INDOPOSCO.ID – PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan sebidang selama periode liburan. Tingginya mobilitas masyarakat pada masa libur dinilai berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, terutama di titik-titik perlintasan kereta api.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama di tengah meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat. “Saat liburan, mobilitas masyarakat meningkat dan kondisi jalan raya cenderung lebih padat. Karena itu kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang,” ujar Anne dalam keterangan, Minggu (7/6/2026).
Berdasarkan data KAI, sepanjang 2023 hingga 24 Mei 2026 tercatat sebanyak 1.074 kecelakaan terjadi di perlintasan sebidang. Dari jumlah tersebut terdapat 964 korban, terdiri atas 370 orang meninggal dunia, 247 luka berat, dan 347 luka ringan.
Ia mengungkapkan, sekitar 80 persen kecelakaan terjadi di perlintasan yang tidak dijaga. Sementara itu, 88 persen insiden disebabkan perilaku pengguna jalan yang nekat menerobos saat kereta api akan melintas.
Untuk menekan angka kecelakaan, masih ujar Anne, KAI terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan dalam penanganan perlintasan sebidang.
“Dari total 3.674 perlintasan yang ada di seluruh jaringan operasional, sebanyak 1.810 di antaranya merupakan perlintasan tidak dijaga yang menjadi fokus penanganan,” ungkapnya.
Program tersebut, menurutnya, dilakukan melalui penutupan perlintasan berisiko tinggi serta peningkatan aspek keselamatan pada lokasi yang masih dibutuhkan masyarakat. Hingga 4 Juni 2026, KAI mencatat telah menutup 118 perlintasan sebidang prioritas atau setara 69 persen dari target nasional sebanyak 172 lokasi.
“Dengan demikian, masih terdapat 54 lokasi yang menjadi fokus penyelesaian pada tahap berikutnya,” ucapnya.
Beberapa wilayah yang berhasil menuntaskan target penutupan perlintasan antara lain Divre I Sumatera Utara dengan 39 lokasi, Daop 4 Semarang sebanyak 11 lokasi, serta Divre III Palembang yang menutup enam lokasi. Selain itu, Daop 2 Bandung, Daop 3 Cirebon, Daop 6 Yogyakarta, dan Daop 7 Madiun juga telah menyelesaikan seluruh target prioritas di wilayah masing-masing.
Anne menegaskan bahwa setiap perlintasan yang berhasil ditutup akan mengurangi potensi risiko kecelakaan antara perjalanan kereta api dan pengguna jalan.
“Setiap perlintasan yang berhasil ditutup berarti mengurangi satu titik risiko yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. Karena itu kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kementerian, serta para pemangku kepentingan untuk mempercepat program ini,” ujarnya.
Selain mengingatkan pengguna jalan, ia meminta para pelanggan kereta api mengatur waktu perjalanan menuju stasiun dengan lebih baik selama masa liburan. Kepadatan lalu lintas yang meningkat berpotensi memengaruhi waktu tempuh menuju stasiun keberangkatan.
“Kami mengimbau pelanggan untuk memperkirakan waktu perjalanan dengan lebih cermat dan datang lebih awal ke stasiun. Dengan demikian pelanggan memiliki waktu yang cukup untuk proses boarding dan dapat melakukan perjalanan dengan lebih nyaman tanpa terburu-buru,” ujar Anne.(nas)










