangan aplikasi, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

Selain itu, Bank Jakarta memperkuat manajemen risiko seiring munculnya ancaman baru, termasuk keamanan siber yang kini menjadi salah satu tantangan terbesar industri.

“Risiko ke depan itu akan semakin multidimensi,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Jeffry Hendrik menilai penguatan kualitas investor menjadi pekerjaan rumah penting dalam mendorong pendalaman pasar modal Indonesia.

Bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan self-regulatory organization (SRO), BEI terus meningkatkan transparansi pasar melalui penyediaan data investor yang lebih rinci, pendalaman pasar, serta keterbukaan informasi kepada publik.

“Kami yakin dengan transparansi yang lebih baik, tentu akan ada trust yang lebih tinggi,” kata Jeffry.

Jumlah investor domestik kini telah melampaui 28 juta. Namun, menurutnya, pertumbuhan tersebut harus diimbangi peningkatan kualitas agar mampu menopang pasar modal secara berkelanjutan.

Jeffry menegaskan investor perlu memiliki literasi yang baik, memahami profil risiko, dan mampu mengambil keputusan berdasarkan analisis, bukan sekadar mengikuti tren.

“Mampu melakukan analisis, tidak hanya ikut-ikutan apa kata influencer, tidak FOMO (Fear of Missing Out / takut ketinggalan tren, takut kehilangan peluang),” jelasnya.

Pandangan itu sejalan dengan strategi Bank Jakarta yang kini lebih mengedepankan kualitas dibanding sekadar mengejar ekspansi bisnis.

“Kita enggak kejar-kejaran nyari pertumbuhan besar, tetapi yang kita kejar adalah pertumbuhan yang sehat dan berkualitas,” ungkap Agus.

Baik sektor perbankan maupun pasar modal sepakat bahwa daya tahan industri ke depan akan sangat ditentukan oleh kualitas transformasi. Digitalisasi, tata kelola yang baik, transparansi, dan peningkatan literasi keuangan menjadi fondasi penting untuk menghadapi perubahan yang makin cepat dan kompleks. (srv)

Tags: Bank JakartabeiIndustri KeuanganPerbankan

Berita Terkait.

Tak Banyak yang Tahu, Pencairan JHT saat Pensiun hingga Rp50 Juta Dikenai Pajak 0 Persen
Ekonomi

Tak Banyak yang Tahu, Pencairan JHT saat Pensiun hingga Rp50 Juta Dikenai Pajak 0 Persen

Selasa, 30 Juni 2026 - 23:34
Kemitraan Strategis RGI dan NNA Hadirkan Peluang Baru bagi Industri SKT
Ekonomi

Kemitraan Strategis RGI dan NNA Hadirkan Peluang Baru bagi Industri SKT

Selasa, 30 Juni 2026 - 23:24
PDC Perkuat Kolaborasi dengan Prabumulih, SDM Lokal Jadi Prioritas Pengembangan
Ekonomi

PDC Perkuat Kolaborasi dengan Prabumulih, SDM Lokal Jadi Prioritas Pengembangan

Selasa, 30 Juni 2026 - 23:13
PLN Indonesia Power Perkuat Komitmen ESG, Dorong Generasi Unggul Melalui Program Darurat Literasi
Ekonomi

PLN Indonesia Power Perkuat Komitmen ESG, Dorong Generasi Unggul Melalui Program Darurat Literasi

Selasa, 30 Juni 2026 - 22:53
Di Tengah Ketidakpastian Global, Indonesia Ajak Negara Produsen Sawit Perkuat Barisan
Ekonomi

Lewat CEO Talks di Universitas Andalas, Direktur Pegadaian Ajak Generasi Muda “Beli Masa Depan dengan Harga Hari Ini”

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:11
Di Tengah Ketidakpastian Global, Indonesia Ajak Negara Produsen Sawit Perkuat Barisan
Ekonomi

Peduli Pendidikan, Pegadaian Praya Dukung Pembangunan Infrastruktur Sekolah dan Kenalkan Investasi Emas Sejak Dini

Selasa, 30 Juni 2026 - 20:41

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1643 shares
    Share 657 Tweet 411
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1695 shares
    Share 678 Tweet 424
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    1089 shares
    Share 436 Tweet 272
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    1020 shares
    Share 408 Tweet 255
  • Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1727 shares
    Share 691 Tweet 432
Konsep Otomatis
Olahraga

Singkirkan Belanda, Mazraoui Tegaskan Maroko Layak Diperhitungkan di Piala Dunia 2026

Editor Dilianto
Selasa, 30 Juni 2026 - 20:17

INDOPOSCO.ID - Bek Timnas Maroko Noussair Mazraoui menegaskan, bahwa timnya bukan lagi sekadar tim kejutan di Piala Dunia 2026, melainkan...

SelengkapnyaDetails
Jadwal 32 Besar Piala Dunia: Norwegia, Prancis dan Meksiko Main, Lawannya Berat

Koeman Ogah Bahas Masa Depannya Usai Belanda Tersingkir di Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 - 17:52
Jadwal 32 Besar Piala Dunia: Norwegia, Prancis dan Meksiko Main, Lawannya Berat

Jadwal 32 Besar Piala Dunia: Norwegia, Prancis dan Meksiko Main, Lawannya Berat

Selasa, 30 Juni 2026 - 17:42
Pemain-Maroko

Hasil Piala Dunia: Bounou Jadi Pahlawan, Maroko Pulangkan Belanda via Tos-tosan

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:23
Julio-Enciso

Paraguay Singkirkan Jerman, Gustavo Gomez: Persatuan Jadi Kekuatan Kami

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:41
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.