INDOPOSCO.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan kemajuan teknologi harus dimanfaatkan sebagai instrumen untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan bangsa. Penegasan itu disampaikan saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi dan Industri (KSTI) 2026 di Jakarta, Minggu (28/6/2026).
Menanggapi hal tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Prof Ojat Darojat, menilai literasi teknologi di lingkungan pendidikan harus terus diperkuat agar mampu mengikuti perkembangan zaman.
“Di era saat ini, kemajuan teknologi, khususnya digital, perlu diiringi dengan peningkatan literasi teknologi di lingkungan pendidikan,” ujar Ojat kepada Indoposco.id usai memberikan arahan pada Seminar Wisuda di Universitas Terbuka, Senin (29/6/2026).
Menurutnya, perkembangan teknologi telah memberikan kontribusi besar terhadap dunia kerja sekaligus menjadi penopang lahirnya sumber daya manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Dengan kemajuan teknologi ini, manusia tetap menjadi titik tumpu pembangunan yang didukung oleh integrasi teknologi,” katanya.
Sementara itu, Rektor Universitas Terbuka, Prof Ali Muktiyanto, mengatakan kampusnya terus berinovasi untuk menghadirkan sistem pembelajaran jarak jauh yang semakin efektif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Inovasi itu menjadi napas kami. Jadi kami terus meningkatkan sistem pembelajaran jarak jauh yang jauh lebih baik dan lebih efektif,” ujarnya.
Ali menjelaskan, inovasi terbaru yang dikembangkan UT adalah sistem asesmen berbasis daring. Melalui sistem tersebut, mahasiswa dapat mengikuti ujian secara online kapan saja dan dari mana saja.
“Yang terbaru kami melakukan inovasi di bidang asesmen, dengan ujian secara online. Jadi mahasiswa bisa melakukan ujian di mana saja dan kapan saja,” jelasnya.
Menurut Ali, pelaksanaan ujian online juga dapat diakses melalui smartphone serta telah dilengkapi teknologi untuk meminimalkan potensi kecurangan.
“Selain inovasi, kami juga terus membuka program studi yang dapat meningkatkan daya inovasi masyarakat,” ujarnya.(nas)


















