• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Gejolak Energi Hantam Manufaktur, Pemerintah Diminta Siapkan Jurus Penahan Dampak

Nasuha Editor Nasuha
Senin, 8 Juni 2026 - 23:13
in Ekonomi
pekerja

Ilustrasi - Sejumlah pekerja menyelesaikan pembuatan pakaian di salah satu pabrik garmen di Banjarnegara, Jawa Tengah, Senin (15/1/2023). Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Lonjakan biaya energi dan logistik dinilai mulai menggerus ketahanan sektor manufaktur nasional. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan usaha, terutama bagi pelaku industri kecil dan menengah yang memiliki ruang gerak lebih terbatas dalam menghadapi kenaikan biaya produksi.

Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, menilai pemerintah perlu bergerak lebih cepat untuk mengantisipasi dampak berantai dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, tekanan biaya yang terus meningkat berpotensi menurunkan produktivitas industri sekaligus memperlemah daya saing nasional.

BacaJuga:

Audiensi dengan TIS, Kementerian Ekraf Dorong Hilirisasi Produk Kreatif

Dari Perut Bumi ke Ujung Rantai Industri: Menjemput Kedaulatan Tembaga Indonesia

Rupiah Tertekan 5 Hari Beruntun, Sentimen The Fed Jadi Biang Keladi

Dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR RI bersama Menteri Perindustrian di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026), Novita menyoroti situasi yang dihadapi sektor manufaktur sepanjang periode 2025 hingga 2026. Ia menilai gejolak harga energi telah menciptakan tantangan serius bagi pelaku usaha, mulai dari membengkaknya biaya operasional hingga terganggunya rantai distribusi.

“Pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap dampak berantai yang saat ini dirasakan industri manufaktur. Kenaikan biaya energi dan logistik secara langsung menekan biaya produksi, sementara pelaku usaha tidak selalu bisa menaikkan harga produknya. Akibatnya margin usaha terus tergerus,” tegas Novita.

Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu juga meminta Kementerian Perindustrian memiliki gambaran yang jelas mengenai dampak ekonomi yang harus ditanggung sektor manufaktur akibat lonjakan biaya energi. Menurutnya, data yang akurat menjadi fondasi penting dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.

Novita menilai berbagai instrumen kebijakan perlu segera disiapkan untuk menjaga keberlanjutan aktivitas industri. Mulai dari insentif fiskal, relaksasi perpajakan, subsidi energi untuk sektor industri, hingga dukungan terhadap sistem logistik di kawasan-kawasan yang terdampak.

“Pemerintah perlu segera menyusun langkah mitigasi konkret guna menjaga keberlangsungan industri nasional. Opsi kebijakan seperti insentif fiskal, relaksasi pajak, subsidi energi industri, hingga dukungan logistik bagi kawasan industri terdampak perlu dipertimbangkan agar pelaku usaha tetap mampu bertahan,” jelas Novita.

Ia mengingatkan bahwa persoalan energi dan logistik tidak hanya berdampak pada biaya produksi dalam negeri, tetapi juga berpotensi memengaruhi posisi Indonesia di pasar global. Ketika distribusi bahan baku maupun produk jadi terganggu, kemampuan industri memenuhi permintaan pasar internasional ikut terancam.

Menurut Novita, situasi tersebut dapat berdampak langsung pada kepercayaan mitra dagang dan investor terhadap iklim industri nasional. Jika tidak segera diantisipasi, Indonesia berisiko kehilangan peluang ekspor dan investasi yang selama ini menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi.

“Jika biaya logistik terus meningkat dan distribusi terganggu, bukan hanya industri yang dirugikan. Kita juga berisiko kehilangan pasar ekspor, kehilangan investasi, dan pada akhirnya mengancam lapangan kerja nasional,” tambahnya.

Bagi Novita, sektor manufaktur tetap menjadi salah satu pilar utama perekonomian nasional. Karena itu, ia menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah melalui kebijakan yang responsif dan terukur agar dunia usaha memperoleh kepastian di tengah tekanan biaya yang terus meningkat.

Menurutnya, tanpa intervensi yang memadai, beban yang saat ini ditanggung pelaku industri berpotensi menghambat laju pertumbuhan manufaktur dan mengurangi kontribusinya terhadap perekonomian nasional. (her)

Tags: Biaya ProduksiDPR RIGejolak Energilogistik

Berita Terkait.

Pramono Bertolak ke New York, Penuhi Undangan Wali Kota Zohran Mamdani
Ekonomi

Audiensi dengan TIS, Kementerian Ekraf Dorong Hilirisasi Produk Kreatif

Jumat, 18 September 2026 - 09:19
Dari Perut Bumi ke Ujung Rantai Industri: Menjemput Kedaulatan Tembaga Indonesia
Ekonomi

Dari Perut Bumi ke Ujung Rantai Industri: Menjemput Kedaulatan Tembaga Indonesia

Kamis, 17 September 2026 - 22:12
uang
Ekonomi

Rupiah Tertekan 5 Hari Beruntun, Sentimen The Fed Jadi Biang Keladi

Kamis, 17 September 2026 - 21:11
rise
Ekonomi

RISE TO IPO 2026, Strategi Kementerian UMKM Perluas Akses Pendanaan Usaha Menengah

Kamis, 17 September 2026 - 17:17
PLTU
Ekonomi

PLN EPI Pastikan Kesiapan Batu Bara dan Biomassa untuk PLTU Bolok

Kamis, 17 September 2026 - 11:43
Ekonom Sebut Pencopotan Purbaya Hanya Berdampak Sesaat terhadap Rupiah
Ekonomi

Purbayanomics dan Akhir Sebuah Eksperimen Fiskal: Refleksi Ekonomi Syariah atas Keberanian, Batas, dan Amanah Anggaran

Rabu, 16 September 2026 - 23:03

OLAHRAGA

bc
Olahraga

Bea Cukai Priok Dukung Kiprah Tim Reli Indonesia di Kancah Internasional

Editor Dilianto
Kamis, 17 September 2026 - 18:08

INDOPOSCO.ID - Bea Cukai Tanjung Priok memberikan dukungan pelayanan kepabeanan terhadap Indonesia Cross Country Rally Team yang mengikuti ajang Asia...

SelengkapnyaDetails
Pemain-Persib

Persib Bekuk FC Seoul Lewat Laga Sulit, Tolic: Seperti Inilah Caranya

Kamis, 17 September 2026 - 08:20
Belajar dari Kekalahan 17 Gol, Ketapang Junior Bangkit dan Juara Liga AAFI U13

Belajar dari Kekalahan 17 Gol, Ketapang Junior Bangkit dan Juara Liga AAFI U13

Rabu, 16 September 2026 - 19:17
FC Seoul vs Persib: Kabar Rotasi Jadi Angin Segar Buat Maung Bandung

FC Seoul vs Persib: Kabar Rotasi Jadi Angin Segar Buat Maung Bandung

Rabu, 16 September 2026 - 15:43
hardiyanto

Cetak Sejarah Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Jakarta Barat Banjir Bonus dari Kenneth

Rabu, 16 September 2026 - 09:30

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5063 shares
    Share 2025 Tweet 1266
  • Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

    1666 shares
    Share 666 Tweet 417
  • Persib Kalah 1-2, Igor Tolic Sindir Persija Serasa Juara Liga Champions

    1512 shares
    Share 605 Tweet 378
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1237 shares
    Share 495 Tweet 309
  • Ekonom Sebut Pencopotan Purbaya Hanya Berdampak Sesaat terhadap Rupiah

    1162 shares
    Share 465 Tweet 291
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.