INDOPOSCO.ID – Masyarakat tak perlu khawatir dengan potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dalam waktu dekat. Pemerintah bersama DPR memastikan tarif BBM yang mendapat subsidi negara tetap dipertahankan hingga penghujung 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat.
Kepastian tersebut disampaikan Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Muhidin Mohamad Said usai mengikuti Rapat Tim Perumus (Timrus) bersama pemerintah dalam pembahasan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2026).
“Minyak-minyak yang bersubsidi tidak akan dinaikkan sampai akhir tahun ini. Jadi masyarakat tidak usah terlalu panik,” ujar Muhidin.
Menurutnya, pemerintah tetap menempatkan perlindungan terhadap kelompok masyarakat berpenghasilan rendah sebagai prioritas. Karena itu, anggaran subsidi BBM telah dialokasikan dalam APBN agar program tersebut dapat terus berjalan tanpa mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat.
“Yang jelas kalau situasi yang tidak masuk di dalam subsidi itu tergantung harga pasar. Karena memang orang-orang yang punya kemampuan tidak mungkin diberikan subsidi. Jadi yang kita perhatikan adalah masyarakat kita yang tidak punya kemampuan,” tegas Muhidin.
Selain memastikan keberlanjutan subsidi energi, Muhidin juga menegaskan bahwa anggaran perlindungan sosial dalam RAPBN 2027 tidak akan mengalami pemangkasan. Kebijakan tersebut dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat rentan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Di sisi lain, Banggar DPR dan pemerintah telah menyepakati sejumlah fokus utama belanja negara pada RAPBN 2027. Prioritas itu mencakup penguatan hilirisasi industri, peningkatan kualitas pendidikan, ketahanan pangan, pembangunan sanitasi dan akses air bersih, hingga sektor kesehatan.
“Seluruh prioritas tersebut sejalan dengan visi dan misi Presiden yang telah dijanjikan kepada rakyat Rapat Timrus hari ini merupakan bagian dari proses penyusunan KEM-PPKF sebagai pedoman awal penyusunan RAPBN 2027. Angka final akan diumumkan Presiden dalam Pidato Nota Keuangan pada 16 Agustus 2026 mendatang,” tutupnya. (her)

















