INDOPOSCO.ID – Tumpukan sampah yang selama ini menjadi persoalan di berbagai daerah coba diubah menjadi sumber energi. Asiana Technologies memperkenalkan teknologi waste-to-fuel yang mampu mengolah limbah padat menjadi bahan bakar alternatif sebagai solusi atas persoalan sampah sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Melalui teknologi tersebut, perusahaan mengklaim mampu mengubah beragam jenis limbah, mulai dari sampah rumah tangga, pasar tradisional dan modern, limbah industri, perkebunan, pertanian, peternakan hingga sampah di tempat pembuangan akhir (TPA), menjadi Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan nilai kalor di atas 3.500 Kcal/Kg.
CEO sekaligus Inventor Asiana Technologies, Poltak Sitinjak, mengatakan, sampah seharusnya tidak dipandang sebagai akhir dari sebuah siklus, melainkan sumber energi baru yang memiliki nilai ekonomi.
“Kami percaya bahwa sampah bukanlah akhir dari sebuah siklus, melainkan awal dari energi baru. Melalui teknologi waste-to-fuel yang kami kembangkan, kami tidak hanya mengurangi volume limbah, tetapi juga menghasilkan bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan untuk berbagai sektor industri,” ujar Poltak dalam keterangan, Sabtu (28/6/2026).
Menurut Poltak, bahan bakar alternatif tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai industri, seperti pembangkit listrik, semen, petrokimia, keramik, kaca hingga baja.
Asiana Technologies juga mulai memperluas implementasi teknologi tersebut melalui kerja sama dengan sejumlah pemerintah daerah. Di antaranya pengolahan sampah di TPA Burangkeng bersama Pemerintah Kabupaten Bekasi dan TPA Sarimukti bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Perusahaan menyebut sejumlah daerah lain juga tengah menjalin kerja sama serupa.
Tak hanya itu, Asiana Technologies telah menandatangani perjanjian jual beli EBT dengan Indocement. Melalui kerja sama tersebut, perusahaan menargetkan memasok sekitar 10 ribu ton bahan bakar alternatif per hari untuk lima pabrik Indocement yang tersebar di lima provinsi.
Perusahaan menegaskan teknologi yang dikembangkan mengusung konsep ekonomi sirkular dengan memanfaatkan kembali limbah menjadi produk bernilai tambah.
“Selain mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA, langkah ini mampu menekan emisi karbon dan mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE),” terangnya.
Ia menambahkan, dengan memanfaatkan sumber bahan baku dari berbagai sektor, mulai rumah tangga hingga landfill, Asiana Technologies optimistis teknologi waste-to-fuel dapat menjadi salah satu solusi dalam mempercepat transisi energi. Sekaligus membantu pemerintah mengatasi persoalan sampah yang terus meningkat. (nas)
















