• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Daerah Tak Bisa Diseragamkan, DPD RI Minta Formula Otonomi Dirombak Lagi

Nasuha Editor Nasuha
Rabu, 17 Juni 2026 - 20:22
in Nasional
sultan

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI, Sultan Bachtiar Najamudin. Foto: Dok DPD RI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mendorong reformulasi tata kelola daerah agar sistem desentralisasi politik di Indonesia lebih adaptif terhadap kebutuhan dan karakteristik masing-masing wilayah. Langkah ini dinilai penting untuk menjawab tantangan pemerintahan yang semakin kompleks sekaligus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin, menegaskan desentralisasi merupakan instrumen negara dalam menghormati keragaman daerah tanpa mengorbankan persatuan nasional.
“Desentralisasi adalah cara negara menghormati keragaman tanpa kehilangan persatuan. Karena itu, desain desentralisasi politik perlu terus disempurnakan agar mampu menjawab kebutuhan dan karakteristik setiap daerah,” ujar Sultan saat membuka Focus Group Discussion (FGD) di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

BacaJuga:

Fraksi Demokrat DPR Soroti Tren Urbanisasi 2045, Regenerasi Petani dan Ketahanan Pangan Terancam

Perkuat Perlindungan, Menag: Cegah Kekerasan dan Disiplinkan Pondok Pesantren 

Gen Z Jadi Kunci Bonus Demografi, Wamen Isyana Minta Duta Genre Tebar Dampak Nyata

Menurut Sultan, Indonesia sejatinya telah menerapkan berbagai bentuk desentralisasi asimetris melalui sejumlah daerah yang memiliki status khusus maupun istimewa. Namun, pendekatan tersebut dinilai belum cukup dan perlu dikembangkan menjadi sistem yang lebih komprehensif serta terstruktur.

Ia menegaskan, asimetrisme tidak boleh dipandang sebagai bentuk perlakuan berbeda yang memecah belah, melainkan instrumen konstitusional untuk memperkuat NKRI.

“Asimetrisme harus ditempatkan sebagai instrumen konstitusional untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia. Daerah yang berbeda tidak harus diperlakukan seragam, tetapi seluruh daerah harus diperlakukan adil tanpa terkecuali,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Peneliti Pusat Riset Pemerintahan Dalam Negeri BRIN, Mardyanto Wahyu Tryatmoko, memaparkan sejumlah persoalan yang masih membayangi pelaksanaan desentralisasi politik di Indonesia.

Salah satu masalah yang disorot adalah ketidakseimbangan antara kewenangan politik daerah dengan kapasitas administrasi pemerintahan, khususnya di daerah yang berstatus khusus dan istimewa.

Mardyanto juga mengingatkan adanya fenomena fractured autonomy, yakni kondisi ketika otonomi daerah masih berjalan secara formal, tetapi melemah dalam praktik penyelenggaraannya akibat berbagai pengaturan administratif maupun politik.

“Apabila terus dibiarkan, kondisi ini dapat memicu fragmentasi tata kelola pemerintahan, distorsi rekrutmen politik, hingga menurunnya efektivitas pelayanan publik di daerah,” katanya.

Karena itu, ia mendorong pemerintah melakukan reformulasi kebijakan desentralisasi yang lebih adaptif dan berkeadilan. Upaya tersebut perlu dibarengi penguatan kelembagaan daerah, pembenahan sistem politik lokal, serta penataan hubungan kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah.

Sultan menambahkan, pembahasan desentralisasi politik tidak hanya berkutat pada pembagian kewenangan, tetapi juga berkaitan erat dengan kualitas kepemimpinan daerah dan efektivitas koordinasi antarpemerintahan.

Menurutnya, keberhasilan desentralisasi harus diukur dari dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Ukuran sejatinya adalah apakah masyarakat di daerah merasakan pelayanan yang lebih baik, pembangunan yang lebih merata, ruang partisipasi yang lebih luas, dan kehadiran negara yang lebih adil,” ujarnya. (nas)

Tags: Desentralisasi Politikdpd risultan baktiar najamudinTata Kelola Daerah

Berita Terkait.

Fraksi Demokrat DPR Soroti Tren Urbanisasi 2045, Regenerasi Petani dan Ketahanan Pangan Terancam
Nasional

Fraksi Demokrat DPR Soroti Tren Urbanisasi 2045, Regenerasi Petani dan Ketahanan Pangan Terancam

Selasa, 22 September 2026 - 18:25
Perkuat Perlindungan, Menag: Cegah Kekerasan dan Disiplinkan Pondok Pesantren 
Nasional

Perkuat Perlindungan, Menag: Cegah Kekerasan dan Disiplinkan Pondok Pesantren 

Selasa, 22 September 2026 - 16:04
isyana
Nasional

Gen Z Jadi Kunci Bonus Demografi, Wamen Isyana Minta Duta Genre Tebar Dampak Nyata

Selasa, 22 September 2026 - 14:04
bc2
Nasional

Gempur Penyelundupan Rp27 Miliar, Bea Cukai Sita 30 Kontainer Beras-Garam Ilegal dan Ribuan Ballpress

Selasa, 22 September 2026 - 12:42
brian
Nasional

KIP Kuliah Diperkuat, Mendiktisaintek Sampaikan Tambahan Anggaran Rp1,267 Triliun

Selasa, 22 September 2026 - 12:32
rafly
Nasional

Menteri Ekraf dan PANDI Dorong Aksara Nusantara Masuk Ruang Digital, Targetkan Nilai Ekonomi Baru

Selasa, 22 September 2026 - 12:22

OLAHRAGA

ole
Olahraga

21 Pemain Timnas Indonesia Tiba di Jakarta Jelang FIFA ASEAN Cup, 2 Nama Siap Debut

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 22 September 2026 - 08:53

INDOPOSCO.ID – Persiapan Timnas Indonesia menuju FIFA ASEAN Cup 2026 mulai memasuki tahap serius. Sebanyak 21 pemain telah tiba dan...

SelengkapnyaDetails
ole

Ole dan Paes Tiba di Jakarta, Siap Bela Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Senin, 21 September 2026 - 20:12
Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Minggu, 20 September 2026 - 20:05
persib

Persijap vs Persib: Maung Bandung Bidik Revans, Laskar Kalinyamat Siap Tunjukkan Karakter

Minggu, 20 September 2026 - 12:38
pss

Dewa United vs PSS: Banten Warriors Kantongi Bekal Pramusim dan Filosofi Permainan

Minggu, 20 September 2026 - 11:21

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5539 shares
    Share 2216 Tweet 1385
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1248 shares
    Share 499 Tweet 312
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1004 shares
    Share 402 Tweet 251
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    968 shares
    Share 387 Tweet 242
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.