INDOPOSCO.ID – Presiden Prabowo Subianto memanggil ekonom senior Muhammad Chatib Basri ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (9/6/2026) sore. Pertemuan itu berlangsung di tengah menguatnya perombakan atau reshuffle kabinet Merah Putih.
Chatib datang ke Istana Kepresidenan berbarengan dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. Namun, ia belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai tujuannya.
“Tanya Pak Luhut, Saya nggak tahu soal apa,” kata Chatib kepada wartawan di Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Ia enggan menjawab saat disinggung apakah kehadirannya di Istana Kepresidenan terkait rencana penggantian posisi Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
“Saya enggak tahu,” ujar Chatib. Nama Chatib belakang ini santer dikaitkan dengan pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, menyusul melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membantah tegas isu pergantian Menteri Ekonomi Purbaya Yudhi Sadewa yang sempat mencuat menyusul merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
“Siapa yang mau mengganti? Nggak ada yang mau mengganti,” tutur Prasetyo Hadi terpisah di sela-sela Rapat Kordinasi DPR, pemerintah, dan Bank Indonesia membahas perkembangan ekonomi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).
Ia menegaskan bahwa kabar mengenai pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa adalah rumor yang tidak berdasar, seraya memastikan bahwa pemerintah tidak memiliki rencana melakukan pergantian tersebut.
“Berkali-kali kami sampaikan bahwa rumor itu tidak benar, rumor itu tidak ada, rencana itu tidak ada,” jelas Prasetyo Hadi. (dan)










