INDOPOSCO.ID – Program Beasiswa Sobat Bumi Kalimantan (BSBK) yang digagas PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mulai menunjukkan hasil nyata. Tak hanya membantu mahasiswa dari keluarga prasejahtera mengakses pendidikan tinggi, program ini juga melahirkan generasi muda Kalimantan yang berprestasi, aktif dalam pemberdayaan masyarakat, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Sebanyak 30 penerima Beasiswa Sobat Bumi Kalimantan Angkatan I Tahun 2024 dan Angkatan II Tahun 2025 berhasil mempertahankan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,0 selama masa studi. Mereka juga terlibat aktif dalam berbagai kegiatan sosial, lingkungan, hingga pengembangan kepemimpinan yang menjadi bagian dari program pembinaan penerima beasiswa.
Para mahasiswa tersebut berasal dari sejumlah perguruan tinggi di Kalimantan, yakni Universitas Mulawarman, Universitas Lambung Mangkurat, Institut Teknologi Kalimantan, dan Universitas Borneo Tarakan.
Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, mengatakan pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia unggul di masa depan.
“Melalui BSBK, kami ingin membuka lebih banyak peluang bagi putra-putri Kalimantan untuk mengakses pendidikan tinggi, mengembangkan potensi diri, dan tumbuh menjadi talenta unggul yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa, serta pelestarian lingkungan demi keberlanjutan kehidupan,” ujar Dony dalam keterangannya, dikutip Selasa (9/6/2026).
Program yang diluncurkan pada 2024 tersebut merupakan kolaborasi PHI bersama anak perusahaannya, yakni PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), dan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT).
BSBK memberikan beasiswa penuh kepada mahasiswa berprestasi dari keluarga prasejahtera yang berasal dari wilayah sekitar operasi perusahaan di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara.
Namun, dukungan yang diberikan tidak berhenti pada bantuan biaya pendidikan dan biaya hidup. Para penerima juga memperoleh berbagai pelatihan pengembangan kapasitas, pembinaan kepemimpinan, serta kesempatan terlibat dalam program keberlanjutan seperti Desa Energi Berdikari, Aksi Sobat Bumi, dan Sekolah Energi Berdikari.
Menurut Dony, pendekatan tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
“Kami percaya bahwa BSBK menjadi salah satu dukungan nyata perusahaan terhadap Asta Cita Pemerintah terkait penguatan kualitas sumber daya manusia, sekaligus mendukung pencapaian SDGs Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan Tujuan 10 tentang Pengurangan Ketimpangan,” jelasnya.
Salah satu kisah inspiratif datang dari Zahratul Sa’diyah atau Zahra, mahasiswa Fakultas Manajemen yang berhasil meraih IPK 3,75.
Bagi Zahra, beasiswa yang diterimanya bukan hanya membantu biaya pendidikan, tetapi juga menjadi sarana pengembangan diri. Berbagai pelatihan yang diikuti membuatnya semakin percaya diri dalam berkomunikasi dan memperkuat kapasitas kepemimpinan.
Hasilnya, Zahra berhasil mewakili Kalimantan Timur dalam cabang olahraga Jujitsu pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2025 di Kudus. Ia juga dipercaya mewakili Universitas Mulawarman dalam Kompetisi Business Plan di Universitas Jambi.
“Program Pengembangan Kapasitas membuat saya lebih percaya diri dalam berbicara di depan umum. Saya juga mendapatkan wawasan mengenai pemberdayaan masyarakat melalui program Desa Berdikari,” ujarnya.
Tak berhenti pada prestasi akademik dan olahraga, Zahra kini mengembangkan proyek sosial berbasis ekonomi sirkular melalui inovasi Eco Enzyme, yakni pemanfaatan limbah dapur organik menjadi cairan serbaguna yang ramah lingkungan.
Ia berharap program tersebut dapat melibatkan kelompok ibu rumah tangga di Samarinda untuk mengurangi limbah sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Saya berharap dapat menggerakkan kelompok ibu-ibu untuk mengembangkan program Eco Enzyme. Selain mengurangi limbah rumah tangga, kegiatan ini juga berpotensi menggerakkan ekonomi sirkuler di lingkungan tempat tinggal saya,” ungkapnya.
Kisah inspiratif lainnya datang dari Abdi Chafarid Amir, mahasiswa Teknik Kimia Universitas Mulawarman asal Muara Badak yang berhasil mencatatkan IPK 3,84.
Abdi mengaku beasiswa yang diterimanya menjadi motivasi untuk terus berprestasi sekaligus memperluas wawasan mengenai isu lingkungan dan keberlanjutan.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah keterlibatan dalam program Aksi Sobat Bumi yang memperkenalkannya lebih dekat pada pentingnya ekosistem mangrove.
Sebagai putra daerah pesisir, Abdi memahami bahwa mangrove memiliki peran penting bukan hanya dalam melindungi garis pantai dari abrasi, tetapi juga menopang kehidupan ekonomi masyarakat sekitar.
Pengalaman tersebut semakin memperkuat kesadarannya bahwa pembangunan dan pelestarian lingkungan harus berjalan beriringan demi masa depan yang berkelanjutan.
Kisah Zahra, Abdi, dan puluhan penerima BSBK lainnya menjadi bukti bahwa investasi pada pendidikan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul di ruang akademik, tetapi juga siap menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Melalui program ini, PHI berupaya membangun ekosistem pengembangan talenta yang menggabungkan pendidikan, kepemimpinan, kepedulian sosial, dan keberlanjutan lingkungan.
Komitmen tersebut akan terus berlanjut melalui pembukaan Beasiswa Sobat Bumi Kalimantan Angkatan III Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026.
Dengan makin banyaknya generasi muda yang mendapatkan akses pendidikan dan pembinaan yang berkualitas, PHI berharap dapat turut mencetak talenta-talenta unggul Kalimantan yang mampu bersaing secara global sekaligus berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah, bangsa, dan lingkungan yang berkelanjutan.(srv)










