INDOPOSCO.ID – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Pulau Sembur Laut, Kelurahan Galang Baru, Kota Batam, Kepulauan Riau, pada Jumat (19/6/2026), terus menunjukkan kemajuan signifikan.
Saat dipantau Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi (Kemenkop), Panel Barus, bersama Pertamina New & Renewable Energy (NRE), progres proyek telah mendekati penyelesaian tahap pertama.
Menurut Panel, proyek tersebut menjadi contoh nyata sinergi lintas lembaga dalam menghadirkan energi sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat desa.
“Pembangunan PLTS KDKMP di Pulau Sembur merupakan bentuk nyata kolaborasi antarinstansi dalam menyalurkan energi kepada masyarakat. Kami ingin memastikan masyarakat desa mendapatkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan melalui pengelolaan usaha produktif berbasis energi melalui koperasi,” jelas Panel.
Pulau Sembur yang berada di gugusan Pulau Galang selama ini belum menikmati pasokan listrik memadai dan masih bergantung pada genset berbahan bakar diesel dengan biaya operasional tinggi. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan kawasan ini dipilih sebagai lokasi pengembangan PLTS berbasis energi baru dan terbarukan karena telah memiliki aktivitas ekonomi, koperasi yang terbentuk, namun belum tersambung jaringan listrik.
Corporate Secretary Pertamina NRE, Nur Hidayati, mengungkapkan pembangunan tahap pertama telah mencapai sekitar 80 persen.
“Proyek PLTS berbasis energi terbarukan yang disandingkan dengan program KDKMP ini telah mencapai kemajuan sekitar 80 persen. Kami ucapkan terima kasih atas koordinasi dan dukungan semua pihak, terutama Kementerian Koperasi RI serta masyarakat Pulau Sembur yang berupaya mewujudkan proyek ini,” ujar Nur Hidayati dalam keterangan terpisah.
Ia menjelaskan seluruh panel surya telah terpasang dan sistem baterai sudah tiba di lokasi. Pada tahap awal, PLTS dibangun berkapasitas 400 kilowatt-peak (kWp) dengan dukungan baterai 600 kilowatt-hour (kWh).
“Nantinya keseluruhan daya PLTS yang terpasang sebesar 1 megawatt-peak (MWp) dengan baterai 1 megawatt-hour (MWh),” jelasnya.
Saat ini pekerjaan difokuskan pada penyelesaian jaringan distribusi listrik, integrasi baterai, serta pembangunan cold storage berkapasitas 5 ton dan pabrik es 2 ton per hari yang akan dikelola Koperasi Merah Putih setempat.
“Fasilitas tersebut ditargetkan beroperasi penuh pada triwulan III 2026 dan akan menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem ekonomi produktif berbasis energi bersih di Pulau Sembur,” tambahnya.
Selain menyerap tenaga kerja lokal selama pembangunan, keberadaan PLTS nantinya diproyeksikan menopang aktivitas nelayan melalui penyediaan listrik untuk cold storage dan pabrik es. Dengan begitu, hasil tangkapan dapat disimpan lebih lama, biaya operasional ditekan, dan ketergantungan pada genset maupun pasokan es dari luar pulau berkurang.
Lebih lanjut, Panel menambahkan bahwa proyek kolaborasi Kementerian Koperasi dan PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina NRE ini menjadi PLTS berbasis koperasi pertama di Indonesia. Model tersebut menempatkan koperasi sebagai pengelola aset energi sekaligus motor penggerak ekonomi masyarakat sehingga manfaatnya dapat dinikmati langsung oleh anggota dan warga desa.
“Kami berharap PLTS KDKMP Pulau Sembur dapat menjadi contoh bagaimana energi terbarukan tidak hanya menghadirkan energi yang andal, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sinergi antarkoperasi,” tutup Panel.
Pengembangan PLTS KDKMP Pulau Sembur juga sejalan dengan agenda Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kedaulatan energi nasional melalui program pengembangan PLTS 100 gigawatt (GW). Sebagai proyek percontohan, inisiatif ini diharapkan menjadi model integrasi energi surya, koperasi, dan ekonomi desa untuk mendukung ketahanan energi sekaligus target Net Zero Emission Indonesia pada 2060. (her)
















