INDOPOSCO.ID – Proses pemulangan jemaah haji Indonesia memasuki babak baru. Setelah gelombang pertama selesai diberangkatkan melalui Bandara Jeddah, kini fase kepulangan Gelombang II resmi dimulai dari Madinah menuju Tanah Air.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mencatat hingga Selasa (16/6/2026), sebanyak 99.497 jemaah dan petugas haji telah tiba di Indonesia. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 48 persen dari total jemaah dan petugas yang mengikuti penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff mengatakan dimulainya penerbangan Gelombang II dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah menjadi penanda penting dalam fase pemulangan jemaah.
“Hari ini menjadi penanda dimulainya fase kepulangan jemaah Gelombang II dari Madinah menuju Indonesia. Kami memastikan seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dengan aman, nyaman, dan sehat,” ujar Maria dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).
Data Kemenhaj menunjukkan, hingga saat ini sebanyak 261 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan dari Arab Saudi melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Total yang diterbangkan mencapai 101.391 jemaah dan 1.042 petugas atau sebanyak 102.433 orang.
Sementara itu, sebanyak 253 kloter telah mendarat di berbagai embarkasi di Indonesia dengan total 98.487 jemaah dan 1.010 petugas.
Di sisi lain, pergerakan jemaah Gelombang II dari Makkah ke Madinah juga terus berlangsung. Hingga hari ini, sebanyak 157 kloter yang berisi 60.242 jemaah dan 628 petugas telah diberangkatkan ke Kota Nabi. Total jemaah dan petugas yang sudah tiba di Madinah mencapai 60.870 orang.
Untuk jemaah haji khusus, Kemenhaj mencatat sebanyak 15.802 orang telah kembali ke Indonesia. Jumlah tersebut terdiri atas 15.066 jemaah dan 736 petugas.
Maria menegaskan, seluruh petugas di Daerah Kerja Madinah terus mengoptimalkan layanan akomodasi, transportasi, konsumsi, kesehatan hingga layanan bandara agar proses pemulangan berjalan lancar sampai kloter terakhir.
Kemenhaj juga mengingatkan jemaah agar menjaga dokumen perjalanan, khususnya paspor, menjelang kepulangan ke Indonesia. “Paspor merupakan dokumen utama yang harus dijaga hingga jemaah tiba kembali di Indonesia. Kami mengimbau seluruh jemaah untuk memastikan dokumen perjalanan tersimpan dengan baik dan tidak tertinggal,” katanya.
Selain itu, jemaah diminta menjaga kondisi kesehatan dengan memperbanyak istirahat, mengonsumsi makanan bergizi, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, serta menghindari aktivitas yang dapat memicu kelelahan.
Kemenhaj kembali menegaskan larangan membawa air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin. Air zamzam akan dibagikan kepada jemaah setelah tiba di Indonesia sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
“Kepatuhan terhadap aturan ini akan mempercepat proses pemeriksaan keamanan dan keberangkatan di bandara,” ucapnya.(nas)











