• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Lewat Estafet Ideologi, Hensa Ungkap Jejak Pemikiran Sumitro dalam Asta Cita Prabowo

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 11 Juni 2026 - 12:03
in Nasional
Sejumlah narasumber hadir dalam acara peluncuran buku "Estafet Ideologi Sumitro ke Prabowo" karya Hendri Satrio di Universitas Paramadina, Jakarta, Rabu (10/6/2026)/istimewa

Sejumlah narasumber hadir dalam acara peluncuran buku "Estafet Ideologi Sumitro ke Prabowo" karya Hendri Satrio di Universitas Paramadina, Jakarta, Rabu (10/6/2026)/istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah minimnya diskursus publik mengenai ideologi dalam pembangunan nasional, analis komunikasi politik Hendri Satrio atau Hensa menghadirkan perspektif baru melalui buku terbarunya yang berjudul “Estafet Ideologi Sumitro ke Prabowo”.

Buku yang diluncurkan di Universitas Paramadina, Jakarta, Rabu (10/6/2026), menjadi karya ketiga Hensa sekaligus upayanya menelusuri kesinambungan gagasan ekonomi antara ekonom senior Sumitro Djojohadikusumo dan putranya yang kini menjabat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

BacaJuga:

Kinerja Bea Cukai Menguat dan Terukur, Bantu Jaga Stabilitas APBN hingga Agustus 2026

GKR Hemas: Jangan Tunggu Isu Viral untuk Memahami Persoalan Daerah

Ratusan Warga Jakarta Mengadu ke DPRD akibat Kenaikan Desil Tiba-Tiba

Melalui pendekatan komunikasi publik, Hensa berusaha membaca bagaimana pemikiran Sumitro diterjemahkan dalam kebijakan dan visi pembangunan yang dijalankan pemerintahan saat ini.

“Buku ‘Estafet Ideologi dari Sumitro ke Prabowo’ ini saya tulis dalam rangka untuk mencoba memahami kira-kira pemikiran Sumitro waktu itu yang diterjemahkan oleh Pak Prabowo hari ini tuh seperti apa, sebesar apa, dan kemudian semasif apa perbedaan yang sangat signifikan,” ujar Hensa.

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu menegaskan bahwa istilah “estafet” dalam judul bukunya bukan dimaknai sebagai proses pewarisan secara langsung dari ayah kepada anak. Menurutnya, justru Prabowo yang mengambil dan melanjutkan gagasan-gagasan besar Sumitro dalam konteks kekinian.

“Estafet ini juga jangan diartikan bahwa Sumitro memberikan tongkat ke Pak Prabowo, tapi saya mengartikan Estafet ini justru Pak Prabowo yang mengambil tongkat dari Sumitra untuk meneruskan gagasan-gagasannya dalam mensejahterakan Indonesia,” jelas Hensa.

Peluncuran buku tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional dari berbagai latar belakang, mulai dari Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun, hingga Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko.

Selain itu, sejumlah akademisi turut memberikan pandangan kritis terhadap isi buku, di antaranya ekonom dan Ketua Yayasan Wakaf Paramadina Wijayanto Samirin, ekonom Universitas Indonesia Ninasapti Triaswati, serta dosen Universitas Paramadina Wachid Ridwan.

Dalam kesempatan itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menilai keberanian Hensa mengangkat isu ideologi layak mendapat apresiasi. Menurutnya, tema ideologi saat ini semakin jarang menjadi bahan perdebatan maupun pembahasan publik.

“Jarang-jarang ada buku yang membahas tentang ideologi, jadi pak Hendri Satrio ini kita harus acungi jempol, punya keberanian untuk membicarakan tentang ideologi yang sekarang menurut saya, diskursus wacana publik itu jarang membicarakan tentang ideologi,” kata Ferry.

Sementara itu, Mukhamad Misbakhun melihat buku tersebut sebagai upaya mendokumentasikan pemikiran ekonomi kerakyatan yang selama ini melekat pada sosok Sumitro Djojohadikusumo.

“Buku ini merupakan sebuah buku yang berusaha mendokumentasi sebuah pemikiran yang bersifat ideologis dari Pak Sumitro Djojohadikusumo, orang tua dari Pak Presiden Prabowo yang merupakan pemikiran ekonomi yang kerakyatan, menerjemahkan Pasal 33 UUD RI dan kemudian bagaimana ekonomi itu dioperasionalkan,” ucap Misbakhun.

Dari sudut pandang berbeda, Budiman Sudjatmiko memaknai ideologi sebagai fondasi moral dalam kepemimpinan. Baginya, tema estafet ideologi menjadi relevan karena menyangkut keyakinan seorang pemimpin dalam menentukan arah kebijakan.

“Tema estafet ideologi ini menarik karena ideologi pada dasarnya adalah tentang doing right things atau melakukan suatu hal yang benar. Poin utamanya adalah bagaimana Pak Prabowo bisa meyakini bahwa apa yang beliau lakukan adalah hal yang benar, sehingga kebenaran tersebut juga dieksekusi dengan cara yang benar,” tutur Budiman.

Dalam sesi pembahasan, ekonom Universitas Indonesia Ninasapti Triaswati menilai terdapat kesinambungan antara gagasan Sumitro dengan arah pembangunan yang kini tertuang dalam Asta Cita pemerintahan Prabowo. Meski demikian, menurutnya terdapat penyesuaian terhadap tantangan strategis yang dihadapi Indonesia saat ini, terutama dalam aspek pertahanan dan keamanan.

“Pemikiran Sumitro kemudian diterjemahkan ke dalam Asta Cita yang merupakan Program Pembangunan Prabowo, namun dengan penekanan pada pentingnya memperkokoh kerangka pertahanan keamanan sesuai dengan dasar negara Pancasila, prinsip demokrasi dan hak azasi manusia,” ungkap Ninasapti dalam pemaparannya.

Adapun dosen Universitas Paramadina Wachid Rahman menyoroti bagaimana buku tersebut mengangkat proses pembentukan dan transfer ideologi antara dua generasi yang berbeda.

“Buku ini bagus dalam konteks bagaimana ideologi yang dimiliki oleh Pak Sumitro itu tertransfer dan terkonstruksi ke Pak Prabowo. Ada identitas yang sangat melekat dalam diri Pak Sumitro yaitu sosialis, namun saya tidak tahu terkonstruksi ke mana ke Pak Prabowo saat ini, itu menjadi identity yang mana,” terang Wachid.

Melalui buku ini, Hensa tidak hanya mengulas hubungan intelektual antara ayah dan anak, tetapi juga mencoba mengajak publik memahami bagaimana sebuah gagasan ekonomi dapat bertahan lintas generasi, lalu bertransformasi menjadi arah kebijakan negara di tengah perubahan zaman. (her)

Tags: Buku Estafet IdeologiHendri SatrioHensaPrabowo SubiantoSumitro Djojohadikusumo

Berita Terkait.

Kinerja Bea Cukai Menguat dan Terukur, Bantu Jaga Stabilitas APBN hingga Agustus 2026
Nasional

Kinerja Bea Cukai Menguat dan Terukur, Bantu Jaga Stabilitas APBN hingga Agustus 2026

Kamis, 24 September 2026 - 16:01
GKR Hemas: Jangan Tunggu Isu Viral untuk Memahami Persoalan Daerah
Nasional

GKR Hemas: Jangan Tunggu Isu Viral untuk Memahami Persoalan Daerah

Kamis, 24 September 2026 - 15:51
august
Nasional

Ratusan Warga Jakarta Mengadu ke DPRD akibat Kenaikan Desil Tiba-Tiba

Kamis, 24 September 2026 - 13:03
aitiga
Nasional

Indonesia Bidik Dagang ASEAN-India Lewat Perjanjian AITIGA 2026

Kamis, 24 September 2026 - 12:22
kkri
Nasional

Tegaskan KKRI Bukan Militerisme, Kemendikdasmen Sebut Ekstrakurikuler Ini Wadah Bela Negara

Kamis, 24 September 2026 - 12:02
msd
Nasional

MSD dan Bio Farma Perluas Kolaborasi, Perkuat Akses Vaksin Berkualitas di Indonesia

Kamis, 24 September 2026 - 10:20

OLAHRAGA

java
Olahraga

Java United Buka Suara soal Perselisihan dengan Shin Tae-yong, Singgung Pemicu Keributan

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 24 September 2026 - 11:21

INDOPOSCO.ID – Kemenangan Persija Jakarta atas Java United justru menyisakan persoalan di luar lapangan. Duel yang berakhir dengan skor 1-0...

SelengkapnyaDetails
ferdinan

Resmi Berseragam Persija, Marselino Ferdinan Bawa Ambisi Besar

Kamis, 24 September 2026 - 09:19
tpkk

Tri Tito Karnavian Dorong Olahraga Jadi Kebiasaan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 23 September 2026 - 21:11
Ucapan “Pendatang” untuk Shin Tae-yong Berujung Laporan, Persija Serahkan ke Komdis PSSI

Ucapan “Pendatang” untuk Shin Tae-yong Berujung Laporan, Persija Serahkan ke Komdis PSSI

Rabu, 23 September 2026 - 12:45
5 Pilar Macan Kemayoran Gabung Timnas di FIFA ASEAN Cup, Manajer Persija Titip Pesan

5 Pilar Macan Kemayoran Gabung Timnas di FIFA ASEAN Cup, Manajer Persija Titip Pesan

Rabu, 23 September 2026 - 09:46

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5542 shares
    Share 2217 Tweet 1386
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1026 shares
    Share 410 Tweet 257
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    969 shares
    Share 388 Tweet 242
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    963 shares
    Share 385 Tweet 241
  • Pelayanan Pertanahan di Kabupaten Bogor Tetap Berjalan Pascapenangkapan Kepala BPN

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.