INDOPOSCO.ID – Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVII yang berlangsung hampir sepekan di Gorontalo pada 20-25 Juni lalu, dimanfaatkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mempromosikan program Kampung Budi Daya Tematik ke tengah masyarakat. Program ini menjadi upaya KKP memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis hasil kelautan perikanan.
“Penas ini sangat baik sekali untuk memberikan informasi secara jelas kepada masyarakat, tidak hanya masyarakat Gorontalo, karena yang hadir di sini juga representasi dari seluruh provinsi. Di sini lah bagaimana KKP hadir memberikan informasi secara lengkap kepada masyarakat, khususnya terkait program-program proiritas yang dimiliki KKP, salah satunya Kampung Budi Daya Tematik,” ujar Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) I Nyoman Radiarta dalam siaran resmi di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Kampung Budi Daya Tematik dipilih sebagai tema karena relevan dengan kebutuhan masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan rumah untuk mendukung penyediaan pangan keluarga. Dalam konsep ini, KKP memperkenalkan sistem budi daya berbasis bioflok. Selain itu terdapat pula konsep Yumina-Bumina, yaitu integrasi budidaya ikan dengan tanaman sayur dan buah.
Lebih lanjut Nyoman mengungkapkan, selain budidaya skala rumah tangga melalui bioflok, KKP tengah mengembangkan inovasi mini Recirculating Aquaculture System (RAS) untuk meningkatkan produktivitas budidaya ikan. Hasil produksi nantinya dapat mendukung kebutuhan konsumsi rumah tangga sekaligus program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam implementasi berbagai program tersebut, BPPSDM KP sendiri mengambil peran penting dalam mendukung keberhasilan program-program prioritas KKP melalui penyiapan sumber daya manusia yang kompeten, terutama melalui keberadaan penyuluh kelautan dan perikanan sebagai garda terdepan pendamping masyarakat.
“Tanpa kolaborasi yang baik, saya kira tidak akan berjalan program-program yang sudah dicanangkan pemerintah. Penyuluh, instruktur, dosen, guru, dan seluruh perangkat KKP menjadi bagian penting dalam memastikan program sampai dan diterapkan oleh masyarakat,” tegas Nyoman.
Pada Penas kali ini, KKP turut mempromosikan program prioritas nasional lainnya seperti Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), pengembangan garam, revitalisasi tambak, modernisasi kapal perikanan, dan budi daya udang terintegrasi di Waingapu, Nusa Tenggara Timur. Berbagai layanan dan aktivitas interaktif bagi masyarakat juga dihadirkan, diantaranya coaching clinic, pelatihan, layanan konsultasi terpadu (one stop services), demo masak olahan ikan, melihat langsung percontohan budidaya, gelar teknologi akuakultur, pameran, mini seminar, podcast, mini bazaar, hiburan edukatif dan lomba interaktif. (ney)

















