• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Perluas Akses Pendidikan! Pemerintah: Sekolah Rakyat, Negeri, dan Garuda Saling Melengkapi

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:31
in Nasional
Siswa tengah mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas/Nasuha- INDOPOSCO

Siswa tengah mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas/Nasuha- INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah memastikan program Sekolah Rakyat, Sekolah Negeri, dan Sekolah Garuda tidak berjalan sendiri-sendiri. Ketiga program tersebut dirancang sebagai satu ekosistem pendidikan nasional untuk memperluas akses, meningkatkan mutu, sekaligus mewujudkan pemerataan pendidikan bagi seluruh anak Indonesia.

Pemerintah menekankan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat bukan untuk menggantikan sekolah negeri, melainkan menjadi pelengkap bagi kelompok masyarakat yang selama ini sulit mengakses layanan pendidikan.

BacaJuga:

Komisi X Usul Sistem Daftar Cadangan, Kursi Kosong PTN Tak Lagi Terbuang

Kementan Siap Borong Inovasi Kampus, Percepat Hilirisasi demi Swasembada Pangan

Nikah Fest 2026, Wamenag: Pernikahan Itu Pondasi Kuat Sebuah Bangsa

Tenaga Ahli Menteri Sosial (Mensos) Andy Kurniawan, mengatakan Sekolah Rakyat merupakan bentuk afirmasi pemerintah bagi kelompok invisible people, yakni masyarakat yang terkendala mengenyam pendidikan akibat persoalan sosial dan ekonomi.

“Program ini terintegrasi dengan berbagai kementerian. Kemendikdasmen menyusun kurikulum, Kementerian PUPR membangun sarana fisik, sementara pemerintah daerah menyiapkan lahan. Semuanya menjadi bagian dari ekosistem pendidikan bersama sekolah negeri dan Sekolah Garuda,” ujar Andy dalam keterangan, Sabtu (27/6/2026).

Pemerintah juga, dikatakan dia, telah menyiapkan peta jalan pengembangan Sekolah Rakyat dengan target pembangunan 100 sekolah baru setiap tahun hingga mencapai 500 lokasi pada 2029.

Menurut Andy, program tersebut tidak hanya menyediakan akses pendidikan, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga siswa melalui bantuan sosial dan Koperasi Desa Merah Putih agar keluarga penerima manfaat dapat meningkat kondisi ekonomi dan sosialnya.

Ia menyebut ada tiga semangat utama yang menjadi landasan Sekolah Rakyat, yakni memuliakan masyarakat kecil, menjangkau kelompok yang selama ini belum tersentuh layanan pendidikan, serta membuka peluang bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk mengubah masa depan mereka.

“Stigma bahwa karena miskin tidak bisa maju harus dihapus. Mereka harus yakin bisa bersaing, mengangkat derajat keluarganya, menjadi agen perubahan, dan berkontribusi bagi bangsa,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, pengamat pendidikan Alpha Amirrachman menilai pembagian peran antara Sekolah Negeri, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Garuda merupakan strategi yang tepat untuk mempersempit kesenjangan kualitas pendidikan di Indonesia.

Menurutnya, kebijakan tersebut dapat membantu memutus rantai kemiskinan antargenerasi, khususnya bagi sekitar 3,4 juta anak yang masih hidup dalam kemiskinan ekstrem. Di sisi lain, kolaborasi lintas kementerian juga dinilai akan memperkuat penyelarasan kurikulum dan standardisasi mutu pendidikan.

Ia menambahkan, penguatan kualitas pendidikan perlu dibarengi dengan pembekalan keterampilan masa depan, seperti literasi kecerdasan buatan (AI) dan data science, agar lahir sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. “Kami optimistis kolaborasi lintas sektor tersebut akan mempercepat terwujudnya Generasi Emas 2045,” katanya.

“Pemerintah di saat yang sama, juga memprioritaskan revitalisasi sekolah negeri. Sehingga tidak ada lagi anak Indonesia yang tertinggal dari akses pendidikan berkualitas,” imbuhnya. (nas)

Tags: Pemerataan PendidikanPendidikan NasionalSekolah GarudaSekolah Rakyat

Berita Terkait.

Komisi X Usul Sistem Daftar Cadangan, Kursi Kosong PTN Tak Lagi Terbuang
Nasional

Komisi X Usul Sistem Daftar Cadangan, Kursi Kosong PTN Tak Lagi Terbuang

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:31
Nikah Fest 2026, Wamenag: Pernikahan Itu Pondasi Kuat Sebuah Bangsa
Nasional

Kementan Siap Borong Inovasi Kampus, Percepat Hilirisasi demi Swasembada Pangan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:01
Nikah Fest 2026, Wamenag: Pernikahan Itu Pondasi Kuat Sebuah Bangsa
Nasional

Nikah Fest 2026, Wamenag: Pernikahan Itu Pondasi Kuat Sebuah Bangsa

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:01
AI Jadi Andalan ASEAN-Australia Perkuat Sistem Imigrasi dan Keamanan Perbatasan
Nasional

AI Jadi Andalan ASEAN-Australia Perkuat Sistem Imigrasi dan Keamanan Perbatasan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:01
Sediakan Payung yuk, Hari Ini Sebagian Wilayah Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan
Nasional

KSTI 2026, Mendiktisaintek: Kampus harus Perkuat Kolaborasi Dukung Pembangunan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:01
Di Penas Gorontalo, KKP Gencarkan Program Budi Daya Tematik untuk Ketahanan Pangan
Nasional

Di Penas Gorontalo, KKP Gencarkan Program Budi Daya Tematik untuk Ketahanan Pangan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 10:31

BERITA POPULER

  • Ronaldo

    Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1718 shares
    Share 687 Tweet 430
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1685 shares
    Share 674 Tweet 421
  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1259 shares
    Share 504 Tweet 315
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    1076 shares
    Share 430 Tweet 269
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
Tak Gentar Lawan Argentina, Tanjung Verde Optimistis Tatap Babak 32 Besar Piala Dunia
Olahraga

Tak Gentar Lawan Argentina, Tanjung Verde Optimistis Tatap Babak 32 Besar Piala Dunia

Editor Dilianto
Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:18

INDOPOSCO.ID - Timnas Tanjung Verde akan berhadapan dengan Timnas Argentina pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang berlangsung di...

SelengkapnyaDetails
Hasil Piala Dunia : Tanjung Verde Lolos 32 Besar, Deroy Duarte: Rasanya Seperti Bermimpi

Hasil Piala Dunia : Tanjung Verde Lolos 32 Besar, Deroy Duarte: Rasanya Seperti Bermimpi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:16
Hasil Piala Dunia : Uruguay Angkat Koper dari Piala Dunia 2026, Marcelo Bielsa Kecewa Berat

Hasil Piala Dunia : Uruguay Angkat Koper dari Piala Dunia 2026, Marcelo Bielsa Kecewa Berat

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:43
Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 10:12
Jadwal Piala Dunia: Prancis-Norwegia Berebut Juara Grup, Belgia Buru Tiket Lolos

Jadwal Piala Dunia: Prancis-Norwegia Berebut Juara Grup, Belgia Buru Tiket Lolos

Jumat, 26 Juni 2026 - 17:03
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.