INDOPOSCO.ID – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengajak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk tidak hanya berjaya di pasar domestik. Para pelaku usaha didorong naik kelas menjadi eksportir dengan memanfaatkan berbagai program dan fasilitas yang disiapkan Kementerian Perdagangan (Kemendag).
“Kemendag memiliki berbagai instrumen pendukung ekspor yang siap dimanfaatkan pelaku UMKM. Kami juga menghubungkan pelaku usaha dengan jaringan perwakilan perdagangan RI di luar negeri untuk mencari pasar dan mengikuti business matching,” ujar Budi dalam keterangan, Minggu (21/6/2026).
“Kami berkomitmen mendampingi pelaku UMKM, agar produk dalam negeri berjaya di pasar global,” sambung Budi.
Budi menjelaskan, pelaku UMKM dapat memanfaatkan berbagai program, seperti Export Coaching Program untuk membekali pelaku usaha menjadi eksportir. Selain itu, tersedia layanan otomasi Surat Keterangan Asal (SKA) yang dapat membantu menghapus bea masuk ke negara tujuan yang memiliki perjanjian dagang dengan Indonesia.
Dikatakan dia, Kemendag juga menyediakan keanggotaan INAEXPORT yang membuka akses jejaring pasar global serta mempertemukan eksportir dengan calon pembeli (buyer). Perwakilan perdagangan RI di berbagai negara juga siap memfasilitasi pertemuan bisnis secara langsung melalui skema one-on-one business matching.
Menurutnya, menghadapi dinamika perdagangan global Kemendag juga terus melakukan diversifikasi pasar ekspor. Fokus pengembangan diarahkan ke kawasan yang relatif aman dari konflik, seperti Asia Tengah, Afrika, dan Asia Selatan.
Selain itu, Budi menambahkan, pemerintah juga mengoptimalkan berbagai perjanjian perdagangan internasional, termasuk Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), untuk memperluas akses produk Indonesia ke pasar besar seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.(nas)
















