INDOPOSCO.ID – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian serius di sejumlah daerah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ratusan hektare lahan terbakar di Aceh, Riau, dan Sumatera Selatan, sementara upaya pemadaman serta pengendalian terus dilakukan oleh petugas di lapangan.
“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bersama TNI, Polri, dan relawan melakukan pemadaman,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan, Rabu (10/6/2026).
Ia menyebut, total lahan yang terbakar di 2 kecamatan di Kabupaten Nagan Raya mencapai 98 hektare, dengan sekitar separuh area berhasil dipadamkan.
“Karhutla juga terjadi di Provinsi Riau dengan luas lahan terdampak mencapai dua hektare,” bebernya.
Sementara itu, Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan luasan karhutla terbesar. Hingga 8 Juni 2026, total lahan terbakar sejak awal tahun mencapai sekitar 182,54 hektare.
“Berdasarkan data per 9 Juni 2026, terdeteksi akumulasi 24 titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah,” bebernya.
Ia menambahkan, untuk mempercepat pengendalian kebakaran, BNPB memberikan dukungan operasi udara berupa helikopter patroli dan helikopter water bombing. Langkah ini dilakukan guna mencegah meluasnya kebakaran di tengah meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi kering.
“Kami mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan karhutla,” ujarnya.(nas)










