• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Cegah Stunting Tak Cukup dengan Makan Bergizi, Pola Asuh Orang Tua Jadi Penentu

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Rabu, 24 Juni 2026 - 15:35
in Nasional
utt

Tim PkM Universitas Terbuka melakukan Edukasi Terpadu Gizi dan Tumbuh Kembang Anak. Foto: Dok UT

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pencegahan stunting tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan gizi anak. Pola pengasuhan yang responsif serta stimulasi tumbuh kembang sejak usia dini juga menjadi faktor penting untuk memastikan anak tumbuh sehat dan berkembang optimal.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Edukasi Terpadu Gizi dan Tumbuh Kembang Anak sebagai Upaya Pencegahan Stunting yang digelar Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Terbuka (UT) di RW 008, Kelurahan Gandul, Kecamatan Cinere, Kota Depok, pada 23 Juni 2026.

BacaJuga:

Dukung Golf Charity, Ketua DPD RI: Bantu Perbaikan Fasilitas Pendidikan 

Prabowo Siap Potong Anggaran Pertahanan demi Hapus Kemiskinan

IKA PTKIN Siapkan Riset Kebijakan, Ketum: Jadi Mitra Strategis Pemerintah Selesaikan Masalah Rakyat

Kegiatan yang melibatkan ibu-ibu peserta aktif Posyandu Kenanga itu berlangsung interaktif. Para peserta aktif berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi dalam mengasuh balita, mulai dari anak yang sulit makan, memilih makanan, hingga kekhawatiran terhadap berat dan tinggi badan anak.

Dosen Program Studi (Prodi) Biologi Universitas Terbuka, Hikmah Zikriyani, menjelaskan pentingnya protein sebagai zat gizi utama yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Menurutnya, kebutuhan protein dapat dipenuhi dari berbagai bahan pangan yang mudah diperoleh, seperti telur, ikan, ayam, daging, tempe, tahu, susu, kacang-kacangan, hingga jamur.

“Orang tua harus diingatkan untuk membiasakan anak mengonsumsi tiga kali makan utama yang diselingi dua kali makanan selingan sehat setiap hari. Agar kebutuhan energi dan zat gizi terpenuhi secara optimal,” terang Hikmah dalam keterangan, Rabu (24/6/2026).

Sebelum sesi edukasi dimulai, peserta diminta mengisi Mentimeter secara anonim mengenai kekhawatiran mereka terkait tumbuh kembang anak. Hasilnya menunjukkan sebagian besar orang tua cemas karena anak sulit makan, berat badan sulit naik, dan khawatir mengalami stunting. Temuan tersebut kemudian menjadi bahan pembahasan selama kegiatan.

Sementara itu, dosen Program Studi (Prodi) Psikologi Universitas Sampoerna, Siti Shaliha, memaparkan pentingnya penerapan responsive feeding dan responsive parenting. Orang tua didorong menciptakan suasana makan yang menyenangkan tanpa paksaan, membangun komunikasi yang hangat, serta memberikan stimulasi sesuai tahap perkembangan anak.

“Salah satu materi yang mendapat perhatian besar dari peserta ialah pemahaman mengenai stunting,” ujarnya.

Ia menegaskan, bahwa anak bertubuh pendek atau memiliki berat badan lebih rendah dibanding teman seusianya belum tentu mengalami stunting.
“Penilaian stunting harus dilakukan berdasarkan pengukuran pertumbuhan sesuai standar usia dan dipantau secara berkala melalui Posyandu,” katanya.

“Orang tua harus diimbau tidak membandingkan pertumbuhan anak dengan anak lain karena setiap anak memiliki pola pertumbuhan yang berbeda,” sambungnya.

Diketahui, mayoritas peserta yang merupakan ibu rumah tangga mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru, terutama mengenai cara menghadapi anak yang sulit makan serta membangun kebiasaan makan sehat di lingkungan keluarga.

Melalui kegiatan ini, Universitas Terbuka berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, tenaga ahli, Posyandu, dan masyarakat terus diperkuat untuk meningkatkan literasi gizi, pola pengasuhan yang tepat, serta mempercepat upaya pencegahan stunting sejak dini.

“Dengan pemahaman yang lebih baik, orang tua diharapkan mampu mendampingi tumbuh kembang anak secara optimal, sehingga setiap anak memiliki kesempatan tumbuh sehat, berkembang sesuai potensinya, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik pada masa mendatang,” ujar Hikmah. (nas)

Tags: Makan BergiziPola Asuh Orang Tuastunting

Berita Terkait.

Dukung Golf Charity, Ketua DPD RI: Bantu Perbaikan Fasilitas Pendidikan 
Nasional

Dukung Golf Charity, Ketua DPD RI: Bantu Perbaikan Fasilitas Pendidikan 

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:31
bowo
Nasional

Prabowo Siap Potong Anggaran Pertahanan demi Hapus Kemiskinan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:29
Suzuki Fun Race Owners & Community 2026 Perkuat Solidaritas Komunitas Motor di Surabaya
Nasional

IKA PTKIN Siapkan Riset Kebijakan, Ketum: Jadi Mitra Strategis Pemerintah Selesaikan Masalah Rakyat

Jumat, 17 Juli 2026 - 23:01
Best Western Premier The Hive Hadirkan Donut & Bomboloni Premium, Mulai Rp15.000 di Buckwheat Bakery
Nasional

Best Cooperatives Sustainability Performance Award 2026 Jadi Tolok Ukur Transformasi Koperasi Indonesia

Jumat, 17 Juli 2026 - 21:03
Pelatihan Nasional Dimulai, Kemenkop Targetkan Manajer Koperasi Desa Berstandar BNSP
Nasional

Pelatihan Nasional Dimulai, Kemenkop Targetkan Manajer Koperasi Desa Berstandar BNSP

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:49
Kepala BSKDN Ajak Mahasiswa KKN Berinovasi Berbasis Kearifan Lokal untuk Kemajuan Kepulauan Yapen
Nasional

Kepala BSKDN Ajak Mahasiswa KKN Berinovasi Berbasis Kearifan Lokal untuk Kemajuan Kepulauan Yapen

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:19

BERITA POPULER

  • messi

    Piala Dunia: Jelang Semifinal Kontra Inggris, Messi Pamitan dari Markas Argentina di Kansas

    12511 shares
    Share 5004 Tweet 3128
  • Suzuki Fronx Kuasai 35 Persen Pasar SUV Kompak di Indonesia

    2825 shares
    Share 1130 Tweet 706
  • Piala Dunia 2026: Wasit Kontroversial AS Pimpin Semifinal Argentina vs Inggris

    1277 shares
    Share 511 Tweet 319
  • Sah Jadi WNI, Mitchell Baker Bawa Postur Tinggi dan Insting Gol Mumpuni

    1073 shares
    Share 429 Tweet 268
  • Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka

    1193 shares
    Share 477 Tweet 298
Final Piala Dunia 2026: Scaloni Hadapi Dilema Personal Lawan Spanyol
Olahraga

Final Piala Dunia 2026: Scaloni Hadapi Dilema Personal Lawan Spanyol

Editor Juni Armanto
Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:16

INDOPOSCO.ID - Pelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni berada di ambang sejarah besar untuk merengkuh trofi Piala Dunia keduanya. Namun, laga...

SelengkapnyaDetails
Alasan Takhayul, Angel Di Maria Ogah Tonton Langsung Final Piala Dunia 2026

Alasan Takhayul, Angel Di Maria Ogah Tonton Langsung Final Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 22:49
Timnas-Argentina

FIFA Mulai Investigasi Soal Pembentangan Spanduk Las Malvinas

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:14
Timnas-Argentina

Pemain Argentina Bentangkan Spanduk Klaim Falkland, Inggris Desak FIFA Turun Tangan

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:31
Kane

Hasil Piala Dunia: Inggris Ditekuk Argentina, Harry Kane Sesali Strategi Parkir Bus yang Berujung Petaka

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:30
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.