INDOPOSCO.ID – Transformasi digital pendidikan Indonesia kembali menuai pengakuan internasional. Dua inovasi unggulan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), yakni Rumah Pendidikan dan Anugerah Bug Bounty, berhasil meraih predikat Champion Project dalam ajang bergengsi World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026 yang diselenggarakan International Telecommunication Union (ITU), badan telekomunikasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pencapaian tersebut menempatkan Indonesia di jajaran negara yang dinilai berhasil mengembangkan Infrastruktur Digital Publik (Digital Public Infrastructure) yang aman, inklusif, dan berdampak luas bagi masyarakat.
Rumah Pendidikan merupakan superaplikasi pendidikan nasional yang mengintegrasikan berbagai layanan pendidikan dalam satu ekosistem digital terpadu. Sementara Anugerah Bug Bounty merupakan kompetisi keamanan siber berbasis pelaporan kerentanan sistem yang melibatkan partisipasi publik untuk menjaga keamanan ekosistem digital pendidikan.
Kedua program tersebut menjadi bagian dari Digitalisasi Pembelajaran, salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden yang dijalankan Kemendikdasmen untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif, dinamis, dan merata di seluruh Indonesia.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi bukti transformasi digital pendidikan Indonesia mendapat pengakuan dunia.
“Pengakuan ini membuktikan bahwa transformasi digital pendidikan Indonesia bukan sekadar agenda teknologi, melainkan komitmen negara untuk memastikan setiap murid, di mana pun mereka berada, mendapatkan pendidikan berkualitas,” ujar Mu’ti dalam keterangan, Kamis (11/6/2026).
“Melalui Digitalisasi Pembelajaran sebagai Program Hasil Terbaik Cepat Presiden, kita sedang membangun fondasi pendidikan yang tidak hanya relevan untuk Indonesia, tetapi juga untuk dunia,” sambung Mu’ti.
Ia menjelaskan, program digitalisasi pembelajaran sendiri lahir sebagai jawaban atas berbagai tantangan pendidikan nasional, mulai dari rendahnya capaian literasi hingga dampak learning loss pascapandemi. Upaya tersebut juga diperkuat melalui Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 yang mendorong revitalisasi satuan pendidikan, pembangunan sekolah unggul, dan penerapan digitalisasi pembelajaran secara menyeluruh.
Dalam proses seleksi WSIS Prizes 2026, persaingan berlangsung sangat ketat. Dari 1.596 proyek yang diajukan dari berbagai negara, hanya 360 proyek terbaik yang lolos sebagai nominasi pada 18 kategori WSIS Action Lines. Tahap pemungutan suara publik secara daring berhasil menghimpun sekitar 2,2 juta suara dari masyarakat dunia.
Berkat dukungan publik yang besar, Rumah Pendidikan berhasil menjadi Champion pada kategori E-Government, sedangkan Anugerah Bug Bounty meraih posisi serupa pada kategori Building Confidence and Security in Use of ICTs.
Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pencapaian tersebut, mulai dari guru, peserta didik hingga masyarakat luas.
“Capaian ini adalah milik bersama; milik para guru yang setiap hari menunjukkan dedikasinya di ruang kelas, para murid yang terus belajar dengan semangat, dan seluruh masyarakat yang mempercayai bahwa pendidikan ialah investasi terbaik bangsa,” ungkapnya.
“Kita belum selesai, penilaian dewan juri masih berlanjut. Tapi satu hal yang pasti: Indonesia sudah membuktikan bahwa inovasi pendidikan kita diakui dunia,” sambungnya. (nas)










