INDOPOSCO.ID – Tingginya kasus penyakit kardiovaskular di Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi perhatian serius pemerintah daerah (Pemda). Dalam tiga tahun terakhir, RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan tercatat menangani 2.238 kasus penyakit jantung dengan tingkat keberhasilan tindakan mencapai 99 persen.
Tak hanya itu, rumah sakit milik Pemprov Kaltim tersebut juga telah melakukan 40 operasi bedah jantung terbuka atau Coronary Artery Bypass Grafting (CABG) dengan tingkat keberhasilan mencapai 95 persen. Angka tersebut menunjukkan kebutuhan layanan jantung yang terus meningkat di Benua Etam.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud meresmikan Gedung Jantung Terpadu Awang Faroek Tower di RSKD Balikpapan. Kehadiran gedung baru ini, dikatakan dia, diharapkan semakin memperkuat layanan kesehatan kardiovaskular bagi masyarakat Kaltim.
Ia mengapresiasi jajaran RSKD dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan fasilitas layanan jantung terpadu tersebut. Menurutnya, peningkatan kualitas layanan kesehatan harus dibarengi penguatan sumber daya manusia, terutama tenaga kesehatan.
“Kita tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga membangun kualitas SDM. Secanggih apa pun alat dan sebagus apa pun gedungnya, kalau pelayanannya tidak ramah, manfaatnya tidak akan maksimal. Senyum dan ketulusan tenaga kesehatan adalah obat yang paling mujarab,” ujar Mas’ud dalam keterangan, Kamis (25/6/2026).
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dalam membangun Kalimantan Timur sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas Direktur RSKD Balikpapan, Ahmad Jais menjelaskan, pembangunan gedung jantung terpadu dilatarbelakangi tingginya jumlah pasien penyakit jantung yang ditangani rumah sakit dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, Awang Faroek Tower dilengkapi berbagai fasilitas modern, termasuk ruang Cath Lab B-Plan pertama di Kalimantan yang akan mendukung layanan diagnostik serta tindakan intervensi jantung.
“Rumah sakit yang unggul tidak cukup memiliki gedung megah dan alat canggih. Tetapi juga harus didukung tata kelola yang baik, SDM yang kompeten, serta pelayanan yang ramah dan profesional. Itulah ikhtiar kami menjaga kesehatan jantung masyarakat Kalimantan Timur,” kata Ahmad.
Diketahui, gedung Jantung Terpadu Awang Faroek Tower dilengkapi berbagai fasilitas modern, mulai dari catheterization laboratory (cath lab), ruang operasi berstandar Modular Operating Theater (MOT), hingga teknologi Smart RSKD yang memungkinkan pemantauan kondisi pasien secara real time dari ambulans, IGD, ICCU hingga ruang perawatan.
Dengan fasilitas tersebut, berbagai tindakan medis seperti pemasangan ring jantung, angiografi koroner, pemasangan temporary pacemaker, hingga operasi jantung terbuka kini dapat dilakukan di Balikpapan. (nas)

















