INDOPOSCO.ID – Bea Cukai terus berkomitmen meningkatkan literasi kepabeanan dan cukai di kalangan akademisi melalui berbagai kegiatan edukasi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan kampus, kuliah tamu, hingga program pembelajaran lapangan yang diselenggarakan oleh Bea Cukai Tanjung Perak, Bea Cukai Pangkalpinang, dan Bea Cukai Banjarmasin sepanjang bulan Juni 2026.
Di Surabaya, Bea Cukai Tanjung Perak menerima kunjungan mahasiswa dari Program Studi S1 Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya pada Selasa (09/06). Pada kesempatan tersebut, para mahasiswa dikenalkan mengenai tugas dan fungsi Bea Cukai, proses ekspor-impor, kewaspadaan terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai, hingga kontribusi institusi dalam mendukung penerimaan negara dan perekonomian nasional.
Untuk memberikan gambaran nyata mengenai aktivitas kepabeanan di pelabuhan, para mahasiswa juga diajak mengunjungi area PT Terminal Petikemas Surabaya. Dalam kunjungan lapangan tersebut, peserta diperkenalkan dengan berbagai teknologi pengawasan yang digunakan Bea Cukai, seperti alat pemindai X-Ray, Gamma Ray, dan Hi-Co Scan.
Sementara itu, di Bangka Belitung, Kepala Kantor Bea Cukai Pangkalpinang, Junanto Kurniawan, hadir sebagai dosen tamu pada Program Studi Kewirausahaan Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung pada Senin (08/06). Dalam kuliah tamu tersebut, Junanto menjelaskan peran strategis Bea Cukai dalam rantai perdagangan internasional sekaligus memperkenalkan berbagai fasilitas kepabeanan yang dirancang untuk mendukung daya saing industri nasional.
Ia menjelaskan bahwa sebagai trade facilitator, Bea Cukai memberikan kemudahan perdagangan melalui penyederhanaan prosedur dan kelancaran arus logistik. Di sisi lain, sebagai industrial assistance, Bea Cukai memberikan pendampingan kepada pelaku usaha melalui program Klinik Ekspor, asistensi perizinan, serta perlindungan terhadap praktik persaingan usaha yang tidak sehat.
Junanto juga memaparkan berbagai insentif fiskal yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk menjaga kesehatan arus kas perusahaan, seperti penangguhan bea masuk, pembebasan bea masuk, dan fasilitas PPN tidak dipungut. Berbagai insentif tersebut diwujudkan melalui fasilitas Kawasan Berikat, Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), hingga KITE Industri Kecil dan Menengah (IKM). Diskusi yang berlangsung interaktif mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan peka terhadap dinamika ekonomi global yang memengaruhi perdagangan internasional.
Kegiatan serupa juga dilaksanakan di Kalimantan Selatan melalui program Campus Goes to Customs yang diselenggarakan Bea Cukai Banjarmasin pada Rabu (10/06). Program ini menghadirkan mahasiswa D4 Manajemen Internasional Politeknik Hasnur untuk mempelajari secara langsung praktik kepabeanan yang mendukung aktivitas ekspor-impor.
Melalui sesi diskusi interaktif, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai prosedur kepabeanan, alur pemeriksaan fisik barang, serta regulasi ekspor-impor terkini yang harus dipatuhi oleh pelaku usaha. Kegiatan semakin menarik ketika salah satu mahasiswa membagikan pengalaman sebagai praktisi eksportir yang telah melakukan ekspor komoditas lokal berupa tanaman hias dan batu damar ke pasar internasional.
Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai tantangan yang dihadapi eksportir, mulai dari pemenuhan standar internasional, pengurusan perizinan, hingga prosedur karantina untuk komoditas tanaman hidup. Diskusi ini sekaligus memperkaya pemahaman peserta mengenai pentingnya kepatuhan terhadap regulasi dalam mendukung kelancaran perdagangan lintas negara.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, mengungkapkan bahwa berbagai kegiatan edukasi yang dilaksanakan Bea Cukai di Surabaya, Pangkalpinang, dan Banjarmasin tersebut menunjukkan komitmen institusi dalam mendekatkan dunia akademik dengan praktik perdagangan internasional.
“Melalui sinergi dengan perguruan tinggi, Bea Cukai berharap dapat meningkatkan literasi kepabeanan dan melahirkan generasi muda yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap menjadi pelaku usaha dan eksportir yang kompeten, patuh terhadap regulasi, serta mampu membawa produk-produk Indonesia bersaing di pasar global,” pungkasnya. (ipo)

















