INDOPOSCO.ID – Komisi I DPR RI mendorong percepatan inovasi teknologi maritim sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian pertahanan dan keamanan laut nasional. Komitmen tersebut disampaikan dalam Kunjungan Spesifik (Kunspek) Komisi I DPR RI ke Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut di Surabaya.
Ketua Tim Kunspek Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mengatakan kunjungan tersebut mengangkat tema Akselerasi Inovasi Teknologi Maritim Guna Mewujudkan Kemandirian Pertahanan dan Keamanan Laut Nasional.
Menurutnya, tema tersebut dipilih untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kesiapan serta tantangan yang dihadapi STTAL dalam mengembangkan pendidikan tinggi pertahanan sekaligus menghasilkan inovasi teknologi yang mendukung kekuatan maritim Indonesia.
“Komisi I DPR RI ingin mendapatkan gambaran yang komprehensif mengenai peluang dan tantangan yang dihadapi STTAL dalam memenuhi standar pendidikan tinggi sekaligus mendukung penguatan postur pertahanan negara yang selaras dengan visi Presiden,” ujar Anton, dilansir dari laman DPR RI, Sabtu (20/6/2026).
Ia menegaskan, STTAL memiliki posisi strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul di bidang teknologi pertahanan sekaligus menjadi pusat pengembangan riset dan inovasi yang dapat memperkuat kemandirian alat utama sistem persenjataan (alutsista) nasional.
Karena itu, Komisi I DPR RI memberikan perhatian khusus terhadap berbagai program pengembangan pendidikan, penelitian, dan teknologi yang tengah dijalankan oleh institusi tersebut.
Politisi Partai Demokrat itu juga mengapresiasi semangat pengabdian yang menjadi identitas STTAL melalui motto Dharma Vidya Adhiguna.
“Komisi I DPR RI memahami dan menjunjung tinggi motto STTAL Surabaya, yaitu Dharma Vidya Adhiguna yang memiliki makna mengabdi melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang unggul demi kemaslahatan serta kejayaan pertahanan negara,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Komandan STTAL, Ardiansyah, memaparkan berbagai program strategis, capaian akademik, pengembangan riset, serta tantangan yang dihadapi institusi pendidikan tinggi militer tersebut.
Paparan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan sesi diskusi dan pendalaman antara Tim Kunspek Komisi I DPR RI dan jajaran STTAL. Berbagai isu yang dibahas antara lain pengembangan teknologi maritim, peningkatan kualitas pendidikan tinggi pertahanan, penguatan riset strategis, hingga kebutuhan dukungan kebijakan untuk mempercepat kemandirian teknologi pertahanan nasional.
Anton menegaskan bahwa hasil kunjungan tersebut akan menjadi bahan penting bagi Komisi I DPR RI dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, pengawasan, dan diplomasi di bidang pertahanan negara.
Menurutnya, penguatan sektor pendidikan dan riset pertahanan menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maritim yang memiliki kemampuan teknologi mandiri dan daya saing tinggi di tengah dinamika geopolitik global.
“Dengan penguasaan teknologi maritim yang semakin kuat, Indonesia tidak hanya mampu menjaga kedaulatan wilayah lautnya, tetapi juga memperkuat ketahanan nasional melalui inovasi yang lahir dari anak bangsa,” pungkasnya.(dil)
















