INDOPOSCO.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa sejarah membuktikan kemajuan sebuah bangsa tidak pernah lahir secara kebetulan. Perubahan besar, menurutnya, selalu dipicu oleh lahirnya gagasan dan inovasi dari para pemikir terbaik yang mampu menjawab tantangan zamannya.
Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat membuka Sarasehan Kebangsaan dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (26/6/2026). Di hadapan para guru besar, rektor, peneliti, ilmuwan, dan pemangku kepentingan, Prabowo menempatkan perguruan tinggi sebagai salah satu pilar utama yang menentukan arah masa depan Indonesia.
“Saudara-saudara yang menjadi guru besar adalah memang orang-orang terpintar yang dimiliki bangsa Indonesia. Karena itu setiap inovasi, setiap perubahan, setiap kemajuan di setiap bangsa selama peradaban manusia selalu berasal dari pemikir-pemikir yang terbaik,” ujar Prabowo.
Ia menilai perjalanan peradaban manusia menunjukkan bahwa lompatan kemajuan selalu dipengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dari revolusi pertanian yang mengubah pola hidup manusia hingga berbagai inovasi modern, semuanya berakar pada kemampuan manusia mengembangkan sains.
Di sisi lain, Prabowo menekankan bahwa tujuan akhir penyelenggaraan negara adalah memastikan rakyat memperoleh kehidupan yang layak dan sejahtera. Karena itu, setiap kebijakan pemerintah harus diarahkan untuk menjawab persoalan masyarakat melalui pendekatan yang berbasis pengetahuan.
“Kita bernegara, kita berbangsa, tujuannya harus kita paham dan kita mengerti yaitu untuk mencapai suatu kehidupan yang layak dan yang baik untuk rakyat kita. Itu tujuan bernegara. Semua adalah jalan menuju itu,” jelas Prabowo.
“Karena itu, saya sebagai insan, sebagai individu yang diberi kepercayaan oleh bangsa Indonesia untuk memegang kendali pemerintahan, adalah tugas saya, adalah kewajiban saya untuk menghadapi kesulitan-kesulitan yang dihadapi bangsa kita dan mencari solusi terhadap kesulitan-kesulitan itu,” lanjutnya.
Prabowo juga mengungkapkan bahwa keyakinannya terhadap pentingnya ilmu pengetahuan tercermin dalam komposisi pemerintahan yang melibatkan banyak akademisi dan profesor pada posisi-posisi strategis. Menurutnya, kehadiran kalangan ilmiah menjadi bagian penting dalam merumuskan solusi yang tepat bagi pembangunan nasional.
“Saya dari awal sangat sadar peran dan penting para ilmuwan, para guru besar, dan karena itu, kalau Saudara simak hampir di setiap bidang pemerintahan yang kunci, saya ikut sertakan profesor-profesor dalam posisi-posisi yang sangat menentukan,” kata Prabowo.
Lebih jauh, Kepala Negara mengingatkan bahwa teknologi secanggih apa pun tidak akan memberikan hasil maksimal tanpa didukung sumber daya manusia yang kompeten. Ia mengibaratkan hal tersebut seperti pesawat modern yang tetap membutuhkan pilot berkemampuan tinggi agar dapat beroperasi dengan baik.
“It is not the technology, it is not the equipment, it is the men and the women behind the equipment (Yang paling menentukan bukanlah teknologinya atau peralatannya, melainkan orang-orang yang berada di balik penggunaan teknologi dan peralatan tersebut). Ini yang kita sadari. Percuma kita punya pesawat yang paling canggih, pilotnya tidak andal,” tutur Prabowo.
Menutup sambutannya, Prabowo mengapresiasi penyelenggaraan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia yang menghadirkan ruang dialog antara pemerintah, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan. Ia berharap forum tersebut mampu melahirkan pemikiran dan rekomendasi strategis yang semakin memperkuat pembangunan nasional berbasis sains, teknologi, serta kualitas sumber daya manusia.
“Jadi saudara-saudara, dengan kesadaran itu, saya sangat berterima kasih atas inisiatif konvensi ini yang mengikutsertakan sebuah sarasehan kebangsaan,” tambahnya. (her)

















