INDOPOSCO.ID – Pendanaan riset perguruan tinggi kembali menjadi perhatian pemerintah. Untuk memperkuat kapasitas riset nasional, pemerintah menambah alokasi anggaran riset sebesar Rp4 triliun di tengah melonjaknya jumlah proposal penelitian yang diajukan kampus di seluruh Indonesia.
Tambahan anggaran riset itu disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen);Riset dan Pengembangan (Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Fauzan Adziman dalam keterangan, Selasa (23/6/2026).
Menurut Fauzan, pada 2026 jumlah proposal riset yang masuk hampir dua kali lipat hingga mencapai sekitar 120 ribu proposal. Namun, kemampuan pendanaan pemerintah saat ini baru mampu mengakomodasi sekitar 20 ribu proposal.
Sehingga, lanjutnya, penambahan anggaran diharapkan memperluas kesempatan bagi perguruan tinggi menghasilkan riset berkualitas.
Fauzan menegaskan, pemerintah kini mengarahkan riset agar tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata. Perguruan tinggi didorong menghasilkan inovasi yang mampu menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat dan industri sekaligus meningkatkan daya saing nasional.
“Riset harus memberikan dampak nyata, bukan hanya menghasilkan publikasi, tetapi juga inovasi yang bisa dimanfaatkan masyarakat dan dunia usaha,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Diah Savitri menyebut Jawa Timur memiliki 304 perguruan tinggi dengan lebih dari 22 ribu dosen yayasan yang menjadi kekuatan besar dalam pengembangan pendidikan tinggi.
Dia mengungkapkan, pendanaan riset hilirisasi bagi perguruan tinggi di Jawa Timur juga mengalami peningkatan. Pada 2025 nilainya sekitar Rp114 miliar, sedangkan pada 2026 meningkat menjadi sekitar Rp127 miliar.
“Peningkatan ini menjadi modal untuk terus memperkuat tata kelola perguruan tinggi, kolaborasi antarlembaga, serta pengembangan ekosistem riset yang lebih produktif,” ujarnya. (nas)

















